alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Kurikulum Prototipe di Kudus Baru Diterapkan di Sekolah Penggerak

KUDUS – Dunia pendidikan saat ini dihebohkan adanya Kurikulum Prototipe. Persiapan kurikulum ini, sebenarnya sudah dirancang beberapa tahun lalu. Penerapannya akan dimulai pada tahun ajaran baru nanti. Untuk sementara pada sekolah penggerak terlebih dulu.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Sub Koordinator Kurikulum Afri Shofianingrum mengatakan, untuk saat ini masih seputar sosialisasi kurikulum baru itu, kepada kepala sekolah dan guru.

”Sebenarnya sasarannya sekolah penggerak yang nantinya mengimbas ke sekolah lain. Tak jauh berbeda dengan Kurikulum 2013. Namun, ada beberapa mata pelajaran (mapel) yang digabung dan ada mapel yang dulunya dihilangkan justru akan dijadikan mapel inti,” terangnya. ”Di antara mapel yang dulu dibuang dan akan jadi mapel inti, ada mapel informatika teknologi (IT). Sebelumnya hanya masuk pembelajaran praktik,” imbuhnya.


Afri menuturkan, pembelajaran dirancang berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter. Kurikulum Prototipe bertujuan mewujudkan pelajar Pancasila. Yakni beriman, berkebinekaan, mandiri, bergotong royong, bernalar, dan kreatif.

Baca Juga :  Curahan Hati Seorang Guru Sekolah Dasar

Saat ini baru proses pengenalan. Nantinya diterapkan saat tahun ajaran baru 2022/2023. Namun, masih pilihan dan sasaran penerapan untuk sekolah penggerak. ”Di Kudus, (pelaksanaan Kurikulum Prototipe) tahun ini baru pada sekolah penggerak. Proses penentuan sekolah penggerak itu, sekarang masih menunggu pleno dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah,” ujarnya.

Sekolah-sekolah yang menjadi percontohan itu, untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) ada tujuh lembaga pendidikan, 20 SD, dan tiga SMP. Jumlah tersebut sesuai dengan kuota dari Kemendikbud Ristek.

Afri menerangkan, Kurikulum Prototipe ini penyempurnaan dari Kurikulum 2013 (K-13). Jadi, guru tidak perlu khawatir, nantinya akan ada pendalaman tentang Kurikulum Prototipe. ”Guru-guru saat ini harus tahu kompetensi dan bakat siswa. Sebab, di Kurikulum Prototipe hal itu menjadi utama. Tidak ada lagi pemaksaan. Misalnya memilih jurusan, siswa suka pelajaran IPS, tapi dipaksa guru masuk IPA,” terangnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dunia pendidikan saat ini dihebohkan adanya Kurikulum Prototipe. Persiapan kurikulum ini, sebenarnya sudah dirancang beberapa tahun lalu. Penerapannya akan dimulai pada tahun ajaran baru nanti. Untuk sementara pada sekolah penggerak terlebih dulu.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Sub Koordinator Kurikulum Afri Shofianingrum mengatakan, untuk saat ini masih seputar sosialisasi kurikulum baru itu, kepada kepala sekolah dan guru.

”Sebenarnya sasarannya sekolah penggerak yang nantinya mengimbas ke sekolah lain. Tak jauh berbeda dengan Kurikulum 2013. Namun, ada beberapa mata pelajaran (mapel) yang digabung dan ada mapel yang dulunya dihilangkan justru akan dijadikan mapel inti,” terangnya. ”Di antara mapel yang dulu dibuang dan akan jadi mapel inti, ada mapel informatika teknologi (IT). Sebelumnya hanya masuk pembelajaran praktik,” imbuhnya.

Afri menuturkan, pembelajaran dirancang berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter. Kurikulum Prototipe bertujuan mewujudkan pelajar Pancasila. Yakni beriman, berkebinekaan, mandiri, bergotong royong, bernalar, dan kreatif.

Baca Juga :  Rumah Tahanan Kudus Penuh, Wacana Pemindahan Kembali Mencuat

Saat ini baru proses pengenalan. Nantinya diterapkan saat tahun ajaran baru 2022/2023. Namun, masih pilihan dan sasaran penerapan untuk sekolah penggerak. ”Di Kudus, (pelaksanaan Kurikulum Prototipe) tahun ini baru pada sekolah penggerak. Proses penentuan sekolah penggerak itu, sekarang masih menunggu pleno dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah,” ujarnya.

Sekolah-sekolah yang menjadi percontohan itu, untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) ada tujuh lembaga pendidikan, 20 SD, dan tiga SMP. Jumlah tersebut sesuai dengan kuota dari Kemendikbud Ristek.

Afri menerangkan, Kurikulum Prototipe ini penyempurnaan dari Kurikulum 2013 (K-13). Jadi, guru tidak perlu khawatir, nantinya akan ada pendalaman tentang Kurikulum Prototipe. ”Guru-guru saat ini harus tahu kompetensi dan bakat siswa. Sebab, di Kurikulum Prototipe hal itu menjadi utama. Tidak ada lagi pemaksaan. Misalnya memilih jurusan, siswa suka pelajaran IPS, tapi dipaksa guru masuk IPA,” terangnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/