alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Menumbuhkan Pendidikan Karakter di Masa Pandemi

SATU tahun lebih pandemi melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu dampaknya yaitu pembelajaran secara tatap muka dihentikan dan digantikan dengan daring. Baik melalui Whatsapp, Youtube, Googleclassroom, dan lain-lain. Begitu juga di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pembelajaran tatap muka untuk sementara dihentikan dan ada sanksi tegas bagi sekolah-sekolah yang terbukti melanggarnya.

Meskipun secara formal kegiatan pendidikan masih bisa dilaksanakan secara online, namun pendidikan karakter peserta didik selama pandemi sedikit terabaikan. Selama pembelajaran virtual intensitas perjumpaan guru dengan peserta didik berkurang dan komunikasi hanya dilakukan melalui dunia maya. Kedekatan batin yang terjalin melalui bimbingan, arahan, dan tauladan antara peserta didik dan guru tidak berjalan baik. Peserta didik seperti kehilangan figur yang digugu dan ditiru. Kondisi tersebut membawa kekosongan dalam diri peserta didik terhadap nilai-nilai pendidikan moral dan karakter.

Pendidikan karakter bertujuan untuk membangun dan membentuk penyempurnaan diri secara komprehensif, guna membentuk kemampuan diri individu. Nah, siapa yang seharusnya membentuk pendidikan karakter?


Menurut Peraturan Presiden tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) mengharuskan masyarakat untuk memperdalam dan nilai-nilai utama yakni, religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan saling membantu atau gotong royong. Nilai-nilai yang dibawa tersebut diharapkan dapat diterapkan di setiap lini khususnya pada sistem pendidikan kita sekarang ini.

Lalu, bagaimanakah cara menumbuhkan pendidikan karakter anak di masa pandemi Covid-19?  Pandemi Covid-19 berdampak pada semua bidang. Terjadi perubahan kurikulum pembelajaran pada siswa yang mewajibkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau online. Guru sebagai seorang pendidik dituntut untuk menjadi pemimpin dari peserta didiknya. Di era pandemi Covid-19, pembelajaran online menjadi tantangan bagi guru untuk memberikan materi, dorongan moral serta akhlak kepada peserta didiknya. Sebagian besar guru hanya terfokus pada materi dan tugas, sehingga aspek afektif terlewatkan.

Baca Juga :  Pentingnya Mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA)

Mengingat sangat pentingnya pendidikan karakter peserta didik di era pandemi saat ini, sekolah dituntut untuk memainkan peran dan tanggungjawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik dan membantu para peserta didik membentuk dan membangun karakter mereka dengan nilai-nilai yang baik. Cara yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

Pertama, membangun kerjasama yang kuat antara guru dengan orangtua maupun masyarakat. Guru dari sekolah selalu memonitor perkembangan belajar peserta didik didik. Selain itu, guru selalu memberikan tugas dan motivasi sehingga peserta didik tidak jenuh belajar.

Kedua, memberikan lembar kontrol kepada peserta didik. Pendidikan karakter melalui sekolah jarak jauh disaat peserta didik sedang school from home (sekolah dari rumah) dapat tetap dikawal dan dikontrol oleh para guru. Salah satunya dengan memberikan lembar kontrol karakter. Ada banyak karakter positif yang dapat dikembangkan oleh guru sesuai kompetensi inti dari kurikulum 2013 seperti memiliki sifat religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dll.

Ketiga, mendesain metode pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk mandiri, kreatif, disiplin serta bertanggungjawab.

Keempat, guru menjadi teladan bagi peserta didiknya. Guru tidak hanya memberikan tugas, ceramah, akan tetapi juga harus memberikan contoh kepada peserta didik.

Pendidikan karakter sangatlah penting, agar generasi ini tidak hancur terkikis oleh kemajuan zaman. Diperlukan kerjasama yang baik antara guru, peserta didik, orangtua dan masyarakat. Semoga pandemi ini cepat berlalu agar pendidikan di negeri ini normal kembali. (*)

SATU tahun lebih pandemi melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu dampaknya yaitu pembelajaran secara tatap muka dihentikan dan digantikan dengan daring. Baik melalui Whatsapp, Youtube, Googleclassroom, dan lain-lain. Begitu juga di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pembelajaran tatap muka untuk sementara dihentikan dan ada sanksi tegas bagi sekolah-sekolah yang terbukti melanggarnya.

Meskipun secara formal kegiatan pendidikan masih bisa dilaksanakan secara online, namun pendidikan karakter peserta didik selama pandemi sedikit terabaikan. Selama pembelajaran virtual intensitas perjumpaan guru dengan peserta didik berkurang dan komunikasi hanya dilakukan melalui dunia maya. Kedekatan batin yang terjalin melalui bimbingan, arahan, dan tauladan antara peserta didik dan guru tidak berjalan baik. Peserta didik seperti kehilangan figur yang digugu dan ditiru. Kondisi tersebut membawa kekosongan dalam diri peserta didik terhadap nilai-nilai pendidikan moral dan karakter.

Pendidikan karakter bertujuan untuk membangun dan membentuk penyempurnaan diri secara komprehensif, guna membentuk kemampuan diri individu. Nah, siapa yang seharusnya membentuk pendidikan karakter?

Menurut Peraturan Presiden tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) mengharuskan masyarakat untuk memperdalam dan nilai-nilai utama yakni, religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan saling membantu atau gotong royong. Nilai-nilai yang dibawa tersebut diharapkan dapat diterapkan di setiap lini khususnya pada sistem pendidikan kita sekarang ini.

Lalu, bagaimanakah cara menumbuhkan pendidikan karakter anak di masa pandemi Covid-19?  Pandemi Covid-19 berdampak pada semua bidang. Terjadi perubahan kurikulum pembelajaran pada siswa yang mewajibkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau online. Guru sebagai seorang pendidik dituntut untuk menjadi pemimpin dari peserta didiknya. Di era pandemi Covid-19, pembelajaran online menjadi tantangan bagi guru untuk memberikan materi, dorongan moral serta akhlak kepada peserta didiknya. Sebagian besar guru hanya terfokus pada materi dan tugas, sehingga aspek afektif terlewatkan.

Baca Juga :  SMK Assa’idiyah Kudus Borong Prestasi Tingkat Nasional

Mengingat sangat pentingnya pendidikan karakter peserta didik di era pandemi saat ini, sekolah dituntut untuk memainkan peran dan tanggungjawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik dan membantu para peserta didik membentuk dan membangun karakter mereka dengan nilai-nilai yang baik. Cara yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

Pertama, membangun kerjasama yang kuat antara guru dengan orangtua maupun masyarakat. Guru dari sekolah selalu memonitor perkembangan belajar peserta didik didik. Selain itu, guru selalu memberikan tugas dan motivasi sehingga peserta didik tidak jenuh belajar.

Kedua, memberikan lembar kontrol kepada peserta didik. Pendidikan karakter melalui sekolah jarak jauh disaat peserta didik sedang school from home (sekolah dari rumah) dapat tetap dikawal dan dikontrol oleh para guru. Salah satunya dengan memberikan lembar kontrol karakter. Ada banyak karakter positif yang dapat dikembangkan oleh guru sesuai kompetensi inti dari kurikulum 2013 seperti memiliki sifat religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dll.

Ketiga, mendesain metode pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk mandiri, kreatif, disiplin serta bertanggungjawab.

Keempat, guru menjadi teladan bagi peserta didiknya. Guru tidak hanya memberikan tugas, ceramah, akan tetapi juga harus memberikan contoh kepada peserta didik.

Pendidikan karakter sangatlah penting, agar generasi ini tidak hancur terkikis oleh kemajuan zaman. Diperlukan kerjasama yang baik antara guru, peserta didik, orangtua dan masyarakat. Semoga pandemi ini cepat berlalu agar pendidikan di negeri ini normal kembali. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/