alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Pembelajaran Matematika dengan Botol Bekas

MATEMATIKA merupakan salah satu pengetahuan manusia yang paling bermanfaat dalam kehidupan. Hampir setiap kehidupan kita mengandung matematika sehingga anak-anak membutuhkan pengalaman yang tepat untuk bisa menghargai kenyataan bahwa matematika adalah penting untuk masa depan mereka. Oleh karena itu model pembelajaran matematika yang baik harus lah bisa membentuk logika berfikir bukan sekadar pandai berhitung. Karena berhitung dapat dilakukan dengan alat bantu seperti kalkulator, komputer, dll. Namun dalam menyelesaikan masalah perlu logika berfikir dan analisis.

Matematika sendiri pada dasarnya mengajarkan logika berfikir berdasarkan akal dan nalar. Namun, sifat umum matematika itu abstrak dan tidak nyata karena terdiri atas simbol-simbol. Sehingga secara natural model pembelajaran matematika yang baik adalah secara nyata dengan melihat, merasakan, dan melakukan dengan tangan para siswa. Atau secara konsep bisa diajarkan dengan cara dilihat, dipegang dan dimainkan, digambar, diucapkan, lalu ditulis.

Model pembelajaran matematika sebaiknya dimulai dengan mengangkat situasi dari kehidupan sehari hari, misalnya dengan penggunaaan botol  bekas air mineral untuk materi sistem persamaan linier dua variabel di SMP Negeri 4 Cepu. Anak-anak di suruh mengumpulkan botol bekas air mineral yang berserakan di lingkungan sekolah untuk pembelajaran, selain itu juga anak-anak sudah ditanamkan nilai kesadaran tentang lingkungan sekolah yang bersih terutama berkaitan dengan sekolah Adiwiyata yang menekankan tentang kebersihan sekolah.


Ketika kita belajar tentang sistem persamaan linier dua variabel maka kita akan dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat keseharian misalnya tentang jual beli dan untung rugi. Kita bisa menggunakan botol bekas untuk kita jual sesama teman kita dengan harga yang murah atau di jual ke bapak ibu guru dan hasil penjualan tersebut kita hitung untung yang di dapatkan dengan modal yang sangat murah bahkan gratis karena kita pungut dari lingkungan sekitar sekolah.

Baca Juga :  Tata Krama Siswa di Masa Pandemi

Selain dapat menambah antusias anak-anak dalam pembelajaran matematika, pemanfaatan botol plastik air mineral ini juga menambah wawasan siswa bahwa barang bekas juga masih dapat menjadi komoditas ekonomi yaitu nilai jual. Dengan kita menjual botol-botol tersebut maka kita akan dapat memanfaatkan nilai ekonomi berupa uang dari penjualan botol-botol tersebut. Selain itu jika kita menyumbangkan sebagian uang dari penjualan tersebut ke mushala sekolah maka kita juga membikan pembelajaran tentang nilai-nilai sosial dan spiritual karena bernilai infak atau sedekah.

Setelah kegiatan selesai masing-masing anak dapat melaporkan hasil kegiatan yang telah dilakukan. Mereka menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilakukan dan disampaikan di depan kelas. Anak-anak  yang lain boleh menanggapi dan menanyakan hasil yang diperoleh dan berapa uang yang didapatkan dari penjualan botol-botol bekas tersebut. Guru memberikan penjelasan singkat tentang hasil yang disampaikan oleh beberapa anak yang telah ditunjuk dan sekaligus memberi kesimpulan. Selanjutnya siswa mengerjakan soal yang diberikan guru sebagai evaluasi. Sebagai akhir dari pembelajaran matematika sistem persamaan linier dua variabel dengan model botol bekas air mineral siswa berdoa bersama.

Demikian salah satu model pembelajaran yang paling cocok untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika sistem persamaan linier dua variabel di SMP Negeri 4 Cepu dengan botol bekas air mineral, semoga tulisan artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita terapkan sebagai alternatif pembelajaran di sokolah masing-masing. (*)

MATEMATIKA merupakan salah satu pengetahuan manusia yang paling bermanfaat dalam kehidupan. Hampir setiap kehidupan kita mengandung matematika sehingga anak-anak membutuhkan pengalaman yang tepat untuk bisa menghargai kenyataan bahwa matematika adalah penting untuk masa depan mereka. Oleh karena itu model pembelajaran matematika yang baik harus lah bisa membentuk logika berfikir bukan sekadar pandai berhitung. Karena berhitung dapat dilakukan dengan alat bantu seperti kalkulator, komputer, dll. Namun dalam menyelesaikan masalah perlu logika berfikir dan analisis.

Matematika sendiri pada dasarnya mengajarkan logika berfikir berdasarkan akal dan nalar. Namun, sifat umum matematika itu abstrak dan tidak nyata karena terdiri atas simbol-simbol. Sehingga secara natural model pembelajaran matematika yang baik adalah secara nyata dengan melihat, merasakan, dan melakukan dengan tangan para siswa. Atau secara konsep bisa diajarkan dengan cara dilihat, dipegang dan dimainkan, digambar, diucapkan, lalu ditulis.

Model pembelajaran matematika sebaiknya dimulai dengan mengangkat situasi dari kehidupan sehari hari, misalnya dengan penggunaaan botol  bekas air mineral untuk materi sistem persamaan linier dua variabel di SMP Negeri 4 Cepu. Anak-anak di suruh mengumpulkan botol bekas air mineral yang berserakan di lingkungan sekolah untuk pembelajaran, selain itu juga anak-anak sudah ditanamkan nilai kesadaran tentang lingkungan sekolah yang bersih terutama berkaitan dengan sekolah Adiwiyata yang menekankan tentang kebersihan sekolah.

Ketika kita belajar tentang sistem persamaan linier dua variabel maka kita akan dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat keseharian misalnya tentang jual beli dan untung rugi. Kita bisa menggunakan botol bekas untuk kita jual sesama teman kita dengan harga yang murah atau di jual ke bapak ibu guru dan hasil penjualan tersebut kita hitung untung yang di dapatkan dengan modal yang sangat murah bahkan gratis karena kita pungut dari lingkungan sekitar sekolah.

Baca Juga :  Pentingnya Motivasi Belajar untuk Siswa

Selain dapat menambah antusias anak-anak dalam pembelajaran matematika, pemanfaatan botol plastik air mineral ini juga menambah wawasan siswa bahwa barang bekas juga masih dapat menjadi komoditas ekonomi yaitu nilai jual. Dengan kita menjual botol-botol tersebut maka kita akan dapat memanfaatkan nilai ekonomi berupa uang dari penjualan botol-botol tersebut. Selain itu jika kita menyumbangkan sebagian uang dari penjualan tersebut ke mushala sekolah maka kita juga membikan pembelajaran tentang nilai-nilai sosial dan spiritual karena bernilai infak atau sedekah.

Setelah kegiatan selesai masing-masing anak dapat melaporkan hasil kegiatan yang telah dilakukan. Mereka menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilakukan dan disampaikan di depan kelas. Anak-anak  yang lain boleh menanggapi dan menanyakan hasil yang diperoleh dan berapa uang yang didapatkan dari penjualan botol-botol bekas tersebut. Guru memberikan penjelasan singkat tentang hasil yang disampaikan oleh beberapa anak yang telah ditunjuk dan sekaligus memberi kesimpulan. Selanjutnya siswa mengerjakan soal yang diberikan guru sebagai evaluasi. Sebagai akhir dari pembelajaran matematika sistem persamaan linier dua variabel dengan model botol bekas air mineral siswa berdoa bersama.

Demikian salah satu model pembelajaran yang paling cocok untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika sistem persamaan linier dua variabel di SMP Negeri 4 Cepu dengan botol bekas air mineral, semoga tulisan artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita terapkan sebagai alternatif pembelajaran di sokolah masing-masing. (*)


Most Read

Artikel Terbaru

/