alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Pentingnya Penggunaan Media Pembelajaran dalam KBM

SEBELUM melaksanakan proses belajar mengajar, guru harus menyusun rencana pelaksanaan  pembelajaran (RPP) yang mencakup materi, metode, media/alat pembelajaran, sumber bahan, dan penilaian. Proses pembelajaran akan lebih bermakna bila guru dapat memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal.

Peran seorang guru dalam setiap proses pembelajaran sangatlah penting. Guru bertanggung jawab atas suksesnya kegiatan pembelajaran. Untuk itu, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk meningkatkan kompetensi, agar tidak ketinggalan zaman. Masih banyak guru yang enggan untuk mengubah pemikiran demi keberhasilan proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan beberapa hal, di antaranya, pertama, guru tidak terbiasa merancang RPP sendiri yang memanfaatkan media pembelajaran.

Kedua, guru mengalami kesulitan di dalam mendesain media pembelajaran yang interaktif dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana. Ketiga, guru merasa terbebani untuk selalu membuat atau menggunakan media di setiap kegiatan pembelajaran. Keempat, guru tidak mendapat pendampingan dalam memanfaatkan media pembelajaran yang atraktif, efektif, dan efisien.


Pengertian media pembelajaran menurut Association for Education Communication and Technology (AECT), media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi. Sedangkan menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. Mendefinisikan media pembelajaran merupakan alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Manfaat pengunaan media pembelajaran secara umum, pertama, memperjelas pesan agar tidak bersifat verbalistis. Siswa akan mendapat informasi yang nyata atau konkret, sehingga akan lebih terkesan dan tidak mudah hilang. Kedua, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera.

Baca Juga :  Merdeka Belajar dan Teknologi

Ketiga, menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dan sumber belajar. Keempat, memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, autoditori, dan kinestetiknya. Kelima, memberi rangsangan yang sama dan menimbulkan persepsi yang sama terhadap pemahaman peserta didik. Keenam, menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik. Ketujuh, meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Guru bukan satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered), tetapi lebih diharapkan berpusat pada siswa (student centered). Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator. Siswa secara aktif berinteraktif dengan sumber belajar, berupa lingkungan.

Lingkungan yang dimaksud, pertama, guru itu sendiri. Artinya, sikap dan perilaku guru harus dapat digugu dan ditiru oleh siswa. Guru harus dapat menjadi teladan bagi anak didiknya.

Kedua, siswa lain. Artinya, sesama siswa bisa menjadi tutor sebaya dalam proses belajar mengajar. Ketiga, kepala sekolah. Artinya seorang kepala sekolah harus mampu mengelola dan memanaj kegiatan pembelajaran di sekolah, agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.

Keempat, petugas perpustakaan. Artinya, petugas perpustakaan harus mampu mengatur dan menata buku-buku perpustakaan sebagai sumber belajar siswa. Kelima, bahan atau materi ajar (buku,modul,majalah, rekam video atau audio). Keenam, sumber belajar serta fasilitas (OHP, video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat-pusat sumber belajar, termasuk alam sekitar).

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan, betapa pentingnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar siswa. Pembelajaran yang efektif dapat dilihat dengan penggunaan media pembelajaran saat proses belajar mengajar. (*)

SEBELUM melaksanakan proses belajar mengajar, guru harus menyusun rencana pelaksanaan  pembelajaran (RPP) yang mencakup materi, metode, media/alat pembelajaran, sumber bahan, dan penilaian. Proses pembelajaran akan lebih bermakna bila guru dapat memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal.

Peran seorang guru dalam setiap proses pembelajaran sangatlah penting. Guru bertanggung jawab atas suksesnya kegiatan pembelajaran. Untuk itu, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk meningkatkan kompetensi, agar tidak ketinggalan zaman. Masih banyak guru yang enggan untuk mengubah pemikiran demi keberhasilan proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan beberapa hal, di antaranya, pertama, guru tidak terbiasa merancang RPP sendiri yang memanfaatkan media pembelajaran.

Kedua, guru mengalami kesulitan di dalam mendesain media pembelajaran yang interaktif dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana. Ketiga, guru merasa terbebani untuk selalu membuat atau menggunakan media di setiap kegiatan pembelajaran. Keempat, guru tidak mendapat pendampingan dalam memanfaatkan media pembelajaran yang atraktif, efektif, dan efisien.

Pengertian media pembelajaran menurut Association for Education Communication and Technology (AECT), media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi. Sedangkan menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. Mendefinisikan media pembelajaran merupakan alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Manfaat pengunaan media pembelajaran secara umum, pertama, memperjelas pesan agar tidak bersifat verbalistis. Siswa akan mendapat informasi yang nyata atau konkret, sehingga akan lebih terkesan dan tidak mudah hilang. Kedua, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera.

Baca Juga :  Antusiasme Tinggi, Pendaftar Guru Penggerak di Rembang Tembus 921 Peserta

Ketiga, menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dan sumber belajar. Keempat, memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, autoditori, dan kinestetiknya. Kelima, memberi rangsangan yang sama dan menimbulkan persepsi yang sama terhadap pemahaman peserta didik. Keenam, menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik. Ketujuh, meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Guru bukan satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered), tetapi lebih diharapkan berpusat pada siswa (student centered). Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator. Siswa secara aktif berinteraktif dengan sumber belajar, berupa lingkungan.

Lingkungan yang dimaksud, pertama, guru itu sendiri. Artinya, sikap dan perilaku guru harus dapat digugu dan ditiru oleh siswa. Guru harus dapat menjadi teladan bagi anak didiknya.

Kedua, siswa lain. Artinya, sesama siswa bisa menjadi tutor sebaya dalam proses belajar mengajar. Ketiga, kepala sekolah. Artinya seorang kepala sekolah harus mampu mengelola dan memanaj kegiatan pembelajaran di sekolah, agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.

Keempat, petugas perpustakaan. Artinya, petugas perpustakaan harus mampu mengatur dan menata buku-buku perpustakaan sebagai sumber belajar siswa. Kelima, bahan atau materi ajar (buku,modul,majalah, rekam video atau audio). Keenam, sumber belajar serta fasilitas (OHP, video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat-pusat sumber belajar, termasuk alam sekitar).

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan, betapa pentingnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar siswa. Pembelajaran yang efektif dapat dilihat dengan penggunaan media pembelajaran saat proses belajar mengajar. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/