alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Pembelajaran PAI dengan Pendekatan Integratif pada Masa Pandemi Covid

DI tengah situasi pandemi Covid-19 yang berdampak ke bidang pendidikan sejak Maret 2020, mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh. Para pelaku pendidikan harus berpikir kreatif serta bertindak cepat dan tepat agar proses pendidikan dan pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Termasuknya pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) juga harus tetap berjalan serta memiliki hasil positif bagi peserta didik. Sebagaimana disampaikan sebelumnya bahwa pendidikan PAI tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, begitupun di tengah pandemi Covid-19 ini. Oleh karenanya, diperlukan strategi khusus untuk mencapai hal tersebut.

SD Negeri 2 Sindurejo merupakan satu dari ribuan sekolah di Indonesia yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Di sekolah ini, Pendidikan Agama Islam tidak hanya mencakup materi kompetensi dasar yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pembelajaran PAI di sekolah ini ditambah dengan pembentukan lingkungan yang mendukung adanya pelaksanaan pembelajaran PAI di luar kelas, pengamalan ibadah sehari-hari, dan tambahan materi Alquran yang menjadi program khusus di sekolah ini. Semua materi tersebut dilaksanakan secara integratif baik di kelas, di luar kelas, dan di rumah melalui berbagai program. Strategi ini diharapkan bisa menjadikan pembelajaran PAI lebih relevan dengan realita dan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif. Terkhusus di tengah pandemi Covid-19 ini dimana pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh, tentu ada strategi khusus yang dilakukan oleh sekolah berkenaan dengan pembelajaran PAI  secara integratif.

Di SD Negeri 2 Sindurejo ada beberapa materi dalam PAI yang diintegrasikan dalam program- program di sekolah. Program-program yang diintegrasikan tersebut yaitu: Pertama, materi Alquran yang meliputi Baca Tulis Alquran (BTAQ) dan hafalan Alquran. Dalam kurikulum  PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang memahami bacaan Alquran. Pembelajaran materi tentang baca tulis Alquran tidak hanya diajarkan di dalam jam pelajaran PAI namun juga diajarkan di luar itu, yaitu dilakukan setiap hari dari pukul 07.40-08.10 WIB.


Selanjutnya adalah menghafalkan ayat-ayat Alquran. Dalam kurikulum PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang menghafalkan ayat-ayat Alquran. Di SD Negeri 2 Sindurejo ini, pembelajaran materi tentang hafalan ayat-ayat Alqurantidak  hanya diajarkan di jam pelajaran PAI, namun diajarkan secara rutin di sekolah dengan didampingi guru khusus hafalan Alquran.

Baca Juga :  Situs Purbakala Patiayam Sumber Belajar IPS

Kedua, materi fiqih. Adapun materi fiqih yang terintegratif adalah shalat dhuha dan shalat dzuhur di sekolah. Dalam kurikulum PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang shalat. Pembelajaran materi tentang shalat dhuha tidak hanya diajarkan di jam pelajaran PAI, namun diajarkan dengan praktik langsung yang dilakukan setiap mengawali kegiatan pembelajaran di sekolah setiap pagi.

Materi integratif langsung selanjutnya adalah shalat dzuhur secara  berjamaah.  Dalam kurikulum PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang shalat lima waktu serta disunahkan untuk berjamaah. Pembelajaran materi tentang shalat lima waktu tidak hanya diajarkan di jam pelajaran PAI, namun diajarkan dengan praktik langsung shalat dhuhur dan ashar berjamaah yang dilakukan setiap hari sekolah dengan didampingi guru.

Ketiga, materi akhlak. Dalam kurikulum PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang akhlak dan ajaran-ajaran untuk hidup bersosial di masyarakat seperti toleransi, bersimpati, hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, tolong menolong, dan lain sebagainya. Di SD Plus Tahfizhul Quran (PTQ) Annida, pembelajaran tentang akhlak ini tidak hanya diajarkan di kelas saat jam pelajaran PAI, namun dilakukan dalam sikap keseharian di sekolah. Lebih dalam lagi, terkait dengan penanaman akhlak ini, sekolah menjalin kerjasama dengan orang tua sebagai wujud kepedulian bersama untuk mendidik dan mengarahkan putra-putrinya terkait dengan akhlak.

Program pembelajaran PAI secara integratif ini terlaksana sejak sebelum pandemi sampai di masa pandemi covid- 19 seperti saat ini. Hasil dari program integratif ini baik integratif langsung di sekolah ataupun integratif dengan orang tua di rumah bisa dikatakan berhasil. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 75% siswa-siswa melaksanakan shalat dengan tertib, siswa tidak hanya melaksanakan shalat wajib, tapi juga pembiasaan shalat sunah, siswa juga memiliki kebiasaan untuk melaksanakan shalat dengan berjamaah, siswa memiliki hafalan lebih banyak karena sekolah memiliki program khusus yaitu mengaji dan menghafalkan Alquran, pembiasaan positif siswa saat membantu mengerjakan tugas-tugas orang tua di rumah, pembiasaan siswa dalam menolong sesama dan bersikap empati serta simpati. (*)

DI tengah situasi pandemi Covid-19 yang berdampak ke bidang pendidikan sejak Maret 2020, mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh. Para pelaku pendidikan harus berpikir kreatif serta bertindak cepat dan tepat agar proses pendidikan dan pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Termasuknya pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) juga harus tetap berjalan serta memiliki hasil positif bagi peserta didik. Sebagaimana disampaikan sebelumnya bahwa pendidikan PAI tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, begitupun di tengah pandemi Covid-19 ini. Oleh karenanya, diperlukan strategi khusus untuk mencapai hal tersebut.

SD Negeri 2 Sindurejo merupakan satu dari ribuan sekolah di Indonesia yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Di sekolah ini, Pendidikan Agama Islam tidak hanya mencakup materi kompetensi dasar yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pembelajaran PAI di sekolah ini ditambah dengan pembentukan lingkungan yang mendukung adanya pelaksanaan pembelajaran PAI di luar kelas, pengamalan ibadah sehari-hari, dan tambahan materi Alquran yang menjadi program khusus di sekolah ini. Semua materi tersebut dilaksanakan secara integratif baik di kelas, di luar kelas, dan di rumah melalui berbagai program. Strategi ini diharapkan bisa menjadikan pembelajaran PAI lebih relevan dengan realita dan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif. Terkhusus di tengah pandemi Covid-19 ini dimana pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh, tentu ada strategi khusus yang dilakukan oleh sekolah berkenaan dengan pembelajaran PAI  secara integratif.

Di SD Negeri 2 Sindurejo ada beberapa materi dalam PAI yang diintegrasikan dalam program- program di sekolah. Program-program yang diintegrasikan tersebut yaitu: Pertama, materi Alquran yang meliputi Baca Tulis Alquran (BTAQ) dan hafalan Alquran. Dalam kurikulum  PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang memahami bacaan Alquran. Pembelajaran materi tentang baca tulis Alquran tidak hanya diajarkan di dalam jam pelajaran PAI namun juga diajarkan di luar itu, yaitu dilakukan setiap hari dari pukul 07.40-08.10 WIB.

Selanjutnya adalah menghafalkan ayat-ayat Alquran. Dalam kurikulum PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang menghafalkan ayat-ayat Alquran. Di SD Negeri 2 Sindurejo ini, pembelajaran materi tentang hafalan ayat-ayat Alqurantidak  hanya diajarkan di jam pelajaran PAI, namun diajarkan secara rutin di sekolah dengan didampingi guru khusus hafalan Alquran.

Baca Juga :  Kemarin Dihentikan, Sekarang Pemkab Blora Izinkan PTM Lagi, Ada Apa?

Kedua, materi fiqih. Adapun materi fiqih yang terintegratif adalah shalat dhuha dan shalat dzuhur di sekolah. Dalam kurikulum PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang shalat. Pembelajaran materi tentang shalat dhuha tidak hanya diajarkan di jam pelajaran PAI, namun diajarkan dengan praktik langsung yang dilakukan setiap mengawali kegiatan pembelajaran di sekolah setiap pagi.

Materi integratif langsung selanjutnya adalah shalat dzuhur secara  berjamaah.  Dalam kurikulum PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang shalat lima waktu serta disunahkan untuk berjamaah. Pembelajaran materi tentang shalat lima waktu tidak hanya diajarkan di jam pelajaran PAI, namun diajarkan dengan praktik langsung shalat dhuhur dan ashar berjamaah yang dilakukan setiap hari sekolah dengan didampingi guru.

Ketiga, materi akhlak. Dalam kurikulum PAI, disebutkan tentang adanya materi-materi tentang akhlak dan ajaran-ajaran untuk hidup bersosial di masyarakat seperti toleransi, bersimpati, hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, tolong menolong, dan lain sebagainya. Di SD Plus Tahfizhul Quran (PTQ) Annida, pembelajaran tentang akhlak ini tidak hanya diajarkan di kelas saat jam pelajaran PAI, namun dilakukan dalam sikap keseharian di sekolah. Lebih dalam lagi, terkait dengan penanaman akhlak ini, sekolah menjalin kerjasama dengan orang tua sebagai wujud kepedulian bersama untuk mendidik dan mengarahkan putra-putrinya terkait dengan akhlak.

Program pembelajaran PAI secara integratif ini terlaksana sejak sebelum pandemi sampai di masa pandemi covid- 19 seperti saat ini. Hasil dari program integratif ini baik integratif langsung di sekolah ataupun integratif dengan orang tua di rumah bisa dikatakan berhasil. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari 75% siswa-siswa melaksanakan shalat dengan tertib, siswa tidak hanya melaksanakan shalat wajib, tapi juga pembiasaan shalat sunah, siswa juga memiliki kebiasaan untuk melaksanakan shalat dengan berjamaah, siswa memiliki hafalan lebih banyak karena sekolah memiliki program khusus yaitu mengaji dan menghafalkan Alquran, pembiasaan positif siswa saat membantu mengerjakan tugas-tugas orang tua di rumah, pembiasaan siswa dalam menolong sesama dan bersikap empati serta simpati. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/