alexametrics
26.2 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Mendorong Anak Berpartisipasi dalam Diskusi Kelas

DALAM kegiatan pembelajaran, masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran ceramah. Hal ini tentu akan sangat membosankan karena hanya terjadi komunikasi satu arah, yakni guru ke siswa. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila model pembelajaran ceramah tersebut dikombinasiakan dengan metode pembelajaran yang lainnya. Salah satu metode pembelajaran yang dapat dikombinasikan dengan metode ceramah adalah metode diskusi.

Jika metode ceramah hanya berpusat pada guru, maka metode diskusi ini berpusat pada semua siswa. Siswa dapat mengeluarkan pertanyaan, jawaban, komentar maupun pendapatnya melalui metode pembelajaran diskusi ini. Untuk menarik minat belajar siswa dengan metode pembelajaran diskusi ini, guru harus mampu mengelola kegiatan diskusi ini dengan baik.

Dalam mengelola kegiatan pembelajaran diskusi agar berjalan lancar, maka guru harus melihat peran aktif siswa dan guru dapat mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan diskusi tersebut. Hal ini dikarenakan di dalam satu kelas terdapat beragam siswa. Ada siswa yang aktif bertanya, menanggapi, dan memberi komentar serta adapula siswa yang pasif dalam bertanya, menanggapi maupun berkomentar. Disinilah peran guru dibutuhkan. Guru harus mampu mendorong siswa pasif untuk mau berperan aktif dan berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan diskusi.


Sering kita temui siswa diam dan tidak berpartisipasi dalam kegiatan diskusi dikarenakan mereka tidak punya gagasan yang relevan dengan topik diskusi. Bisa juga siswa tersebut merasa tertekan dan tidak nyaman selama kegiatan diskusi. Kalau masing-masing anak merasa tertekan saat mengikuti kegiatan diskusi, umumnya siswa tersebut menginginkan agar kegiatan diskusi cepat berakhir. Pada kegiatan ini, anak merasa tidak nyaman sehingga enggan berpartisipasi.

Menghadapi situasi seperti ini, sebaiknya guru menyampaikan topik diskusi beberapa hari sebelum kegiatan diskusi dilaksanakan. Guru juga perlu mengingatkan siswa untuk membuat catatan tentang informasi yang sesuai dengan topik diskusi. Guru juga perlu mendorong siswa menyiapkan pertanyaan tertulis sebelum kegiatan diskusi. Untuk membuat anak mau berpartisipasi, buatlah suasana yang nyaman saat kegiatan diskusi berlangsung. Misalnya memberi waktu sekitar 5 sampai 10 menit sebelum diskusi kelas dimulai, agar siswa mampu mempersiapkan diri dalam kegiatan diskusi kelas.

Baca Juga :  Keteladanan Orang Tua dalam Menanamkan Pelaksanaan Ibadah Salat 

Saat siswa masih sibuk dengan tugas yang belum selesai, guru tidak perlu menegur dengan keras. Selain itu guru dapat berbincang-bincang dengan siswa, agar siswa dapat mendengarkan gagasan lain yang mungkin berbeda dengan gagasan siswa tersebut. Pada kondisi ini, siswa berkesempatan untuk memperbaiki atau menerima gagasan baru dari temannya. Pada diskusi kelas, semua anak memiliki kesempatan yang sama dalam berbicara dan bertanya. Guru perlu membuat aturan agar semua anak memiliki peluang untuk berbicara dan bertanya. Dalam diskusi kelas guru perlu menata kelas dengan nyaman, karena tidak semua siswa berani berbicara. Oleh karena itu, guru sesekali bisa berjalan mendekati siswa yang agak jauh posisinya dari guru.

Selain itu, untuk mendorong siswa agar mau berpartisipasi dalam kegiatan diskusi ini, guru dapat membuat sebuah permainan yang menyenangkan supaya beban belajar siswa menjadi lebih ringan. Terimalah semua pemikiran untuk masukan dan biarkan siswa untuk menolak gagasan yang tidak sesuai dengan pemikirannya. Usahakan guru tidak memaksakan pendapatnya, tapi cukup meminta alasan dan bukti yang bisa jadi alternative dari pendapatnya tersebut. Dengan metode diskusi ini, dapat mendorong siswa mencapai tujuan pembelajaran. (*)

DALAM kegiatan pembelajaran, masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran ceramah. Hal ini tentu akan sangat membosankan karena hanya terjadi komunikasi satu arah, yakni guru ke siswa. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila model pembelajaran ceramah tersebut dikombinasiakan dengan metode pembelajaran yang lainnya. Salah satu metode pembelajaran yang dapat dikombinasikan dengan metode ceramah adalah metode diskusi.

Jika metode ceramah hanya berpusat pada guru, maka metode diskusi ini berpusat pada semua siswa. Siswa dapat mengeluarkan pertanyaan, jawaban, komentar maupun pendapatnya melalui metode pembelajaran diskusi ini. Untuk menarik minat belajar siswa dengan metode pembelajaran diskusi ini, guru harus mampu mengelola kegiatan diskusi ini dengan baik.

Dalam mengelola kegiatan pembelajaran diskusi agar berjalan lancar, maka guru harus melihat peran aktif siswa dan guru dapat mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan diskusi tersebut. Hal ini dikarenakan di dalam satu kelas terdapat beragam siswa. Ada siswa yang aktif bertanya, menanggapi, dan memberi komentar serta adapula siswa yang pasif dalam bertanya, menanggapi maupun berkomentar. Disinilah peran guru dibutuhkan. Guru harus mampu mendorong siswa pasif untuk mau berperan aktif dan berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan diskusi.

Sering kita temui siswa diam dan tidak berpartisipasi dalam kegiatan diskusi dikarenakan mereka tidak punya gagasan yang relevan dengan topik diskusi. Bisa juga siswa tersebut merasa tertekan dan tidak nyaman selama kegiatan diskusi. Kalau masing-masing anak merasa tertekan saat mengikuti kegiatan diskusi, umumnya siswa tersebut menginginkan agar kegiatan diskusi cepat berakhir. Pada kegiatan ini, anak merasa tidak nyaman sehingga enggan berpartisipasi.

Menghadapi situasi seperti ini, sebaiknya guru menyampaikan topik diskusi beberapa hari sebelum kegiatan diskusi dilaksanakan. Guru juga perlu mengingatkan siswa untuk membuat catatan tentang informasi yang sesuai dengan topik diskusi. Guru juga perlu mendorong siswa menyiapkan pertanyaan tertulis sebelum kegiatan diskusi. Untuk membuat anak mau berpartisipasi, buatlah suasana yang nyaman saat kegiatan diskusi berlangsung. Misalnya memberi waktu sekitar 5 sampai 10 menit sebelum diskusi kelas dimulai, agar siswa mampu mempersiapkan diri dalam kegiatan diskusi kelas.

Baca Juga :  Keteladanan Orang Tua dalam Menanamkan Pelaksanaan Ibadah Salat 

Saat siswa masih sibuk dengan tugas yang belum selesai, guru tidak perlu menegur dengan keras. Selain itu guru dapat berbincang-bincang dengan siswa, agar siswa dapat mendengarkan gagasan lain yang mungkin berbeda dengan gagasan siswa tersebut. Pada kondisi ini, siswa berkesempatan untuk memperbaiki atau menerima gagasan baru dari temannya. Pada diskusi kelas, semua anak memiliki kesempatan yang sama dalam berbicara dan bertanya. Guru perlu membuat aturan agar semua anak memiliki peluang untuk berbicara dan bertanya. Dalam diskusi kelas guru perlu menata kelas dengan nyaman, karena tidak semua siswa berani berbicara. Oleh karena itu, guru sesekali bisa berjalan mendekati siswa yang agak jauh posisinya dari guru.

Selain itu, untuk mendorong siswa agar mau berpartisipasi dalam kegiatan diskusi ini, guru dapat membuat sebuah permainan yang menyenangkan supaya beban belajar siswa menjadi lebih ringan. Terimalah semua pemikiran untuk masukan dan biarkan siswa untuk menolak gagasan yang tidak sesuai dengan pemikirannya. Usahakan guru tidak memaksakan pendapatnya, tapi cukup meminta alasan dan bukti yang bisa jadi alternative dari pendapatnya tersebut. Dengan metode diskusi ini, dapat mendorong siswa mencapai tujuan pembelajaran. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/