alexametrics
32.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Banyak Kelebihan Google Classroom saat PJJ

ADANYA pandemi virus Covid-19 ini, berdampak pada kegiatan belajar-mengajar di berbagai lembaga pendidikan. Baik sekolah maupun madrasah yang semula tatap muka di kelas, bergeser menjadi pendidikan jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) dengan sistem online (langsung) maupun offline (tunda).

PJJ merupakan suatu bentuk pembelajaran mandiri yang terorganisasi secara sistematis, di mana konseling, penyajian materi pembelajaran, serta penyeliaan dan pemantauan keberhasilan belajar siswa dilakukan sekelompok tenaga pengajar yang memiliki tanggung jawab berbeda. Pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh dengan menggunakan bantuan media. Kebalikan dari sistem PJJ adalah pendidikan langsung atau tatap muka, suatu sistem pembelajaran yang terjadi karena adanya kontak langsung antara tenaga pengajar dan siswa (Dohmen, 1967).

PJJ memang bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan. Pada 2012 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mengatur hal ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan PJJ. PJJ adalah proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi (Permendikbud No. 109/2013).


Kedua peraturan menteri tersebut, masih dalam koridor lembaga pendidikan/perguruan tinggi. Sedangkan untuk sekolah dasar dan menengah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan PJJ jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Perlu kita ketahui, dari ke hari sebaran virus Covid-19 semakin meningkat dan telah menyebar ke berbagai daerah. Banyak usulan dan berbagai wacana dari masyarakat hingga para pejabat agar dilakukan isolasi wilayah maupun pembatasan lokasi secara total alias lockdown. Berdasarkan berbagai pertimbangan, akhirnya pemerintah pusat mengambil jalan tengah dengan menerapkan sistem pembatasan sosial dalam sekala besar (PSBB). Pembelajaran juga dilaksanakan dengan PJJ.

Google Classroom merupakan salah satu aplikasi yang banyak digunakan dalam proses PJJ. Melalui aplikasi ini, guru bisa membagikan tugas kepada siswa, melakukan penilaian (grading), memberikan feedback, hingga saling bertukar file dengan siswa. Tentunya masih ada banyak kelebihan Google Classroom lain yang membuat platform satu ini, mampu mempermudah proses pembelajaran secara online.

Kelebihan Google Classroom, pertama, terintegrasi dengan layanan Google for Education lain. Serangkaian produk dan program yang dikembangkan Google untuk kebutuhan edukasi. Layanan lain dalam Google for Education adalah Google Workspace for Education, yang mencakup banyak aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Gmail, Calendar, Drive, Meet, dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  Jadikan Dirimu Menarik, agar Anak Tertarik

Berbagai aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan Google Classroom, sehingga proses pembelajaran jadi lebih praktis dan efisien. Contoh lain, file tugas yang dikumpulkan murid bisa langsung tersimpan di Google Drive yang berbasis cloud, sehingga  tidak perlu repot mengunduh file satu per satu untuk menilai, karena semua dapat diakses secara online.

Kedua, seluruh pembelajaran terpusat pada satu tempat. Berkat adanya integrasi dengan berbagai aplikasi Google lain, Google Classroom pun hadir sebagai platform terpusat untuk seluruh pembelajaran. Inilah kelebihan Google Classroom yang dapat memberikan kemudahan kepada guru dan siswa. Guru bisa menilai tugas siswa, menyimpan bahan ajar, hingga membagikan tugas dalam satu aplikasi saja. Di sisi lain, siswa juga bisa melihat semua tugas dalam folder tertentu dan mendapatkan feedback tugas dari guru.

Ketiga, mendukung kolaborasi secara efisien. Sejak awal, Google Classroom dirancang untuk mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Hanya dengan begitulah kolaborasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien walaupun secara online.

Kelebihan Google Classroom ini, dapat dirasakan melalui banyak cara. Bagi guru, bisa mengirimkan pemberitahuan kepada siswa tentang jadwal kelas online atau diskusi online. Nantinya, siswa juga punya kesempatan untuk memberikan feedback kepada teman-teman mereka dengan mengunggahnya ke forum diskusi di Google Classroom.

Keempat, Google Classroom menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan kertas. Sebagai platform pembelajaran yang terpusat, Google Classroom memungkinkan untuk melakukan banyak hal secara praktis.

Salah satu kelebihan Google Classroom yang paling terasa, kita takperlu mencetak tugas untuk dibagikan ke siswa. Cukup unggah soft file  dan siswa bisa langsung mengakses.

Setelah siswa selesai mengerjakan tugas, guru bisa langsung memberikan nilai sekaligus feedback. Di samping itu, karena semua dilakukan secara paperless, guru dan siswa dapat menghemat penggunaan kertas, juga sekaligus mengurangi risiko dampak buruk terhadap lingkungan.

Kelima, siswa bisa lebih cepat mendapatkan feedback dari guru. Salah satu sumber pembelajaran siswa tidak hanya dari materi yang disampaikan pengajar, tapi juga feedback yang diberikan melalui penilaian tugas. Melalui Google Classroom, hal ini bisa dengan mudah dilakukan berkat adanya fitur grading. Pada fitur grading, terdapat opsi bagi guru untuk memantau progres tugas setiap siswa. Guru bisa memberikan feedback atau mengedit tugas tersebut. Nantinya, tugas yang telah diedit atau mendapat feedback dapat dikembalikan kepada siswa, sehingga siswa bisa belajar dari komentar tersebut.

Dengan berbagai kelebihan tersebut, dapat mempermudah aktivitas pembelajaran sehingga mempermudah kita untuk melaksanakan PJJ. (*)

ADANYA pandemi virus Covid-19 ini, berdampak pada kegiatan belajar-mengajar di berbagai lembaga pendidikan. Baik sekolah maupun madrasah yang semula tatap muka di kelas, bergeser menjadi pendidikan jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) dengan sistem online (langsung) maupun offline (tunda).

PJJ merupakan suatu bentuk pembelajaran mandiri yang terorganisasi secara sistematis, di mana konseling, penyajian materi pembelajaran, serta penyeliaan dan pemantauan keberhasilan belajar siswa dilakukan sekelompok tenaga pengajar yang memiliki tanggung jawab berbeda. Pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh dengan menggunakan bantuan media. Kebalikan dari sistem PJJ adalah pendidikan langsung atau tatap muka, suatu sistem pembelajaran yang terjadi karena adanya kontak langsung antara tenaga pengajar dan siswa (Dohmen, 1967).

PJJ memang bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan. Pada 2012 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mengatur hal ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan PJJ. PJJ adalah proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi (Permendikbud No. 109/2013).

Kedua peraturan menteri tersebut, masih dalam koridor lembaga pendidikan/perguruan tinggi. Sedangkan untuk sekolah dasar dan menengah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan PJJ jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Perlu kita ketahui, dari ke hari sebaran virus Covid-19 semakin meningkat dan telah menyebar ke berbagai daerah. Banyak usulan dan berbagai wacana dari masyarakat hingga para pejabat agar dilakukan isolasi wilayah maupun pembatasan lokasi secara total alias lockdown. Berdasarkan berbagai pertimbangan, akhirnya pemerintah pusat mengambil jalan tengah dengan menerapkan sistem pembatasan sosial dalam sekala besar (PSBB). Pembelajaran juga dilaksanakan dengan PJJ.

Google Classroom merupakan salah satu aplikasi yang banyak digunakan dalam proses PJJ. Melalui aplikasi ini, guru bisa membagikan tugas kepada siswa, melakukan penilaian (grading), memberikan feedback, hingga saling bertukar file dengan siswa. Tentunya masih ada banyak kelebihan Google Classroom lain yang membuat platform satu ini, mampu mempermudah proses pembelajaran secara online.

Kelebihan Google Classroom, pertama, terintegrasi dengan layanan Google for Education lain. Serangkaian produk dan program yang dikembangkan Google untuk kebutuhan edukasi. Layanan lain dalam Google for Education adalah Google Workspace for Education, yang mencakup banyak aplikasi produktivitas Google seperti Docs, Gmail, Calendar, Drive, Meet, dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  Ketika Ada yang Baru

Berbagai aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan Google Classroom, sehingga proses pembelajaran jadi lebih praktis dan efisien. Contoh lain, file tugas yang dikumpulkan murid bisa langsung tersimpan di Google Drive yang berbasis cloud, sehingga  tidak perlu repot mengunduh file satu per satu untuk menilai, karena semua dapat diakses secara online.

Kedua, seluruh pembelajaran terpusat pada satu tempat. Berkat adanya integrasi dengan berbagai aplikasi Google lain, Google Classroom pun hadir sebagai platform terpusat untuk seluruh pembelajaran. Inilah kelebihan Google Classroom yang dapat memberikan kemudahan kepada guru dan siswa. Guru bisa menilai tugas siswa, menyimpan bahan ajar, hingga membagikan tugas dalam satu aplikasi saja. Di sisi lain, siswa juga bisa melihat semua tugas dalam folder tertentu dan mendapatkan feedback tugas dari guru.

Ketiga, mendukung kolaborasi secara efisien. Sejak awal, Google Classroom dirancang untuk mampu memenuhi kebutuhan komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Hanya dengan begitulah kolaborasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien walaupun secara online.

Kelebihan Google Classroom ini, dapat dirasakan melalui banyak cara. Bagi guru, bisa mengirimkan pemberitahuan kepada siswa tentang jadwal kelas online atau diskusi online. Nantinya, siswa juga punya kesempatan untuk memberikan feedback kepada teman-teman mereka dengan mengunggahnya ke forum diskusi di Google Classroom.

Keempat, Google Classroom menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan kertas. Sebagai platform pembelajaran yang terpusat, Google Classroom memungkinkan untuk melakukan banyak hal secara praktis.

Salah satu kelebihan Google Classroom yang paling terasa, kita takperlu mencetak tugas untuk dibagikan ke siswa. Cukup unggah soft file  dan siswa bisa langsung mengakses.

Setelah siswa selesai mengerjakan tugas, guru bisa langsung memberikan nilai sekaligus feedback. Di samping itu, karena semua dilakukan secara paperless, guru dan siswa dapat menghemat penggunaan kertas, juga sekaligus mengurangi risiko dampak buruk terhadap lingkungan.

Kelima, siswa bisa lebih cepat mendapatkan feedback dari guru. Salah satu sumber pembelajaran siswa tidak hanya dari materi yang disampaikan pengajar, tapi juga feedback yang diberikan melalui penilaian tugas. Melalui Google Classroom, hal ini bisa dengan mudah dilakukan berkat adanya fitur grading. Pada fitur grading, terdapat opsi bagi guru untuk memantau progres tugas setiap siswa. Guru bisa memberikan feedback atau mengedit tugas tersebut. Nantinya, tugas yang telah diedit atau mendapat feedback dapat dikembalikan kepada siswa, sehingga siswa bisa belajar dari komentar tersebut.

Dengan berbagai kelebihan tersebut, dapat mempermudah aktivitas pembelajaran sehingga mempermudah kita untuk melaksanakan PJJ. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/