alexametrics
23.5 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Ayo Tegakkan Empat Pilar Kebangsaan Bro

INDONESIA adalah negara bangsa dengan karakteristik kebesarannya, keluasannnya, dan kemajemukannya. Terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa dengan beragam agama dan budaya yang tersebar di sekitar 16.056 pulau, baik besar maupun kecil. Untuk itu, sangat diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan Indonesia tersebut. Konsep ini dinamakan Empat Pilar Kebangsaan.

Pilar kebangsaan harus kokoh dan kuat untuk menangkal berbagai bentuk ancaman serta gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Empart Pilar Kebangsaan Indonesia itu, berupa belief system (sistem keyakinan) dapat menjamin terwujudnya ketertiban keamanan, kenyamanan, keadilan, dan kesejahteraan hidup rakyat.

Empat Pilar Kebangsaan ini, berisikan pertama Pancasila. Pancasila berperan sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila menjadi belief system yang dapat mengakomodasi keanekaragaman bangsa Indonesia.


Undang-Undang Dasar 1945 merupakan pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Masyarakat harus memahami makna yang terdapat pada Pembukaan UUD 1945. Jika tidak memahami prinsip yang terdapat pada Pembukaan UUD 1945 maka tidak mungkin untuk melakukan evaluasi terhadap pasal-pasal pada batang tubuh UUD 1945.

Pilar ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para pendiri negara ini, memilih negara kesatuan sebagai bentuk negara Indonesia tercinta dengan berbagai pertimbangan. Alasan yang utama adanya sejarah politik devide et impera yang dilakukan Belanda di masa kolonial telah berhasil memecah belah bangsa Indonesia. Karena Indonesia belum bersatu diwaktu itu memperlemah perjuangan untuk mencapai kemerdekaan. Dengan bentuk negara kesatuan, diharapkan bangsa ini tidak dapat dipecah belah lagi. Tetap berdiri kokoh sebagai negara yang besar dan kuat.

Baca Juga :  Hakikat Guru Pendidikan Agama Islam

Pilar yang keempat adalah Bhinneka Tunggal Ika. Artinya, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini sudah ada sejak zaman Majapahit dan menjadi prinsip hidup mereka. Hal ini terbukti dapat mengantisipasi perpecahan di masyarakat yang memang beraneka ragam.

Menurut para ahli, untuk menjaga Empat Pilar Kebangsaan dibutuhkan pendekatan khusus, antara lain pendekatan kultural, edukatif, hokum, dan pendekatan strktural. Pendekatan kultural dengan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda.

Pendekatan edukatif dengan memberikan pendidikan yang layak kepada anak didik, sebagai generasi penerus. Sedangkan pendekatan hukum berupa tindakan tegas terhadap segala tindak kekerasan, tawuran, bullying, dan lain-lain. Norma hukum hanya berfungsi bila ditegakkan dengan tegas, sehingga memberikan efek jera bagi pelaku. Pendekatan terakhir adalah pendekatan struktural yang dapat dilakukan mulai dari ketua rukun tetangga, rukun warga, kepala desa, camat, bupati, hingga gubernur.

Sebagai warga yang baik sekaligus sebagai masyarakat akademis marilah kita tegakkan Empat Pilar Kebangsaan ini agar bangsa dan NKRI tetap berdiri kokoh di tengah percaturan dunia. (*)

INDONESIA adalah negara bangsa dengan karakteristik kebesarannya, keluasannnya, dan kemajemukannya. Terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa dengan beragam agama dan budaya yang tersebar di sekitar 16.056 pulau, baik besar maupun kecil. Untuk itu, sangat diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan Indonesia tersebut. Konsep ini dinamakan Empat Pilar Kebangsaan.

Pilar kebangsaan harus kokoh dan kuat untuk menangkal berbagai bentuk ancaman serta gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Empart Pilar Kebangsaan Indonesia itu, berupa belief system (sistem keyakinan) dapat menjamin terwujudnya ketertiban keamanan, kenyamanan, keadilan, dan kesejahteraan hidup rakyat.

Empat Pilar Kebangsaan ini, berisikan pertama Pancasila. Pancasila berperan sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila menjadi belief system yang dapat mengakomodasi keanekaragaman bangsa Indonesia.

Undang-Undang Dasar 1945 merupakan pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Masyarakat harus memahami makna yang terdapat pada Pembukaan UUD 1945. Jika tidak memahami prinsip yang terdapat pada Pembukaan UUD 1945 maka tidak mungkin untuk melakukan evaluasi terhadap pasal-pasal pada batang tubuh UUD 1945.

Pilar ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para pendiri negara ini, memilih negara kesatuan sebagai bentuk negara Indonesia tercinta dengan berbagai pertimbangan. Alasan yang utama adanya sejarah politik devide et impera yang dilakukan Belanda di masa kolonial telah berhasil memecah belah bangsa Indonesia. Karena Indonesia belum bersatu diwaktu itu memperlemah perjuangan untuk mencapai kemerdekaan. Dengan bentuk negara kesatuan, diharapkan bangsa ini tidak dapat dipecah belah lagi. Tetap berdiri kokoh sebagai negara yang besar dan kuat.

Baca Juga :  Hakikat Guru Pendidikan Agama Islam

Pilar yang keempat adalah Bhinneka Tunggal Ika. Artinya, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini sudah ada sejak zaman Majapahit dan menjadi prinsip hidup mereka. Hal ini terbukti dapat mengantisipasi perpecahan di masyarakat yang memang beraneka ragam.

Menurut para ahli, untuk menjaga Empat Pilar Kebangsaan dibutuhkan pendekatan khusus, antara lain pendekatan kultural, edukatif, hokum, dan pendekatan strktural. Pendekatan kultural dengan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda.

Pendekatan edukatif dengan memberikan pendidikan yang layak kepada anak didik, sebagai generasi penerus. Sedangkan pendekatan hukum berupa tindakan tegas terhadap segala tindak kekerasan, tawuran, bullying, dan lain-lain. Norma hukum hanya berfungsi bila ditegakkan dengan tegas, sehingga memberikan efek jera bagi pelaku. Pendekatan terakhir adalah pendekatan struktural yang dapat dilakukan mulai dari ketua rukun tetangga, rukun warga, kepala desa, camat, bupati, hingga gubernur.

Sebagai warga yang baik sekaligus sebagai masyarakat akademis marilah kita tegakkan Empat Pilar Kebangsaan ini agar bangsa dan NKRI tetap berdiri kokoh di tengah percaturan dunia. (*)


Most Read

Artikel Terbaru

/