alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Mulai PTM 100 Persen, Sekolah di Kudus Semprot Disinfektan 2 Kali Sehari

KUDUS – Sejak Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, penggunaan disinfektan dan kelengkapan pendukung protokol kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer lebih diintensifkan. Khusus untuk disinfektan dilakukan dua kali sehari. Untuk pembelian disinfektan hingga masker diambilkan dari dana BOS.

Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setyawan mengatakan, penyemportan disinfektan lebih sering dari biasanya. Biasanya penyemprotan dilakukan pada pukul 05.00 dan pukul 15.00.

“Kalau PTM terbatas biasanya penyemprotan disinfektan dilakukan tiga kali sepekan. Namun karena ini PTM 100 persen, maka penyemprotan lebih sering, sehari dua kali,” ungkapnya.


Dia juga menginstruksikan pada seluruh siswanya untuk membawa hand sanitizer sendiri meski sekolah menyediakan per kelas.

Dia mengatakan, untuk pengadaan disinfektan, handsanitizer, sabun cuci tangan dan kelengkapan pendukung prokes lainnya menggunakan dana BOS.

“Dalam juknis BOS diperbolehkan anggaran yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 untuk siswa. Namun, untuk persentasenya menyesuaikan karena kebutuhan pendanaan BOS,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Terima Mobil Ditarik, Warga Kudus Gugat ke Pengadilan

SMP 1 Kudus perdana masuk sekolah setelah libur semester gasal, langsung penerapan PTM 100 persen. Dan, disiapkan empat personil dari tenaga kependidikan menjadi Satgas Penanganan Covid-19 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Dikdas M. Zubaedi mengatakan, meski sudah diperbolehkan PTM 100 persen masih ada beberapa sekolah yang belum menerapkan, karena memilih persiapan lebih matang.

“Hari pertama masuk sekolah usai libur semester biasa sekolah belum memulai pembelajaran. Sekolah yang belum menerapkan PTM normal kemungkinan persiapan masih perlu dibenahi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hari kedua masuk sekolah kemungkinan sudah seluruhnya menerapkan PTM normal. Karena sudah mulai ada pembelajaran. Pihaknya, memaklumi sebab surat edaran terbit per 31 Desember 2021 sehingga persiapannya singkat. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Sejak Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, penggunaan disinfektan dan kelengkapan pendukung protokol kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer lebih diintensifkan. Khusus untuk disinfektan dilakukan dua kali sehari. Untuk pembelian disinfektan hingga masker diambilkan dari dana BOS.

Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setyawan mengatakan, penyemportan disinfektan lebih sering dari biasanya. Biasanya penyemprotan dilakukan pada pukul 05.00 dan pukul 15.00.

“Kalau PTM terbatas biasanya penyemprotan disinfektan dilakukan tiga kali sepekan. Namun karena ini PTM 100 persen, maka penyemprotan lebih sering, sehari dua kali,” ungkapnya.

Dia juga menginstruksikan pada seluruh siswanya untuk membawa hand sanitizer sendiri meski sekolah menyediakan per kelas.

Dia mengatakan, untuk pengadaan disinfektan, handsanitizer, sabun cuci tangan dan kelengkapan pendukung prokes lainnya menggunakan dana BOS.

“Dalam juknis BOS diperbolehkan anggaran yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 untuk siswa. Namun, untuk persentasenya menyesuaikan karena kebutuhan pendanaan BOS,” jelasnya.

Baca Juga :  Menciptakan Lingkungan Positif di Dalam Kelas

SMP 1 Kudus perdana masuk sekolah setelah libur semester gasal, langsung penerapan PTM 100 persen. Dan, disiapkan empat personil dari tenaga kependidikan menjadi Satgas Penanganan Covid-19 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Dikdas M. Zubaedi mengatakan, meski sudah diperbolehkan PTM 100 persen masih ada beberapa sekolah yang belum menerapkan, karena memilih persiapan lebih matang.

“Hari pertama masuk sekolah usai libur semester biasa sekolah belum memulai pembelajaran. Sekolah yang belum menerapkan PTM normal kemungkinan persiapan masih perlu dibenahi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hari kedua masuk sekolah kemungkinan sudah seluruhnya menerapkan PTM normal. Karena sudah mulai ada pembelajaran. Pihaknya, memaklumi sebab surat edaran terbit per 31 Desember 2021 sehingga persiapannya singkat. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/