alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Peran Guru sebagai Motivator Belajar siswa

GURU bagi siswa adalah sebagai orang tua ke dua  mereka. Kadang bagi mereka ucapan dan wejangan-wejangan seorang guru akan lebih di dengar di banding orang tua mereka di rumah. Sosok guru bukan sekedar mereka yang berseragam, bertemu anak didik dan mengajar lalu selesai. Seorang guru juga mempunyai peran penting dalam memberikan inspirasi, motivasi dan teladan bagi siswanya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Motivator adalah orang yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu, pendorong,penggerak. Poses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi, dan pendorong dalam belajar. Untuk itu guru dituntut kreatif dalam membangkitkan motivasi belajar siswa sehingga tercipta pembelajaran yang efektif.

Dengan merujuk pada pemikiran Wina Senjaya (2008), dibawah ini dikemukakan beberapa petunjuk umum bagi guru dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa: pertama, memperjelas tujuan yang ingin dicapai. Kedua, membangkitkan minat siswa. Ketiga, ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Keempat, berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan. Kelima, berikan penilaian. Keenam, berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. Ketujuh, ciptakan persaingan dan kerjasama.


Sebelum melakukan pembelajaran inti,seorang guru harus bisa menjelaskan apa tujuan Yang ingin di capai dalam mempelajari materi tersebut, sehingga siswa  terdorong dan tergerak untuk mengetahui pembelajaran lebih lanjut.

Membangkitkan minat siswa dengan cara membuka diri. Sebagai contoh matematika yang dirasa sangat mengerikan, padahal kalau mau membuka diri maka masih ada cara untuk menguasainya. Mengaplikasikan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Seorang guru dituntut untuk bisa memberikan gambaran nyata tentang pembelajaran, misal dalam mempelajari materi pemasaran, guru mengajak siswa untuk praktik berjualan barang dan promosi. Hal itu akan membangkitkan minat siswa untuk belajar dengan senang hati dan tidak membosankan.

Baca Juga :  Kolaborasi PTM Terbatas bagi Guru dan Peserta Didik

Guru mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Menciptakan hubungan yang serasi dan penuh semangat dalam interaksi belajar di kelas. Dari mulai masuk kelas ,berdoa sampai menyiapkan anak untuk pembelajaran, guru hendaknya ceria dan penuh semangat.

Menanyai murid secara acak,sarapan apa pagi ini? sehat semua pagi ini? Belajar apa tadi malam? Hal-hal kecil tersebut akan membangun komunikasi antar guru dan murid, sehingga belajar menjadi menyenangkan.

Seorang guru tidak segan-segan memberi pujian pada anak yang menonjol prestasinya. Hal tersebut akan menjadikan anak semakin  termotivasi untuk lebih dan lebih meningkatkan prestasinya lagi. Sedangkan anak yang belum mendapat pujian, ia akan termotivasi dengan cara belajar lebih giat lagi untuk mendapatkan pujian tersebut.

Memberikan penilaian pada setiap evaluasi di akhir pembelajaran. Hal tersebut akan memotivasi siswa untuk berkonsentrasi menyerap ilmu dalam setiap pembelajaran dan timbulnya minat baca dalam diri siswa. Siswa akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan hasil evaluasi yang baik.

Di jam SBDP,siswa bisa disuruh membuat gantungan cita-cita dari kertas warna,dilengkapi dengan foto dan cara mencapai cita-cita tersebut,yang kemudian ditempel ditembok. Hal tersebut akan memotivasi siswa untuk selalu melakukan hal-hal baik yang sudah ditulisnya di kertas gantungan cita-citanya masing-masing.

Itulah sebagian dari tugas kita sebagai seorang pendidik yang harus dapat membangkitkan semangat dan motivasi siswanya agar dapat mencapai cita-citanya .” Mari kita ingat : Satu buku,satu pena, satu anak, dan satu guru dapat mengubah dunia”(Malala Yousafzai). Semoga kelak anak didik kita bisa mewujudkan cita-citanya, menjadi generasi tangguh dan beraklak mulia. (*)

GURU bagi siswa adalah sebagai orang tua ke dua  mereka. Kadang bagi mereka ucapan dan wejangan-wejangan seorang guru akan lebih di dengar di banding orang tua mereka di rumah. Sosok guru bukan sekedar mereka yang berseragam, bertemu anak didik dan mengajar lalu selesai. Seorang guru juga mempunyai peran penting dalam memberikan inspirasi, motivasi dan teladan bagi siswanya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Motivator adalah orang yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu, pendorong,penggerak. Poses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi, dan pendorong dalam belajar. Untuk itu guru dituntut kreatif dalam membangkitkan motivasi belajar siswa sehingga tercipta pembelajaran yang efektif.

Dengan merujuk pada pemikiran Wina Senjaya (2008), dibawah ini dikemukakan beberapa petunjuk umum bagi guru dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa: pertama, memperjelas tujuan yang ingin dicapai. Kedua, membangkitkan minat siswa. Ketiga, ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Keempat, berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan. Kelima, berikan penilaian. Keenam, berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. Ketujuh, ciptakan persaingan dan kerjasama.

Sebelum melakukan pembelajaran inti,seorang guru harus bisa menjelaskan apa tujuan Yang ingin di capai dalam mempelajari materi tersebut, sehingga siswa  terdorong dan tergerak untuk mengetahui pembelajaran lebih lanjut.

Membangkitkan minat siswa dengan cara membuka diri. Sebagai contoh matematika yang dirasa sangat mengerikan, padahal kalau mau membuka diri maka masih ada cara untuk menguasainya. Mengaplikasikan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Seorang guru dituntut untuk bisa memberikan gambaran nyata tentang pembelajaran, misal dalam mempelajari materi pemasaran, guru mengajak siswa untuk praktik berjualan barang dan promosi. Hal itu akan membangkitkan minat siswa untuk belajar dengan senang hati dan tidak membosankan.

Baca Juga :  Sekolah di Kudus Kembali Dibuka Normal, Durasi Belajar Maksimal Enam Jam

Guru mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Menciptakan hubungan yang serasi dan penuh semangat dalam interaksi belajar di kelas. Dari mulai masuk kelas ,berdoa sampai menyiapkan anak untuk pembelajaran, guru hendaknya ceria dan penuh semangat.

Menanyai murid secara acak,sarapan apa pagi ini? sehat semua pagi ini? Belajar apa tadi malam? Hal-hal kecil tersebut akan membangun komunikasi antar guru dan murid, sehingga belajar menjadi menyenangkan.

Seorang guru tidak segan-segan memberi pujian pada anak yang menonjol prestasinya. Hal tersebut akan menjadikan anak semakin  termotivasi untuk lebih dan lebih meningkatkan prestasinya lagi. Sedangkan anak yang belum mendapat pujian, ia akan termotivasi dengan cara belajar lebih giat lagi untuk mendapatkan pujian tersebut.

Memberikan penilaian pada setiap evaluasi di akhir pembelajaran. Hal tersebut akan memotivasi siswa untuk berkonsentrasi menyerap ilmu dalam setiap pembelajaran dan timbulnya minat baca dalam diri siswa. Siswa akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan hasil evaluasi yang baik.

Di jam SBDP,siswa bisa disuruh membuat gantungan cita-cita dari kertas warna,dilengkapi dengan foto dan cara mencapai cita-cita tersebut,yang kemudian ditempel ditembok. Hal tersebut akan memotivasi siswa untuk selalu melakukan hal-hal baik yang sudah ditulisnya di kertas gantungan cita-citanya masing-masing.

Itulah sebagian dari tugas kita sebagai seorang pendidik yang harus dapat membangkitkan semangat dan motivasi siswanya agar dapat mencapai cita-citanya .” Mari kita ingat : Satu buku,satu pena, satu anak, dan satu guru dapat mengubah dunia”(Malala Yousafzai). Semoga kelak anak didik kita bisa mewujudkan cita-citanya, menjadi generasi tangguh dan beraklak mulia. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/