alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Penanaman Karakter di Sekolah Dasar

PENYIMPANGAN sosial pejabat negara yang korupsi sudah tentu mereka orang cerdas secara intelektual. Tapi, mengapa mereka sampai melakukan hal itu, karena mereka tidak memiliki kepribadian yang berkarakter.

Pendidikan karakter mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah. Tapi, di rumah dan di lingkungan sosial. Pendidikan karakter bukan hanya diperlukan bagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa untuk kelangsungan hidup bangsa ini. Tuntutan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada generasi milenial mendatang tentunya membutuhkan good character.

Menurut Kemendiknas (2011) pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Harapannya, peserta didik  mampu bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah menjadi kebiasaannya.


Menurut Hasan dalam Santosa (2014:33-34), sumber nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter diidentifikasikan di antaranya melalui, agama. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Maka kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama. Selain itu, Pancasila, budaya sebagai suatu kebenaran nilai yang diakui masyarakat, dan tujuan pendidikan nasional.

Nilai-nilai yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional tersebut, dikembangkan Kemendiknas (2011). Diidentifikasikan menjadi 18 nilai karakter. Meliputi, religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Baca Juga :  Suka Duka Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19

Strategi yang digunakan guru berbeda, seperti selalu mengingatkan siswa, memberikan teguran, memberikan teladan, kegiatan pembiasaan, dan menumbuhkan kesadaran. Pendidikan karakter berjalan sesuai sasaran setidaknya meliputi tiga hal. Meliputi, menggunakan prinsip keteladan dari semua pihak, baik orang tua, guru, ataupun masyarakat. Selain itu, menggunakan prinsip rutinitas atau pembiasaan. Serta menggunakan prinsip kesadaran untuk bertindak sesuai dengan nilai karakter yang diajarkan.

Meski strategi yang digunakan setiap guru berbeda, tetapi tujuan yang diharapkan guru sama. Yaitu menginginkan siswa dapat berubah dan memiliki karakter yang baik, sehingga dapat menerapkan karakter yang dimiliki bukan hanya di sekolah, melainkan dalam kehidupanya sehari-hari.

Hambatan penerapan pendidikan karakter di antaranya, pertama, faktor dari guru berupa kurangnya waktu bersama siswa. Kedua,  faktor dari siswa yang berupa sifat cuek dan masa bodoh akan materi yang disampaikan guru. Ketiga,  faktor lingkungan, lingkungan yang buruk akan mempengaruhi karakter anak. Dan keempat, faktor orang tua yang kurang memperhatikan anak karena sibuk bekerja.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan penerapan pendidikan karakter harus ada kesinambungan dan dukungan dari semua pihak. Baik keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. (*)

PENYIMPANGAN sosial pejabat negara yang korupsi sudah tentu mereka orang cerdas secara intelektual. Tapi, mengapa mereka sampai melakukan hal itu, karena mereka tidak memiliki kepribadian yang berkarakter.

Pendidikan karakter mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah. Tapi, di rumah dan di lingkungan sosial. Pendidikan karakter bukan hanya diperlukan bagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa untuk kelangsungan hidup bangsa ini. Tuntutan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada generasi milenial mendatang tentunya membutuhkan good character.

Menurut Kemendiknas (2011) pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Harapannya, peserta didik  mampu bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah menjadi kebiasaannya.

Menurut Hasan dalam Santosa (2014:33-34), sumber nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter diidentifikasikan di antaranya melalui, agama. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Maka kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama. Selain itu, Pancasila, budaya sebagai suatu kebenaran nilai yang diakui masyarakat, dan tujuan pendidikan nasional.

Nilai-nilai yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional tersebut, dikembangkan Kemendiknas (2011). Diidentifikasikan menjadi 18 nilai karakter. Meliputi, religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Baca Juga :  Literasi Digital Tantangan pada Masa Pandemi

Strategi yang digunakan guru berbeda, seperti selalu mengingatkan siswa, memberikan teguran, memberikan teladan, kegiatan pembiasaan, dan menumbuhkan kesadaran. Pendidikan karakter berjalan sesuai sasaran setidaknya meliputi tiga hal. Meliputi, menggunakan prinsip keteladan dari semua pihak, baik orang tua, guru, ataupun masyarakat. Selain itu, menggunakan prinsip rutinitas atau pembiasaan. Serta menggunakan prinsip kesadaran untuk bertindak sesuai dengan nilai karakter yang diajarkan.

Meski strategi yang digunakan setiap guru berbeda, tetapi tujuan yang diharapkan guru sama. Yaitu menginginkan siswa dapat berubah dan memiliki karakter yang baik, sehingga dapat menerapkan karakter yang dimiliki bukan hanya di sekolah, melainkan dalam kehidupanya sehari-hari.

Hambatan penerapan pendidikan karakter di antaranya, pertama, faktor dari guru berupa kurangnya waktu bersama siswa. Kedua,  faktor dari siswa yang berupa sifat cuek dan masa bodoh akan materi yang disampaikan guru. Ketiga,  faktor lingkungan, lingkungan yang buruk akan mempengaruhi karakter anak. Dan keempat, faktor orang tua yang kurang memperhatikan anak karena sibuk bekerja.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan penerapan pendidikan karakter harus ada kesinambungan dan dukungan dari semua pihak. Baik keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/