alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

METODE pembelajaran anak usia dini merupakan cara-cara atau teknik yang digunakan agar tujuan pembelajaran tercapai. Penggunaan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak.

Metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak–Kanak antara lain yaitu  metode bercerita,metode bercakap-cakap,metode tanya jawab, metode Karyawisata, metode demonstrasi, metode sosiodrama atau bermain peran, metode eksperimen, metode proyek, dan metode pemberian tugas.Secara lebih rinci Metode pembelajaran di Taman Kanak–Kanak adalah sebagai berikut, metode bercerita adalah cara bertutur kata dan penyampaian cerita atau  memberikan Penjelasan tentang suatu cerita kepada anak  secara lisan. Metode bercakap-cakap berupa kegiatan bercakap-cakap atau bertanya  jawab antara anak dengan guru atau antara anak dengan anak. Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara pendidi dan anak. Pendidik bertanya anak menjawab atau anak bertanya pendidik menjawab.Metode yang dilakukan dengan mengajak anak mengunjungi obyek-obyek yang sesuai  dengan tema. Metode Demonstrasi adalah metode yang dilakukan dengan cara menunjukkan cara atau memperagakan suatu cara atau suatu ketrampilan. Metode sosiodrama  adalah cara memberikan pengalaman kepada anak melalui bermain peran, yakni anak diminta memainkan peran tertentu dalam suatu permainan peran.Misalnya, bermain jual beli sayur-mayur, bermain menolong orang yang jatuh, bermain menyayangi keluarga dan lain-lain. Metode Eksperimen adalah cara memberikan pengalaman kepada anak dimana anak memberikan perlakuan terhadap sesuatu dan mengamati akibatnya. Misalnya, balon ditiup, warna yang dicampur, air dipanaskan, tanaman disiram dan tidak disirami dan lain-lain. Metode Proyek adalah cara memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan alam sekitar dan kegiatan sehari-hari sebagai bahan pembahasan melalui bebagai kegiatan. Metode pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas yang disiapkan oleh guru.

Baca Juga :  Buzzstorssion Lesson Study Tingkatkan Profesionalisme Guru

Pandemi yang terjadi dua tahun terakhir ini telah mempengaruhi kualitas pendidikan secara signifikan. Terlebih pada pendidikan anak usia dini, di mana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Di PAUD anak-anak mengenal berbagai dasar keaksaraan termasuk di dalamnya kemampuan berbahasa khususnya keterampilan menulis dan membaca. Adanya pandemi covid-19 ini menjadikan frekuensi belajar anak sangat berkurang drastis, biasanya dalam 1 minggu anak-anak bisa belajar bersama ibu guru 6 hari full sedangkan sekarang terbatas hanya 3 hari dengan durasi waktu yang terhitung singkat. Himbauan agar anak-anak bisa tetap belajar di rumah dengan bimbingan orangtua ini sangat sulit dilaksanakan pada jenjang PAUD dikarenakan anak-anak usia PAUD belum menyadari akan pentingnya belajar. Mereka pun menganggap ketika tidak sekolah berarti tidak belajar. Dalam hal ini kesabaran dan ketelatenan orangtua di rumah sangat diperlukan


Bermain merupakan prinsip dasar pendidikan anak usia dini, sehingga wajar apabila bermain menjadi salah satu metode yang wajib dilakukan guru dalam pembelajaran anak usia dini. Diharapkan pada masa pandemi ini orang tua murid juga dapat menerapkan metode belajar agar anak dapat belajar dan bermain di rumah dengan baik sesuai yang diharapkan. (*)

METODE pembelajaran anak usia dini merupakan cara-cara atau teknik yang digunakan agar tujuan pembelajaran tercapai. Penggunaan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak.

Metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak–Kanak antara lain yaitu  metode bercerita,metode bercakap-cakap,metode tanya jawab, metode Karyawisata, metode demonstrasi, metode sosiodrama atau bermain peran, metode eksperimen, metode proyek, dan metode pemberian tugas.Secara lebih rinci Metode pembelajaran di Taman Kanak–Kanak adalah sebagai berikut, metode bercerita adalah cara bertutur kata dan penyampaian cerita atau  memberikan Penjelasan tentang suatu cerita kepada anak  secara lisan. Metode bercakap-cakap berupa kegiatan bercakap-cakap atau bertanya  jawab antara anak dengan guru atau antara anak dengan anak. Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara pendidi dan anak. Pendidik bertanya anak menjawab atau anak bertanya pendidik menjawab.Metode yang dilakukan dengan mengajak anak mengunjungi obyek-obyek yang sesuai  dengan tema. Metode Demonstrasi adalah metode yang dilakukan dengan cara menunjukkan cara atau memperagakan suatu cara atau suatu ketrampilan. Metode sosiodrama  adalah cara memberikan pengalaman kepada anak melalui bermain peran, yakni anak diminta memainkan peran tertentu dalam suatu permainan peran.Misalnya, bermain jual beli sayur-mayur, bermain menolong orang yang jatuh, bermain menyayangi keluarga dan lain-lain. Metode Eksperimen adalah cara memberikan pengalaman kepada anak dimana anak memberikan perlakuan terhadap sesuatu dan mengamati akibatnya. Misalnya, balon ditiup, warna yang dicampur, air dipanaskan, tanaman disiram dan tidak disirami dan lain-lain. Metode Proyek adalah cara memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan alam sekitar dan kegiatan sehari-hari sebagai bahan pembahasan melalui bebagai kegiatan. Metode pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas yang disiapkan oleh guru.

Baca Juga :  Manfaat dari Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Pandemi yang terjadi dua tahun terakhir ini telah mempengaruhi kualitas pendidikan secara signifikan. Terlebih pada pendidikan anak usia dini, di mana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Di PAUD anak-anak mengenal berbagai dasar keaksaraan termasuk di dalamnya kemampuan berbahasa khususnya keterampilan menulis dan membaca. Adanya pandemi covid-19 ini menjadikan frekuensi belajar anak sangat berkurang drastis, biasanya dalam 1 minggu anak-anak bisa belajar bersama ibu guru 6 hari full sedangkan sekarang terbatas hanya 3 hari dengan durasi waktu yang terhitung singkat. Himbauan agar anak-anak bisa tetap belajar di rumah dengan bimbingan orangtua ini sangat sulit dilaksanakan pada jenjang PAUD dikarenakan anak-anak usia PAUD belum menyadari akan pentingnya belajar. Mereka pun menganggap ketika tidak sekolah berarti tidak belajar. Dalam hal ini kesabaran dan ketelatenan orangtua di rumah sangat diperlukan

Bermain merupakan prinsip dasar pendidikan anak usia dini, sehingga wajar apabila bermain menjadi salah satu metode yang wajib dilakukan guru dalam pembelajaran anak usia dini. Diharapkan pada masa pandemi ini orang tua murid juga dapat menerapkan metode belajar agar anak dapat belajar dan bermain di rumah dengan baik sesuai yang diharapkan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/