alexametrics
22.6 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Uji Coba PTM 100 Persen, Bupati Rembang: Berjalan Lancar

REMBANG – Kabupaten Rembang sukses menggelar simulasi pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) 100 persen dengan durasi maksimal 6 jam pelajaran. Bupati Rembang Abdul Hafidz memastikan secara langsung ke lapangan dengan mendatangi beberapa sekolah, Senin (31/1).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz pada Senin (31/1) mendatangi di SDN 2 Leteh, Rembang. Dan ke SMPN 1 Rembang sekaligus menutup acara tinjau vaksinasi lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) Margo Mukti Rembang.

”Sudah simulasi PTM 100 persen. Yang dilaporkan tidak ada masalah apa-apa. Semua berjalan lancar. Namun, tetap kami antisipasi. Kami nanti akan evaluasi langsung,” jelas saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.


Ia mencontohkan, jika ada anak di sekolah yang positif. Selanjutnya akan dirumahkan. Bukan berarti sekolah diberhentikan. Tetapi tetap belajar sambil yang positif dievaluasi mandiri. Itulah skenario-skenario jika terjadi sesuatu.

Bupati mengklaim perkembangan vaksinasi untuk anak-anak sesuai entri data sudah 67 persen. “Sebetulnya sudah 90 persen. Karena entri data bertahap baru masuk diangka 67. Jadi faktanya sudah hampir selesai,” bebernya.

Baca Juga :  Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak Didik

Dengan capaian tersebut, Rembang menurutnya telah sesuai dengan pencanangan sejak awal. “Akhir Januari sampai Februari vaksin untuk anak-anak dosis pertama dan dua hampir selesai. Kami prediksi jika bulan ini lancar Februari untuk anak 6-11 tahun selesai,” jelasnya.

Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Nugroho Widyatmoko menyampaikan PTM 100 persen mulai 31 Januari 2022 merupakan tindak lanjut instruksi Bupati.  Sebelum pelaksanaan tiga hari sebelumnya sudah persiapan.

“Per akhir bulan ada surat edaran Kepala Dindikpora memulai simulasi 100 persen PTM. Dengan kapasitas 100 persen dan 6 jam pembelajaran. Adanya simulasi ini diharapkan nanti akan menjadi persiapan ketika resmi diterapkan. Kita akan evaluasi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. Sehingga tetap bisa dipantau. Kualitas PTM bisa diperbaiki,” imbuhnya.

Menurutnya, rata-rata sekolah sudah melakukan persiapan dengan baik. Sehingga saat pelaksanaan berjalan dengan baik. “Anak-anak juga sudah dipersiapkan vaksin. Sehingga merasa aman dan nyaman melaksanakan PTM,” pungkasnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Kabupaten Rembang sukses menggelar simulasi pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) 100 persen dengan durasi maksimal 6 jam pelajaran. Bupati Rembang Abdul Hafidz memastikan secara langsung ke lapangan dengan mendatangi beberapa sekolah, Senin (31/1).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz pada Senin (31/1) mendatangi di SDN 2 Leteh, Rembang. Dan ke SMPN 1 Rembang sekaligus menutup acara tinjau vaksinasi lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) Margo Mukti Rembang.

”Sudah simulasi PTM 100 persen. Yang dilaporkan tidak ada masalah apa-apa. Semua berjalan lancar. Namun, tetap kami antisipasi. Kami nanti akan evaluasi langsung,” jelas saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Ia mencontohkan, jika ada anak di sekolah yang positif. Selanjutnya akan dirumahkan. Bukan berarti sekolah diberhentikan. Tetapi tetap belajar sambil yang positif dievaluasi mandiri. Itulah skenario-skenario jika terjadi sesuatu.

Bupati mengklaim perkembangan vaksinasi untuk anak-anak sesuai entri data sudah 67 persen. “Sebetulnya sudah 90 persen. Karena entri data bertahap baru masuk diangka 67. Jadi faktanya sudah hampir selesai,” bebernya.

Baca Juga :  17 ABK Kapal asal Pati yang Dibakar di Kalsel Dipulangkan ke Rembang

Dengan capaian tersebut, Rembang menurutnya telah sesuai dengan pencanangan sejak awal. “Akhir Januari sampai Februari vaksin untuk anak-anak dosis pertama dan dua hampir selesai. Kami prediksi jika bulan ini lancar Februari untuk anak 6-11 tahun selesai,” jelasnya.

Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Nugroho Widyatmoko menyampaikan PTM 100 persen mulai 31 Januari 2022 merupakan tindak lanjut instruksi Bupati.  Sebelum pelaksanaan tiga hari sebelumnya sudah persiapan.

“Per akhir bulan ada surat edaran Kepala Dindikpora memulai simulasi 100 persen PTM. Dengan kapasitas 100 persen dan 6 jam pembelajaran. Adanya simulasi ini diharapkan nanti akan menjadi persiapan ketika resmi diterapkan. Kita akan evaluasi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. Sehingga tetap bisa dipantau. Kualitas PTM bisa diperbaiki,” imbuhnya.

Menurutnya, rata-rata sekolah sudah melakukan persiapan dengan baik. Sehingga saat pelaksanaan berjalan dengan baik. “Anak-anak juga sudah dipersiapkan vaksin. Sehingga merasa aman dan nyaman melaksanakan PTM,” pungkasnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/