PATI – Sudah ada 16 desa di tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan.
Di antaranya di Desa Mantingan Tengah, Jaken, yang sudah sepekan ini krisis air. Mereka pun mengandal bantuan air bersih. Sebab, sumur di sana kering.
Salah satu warga Abdul Latif menyatakan, kondisi kekeringan ini, sudah mulai dirasakan para tetangganya. Mereka kekurangan air.
Untuk itu, dari pihak desa meminta warga untuk memasang terpal untuk menampung air.
”Per RT yang terdampak sudah memasang terpal. Dari sarekat desa mencari bantuan air bersih, kemudian diisikan ke terpal itu. Lalu warga mengambil di situ,” katanya.
Kondisi warga desa pun sudah mulai bergantung pada bantuan air. Karena sumber air sudah berkurang.
”Sumur sudah banyak yang habis. Kalau embung masih ada, tapi sedikit. Itu untuk cadagan tidak boleh diambil,” ujarnya.
Dia menuturkan, ada cadangan air lagi dari sumur atau sendang. Namun, itu tak bisa mencukupi.
”Hanya untuk tiga rumah. Itu pun antre. Tak bisa ngambil bareng-bareng,” tuturnya.
Selama ini, sudah ada tiga kali bantuan air bersih. Dia berharap, ada bantuan lagi. ”Sudah ada tiga sampai dua tangki air. Sudah sepekan ini kekeringan,” paparnya.
Terpisah, Kabid Kedaruatan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sutarno menuturkan, kekeringan yang melanda Bumi Mina Tani ini, menyebar di 16 desa. Keadaan kekeringan meningkat. Sebelumnya, hanya 10 desa.
”Desa-desa yang dilanda kekeringan itu, ada di tujuh kecamatan,” katanya.
Dia menambahkan, dia berupaya menangani kekeringan ini. Per desa yang terdampak dibantu dengan droping air bersih.
”Setiap hari didistribusikan tiga tangki. Masing-masing tangki 4.000 liter,” imbuhnya. (adr/lin)
Editor : Ali Mustofa