Kondisi bangunan TK dan PAUD itu rusak parah. Temboknya retak-retak dan hancur. Material longsor juga menimbun meja dan kursi tempat belajar anak-anak. Satu sisi tembok bangunan tersebut juga jebol.
Kepala Desa Gunungsari Sudadi mengungkapkan, longsor terjadi karena curah hujan yang tinggi di desanya. Hujan turun berturut-turut mulai 16 Februari lalu hingga Kamis (2/3).
“Karena rusak parah terpaksa aktivitas pembelajaran diliburkan dulu,” jelas Sudadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Lebih lanjut, kata Sudadi, longsor terjadi sekitar pukul 06.00. Saat itu, terjadi hujan lebat mengguyur di sekitar sekolah tersebut. Akibatnya, tanah longsor menimpa sekolah TK lantaran tebing di samping sekolah itu tidak kuat menahan aliran air dari atas.
Akibat kerusakan bangunan tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 150 juta. Beruntung dalam peristiwa itu tidak terdapat korban jiwa.
Selain menimpa bangunan sekolah, longsor di desa yang berada di lereng Pegunungan Muria ini juga menimpa jalan-jalan desa maupun jalan milik kabupaten. Ada tiga lokasi jalan yang terkena longsor.
“Karena itu kami meminta pengiriman bantuan alat berat kepada BPBD untuk penanganan lonsor yang menimpa jalan,” imbuhnya. (aua/khim) Editor : Abdul Rokhim