Adanya pembangunan jalan tersebut menimbulkan kemacetan hingga 1-3 kilometer. Lewat jalan alternatif bisa hemat waktu 30-40 menit.
Biasanya pengendara motor memakan waktu 1,5 jam dari Pati Kota menuju ke perbatasan Rembang. Kemarin wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini menyurvey pelaksanaan proyek pembangunan jalan tersebut.
Total waktu yang dimakan untuk mencapai perbatasan Rembang sedikit lebih panjang. Selisih 20-50 menitan. Perjalanan dengan motor rata-rata kecepatan 60-80 kilometer per jam (Km/jam). Berbeda setelah menghadapi kemacetan di Desa Jembangan-Lengkong, Batangan (lokasi proyek). Di lokasi tersebut rata-rata kecepatan 10-30 Km/jam.
Kemacetan juga melebar di luar kawasan proyek. Pada Selasa (23/11) sekira pukul 10.00-11.00 macet sejauh 2-3 Km. Dari Desa Jembangan, Batangan ke Barat (arah Pati Kota) sejauh 2 Km. Sedangkan Desa Lengkong, Batangan ke Timur (arah Rembang) 3 Km.
”Pada 18 November macet parah. Tiga kiloan lebih. Saya dari Rembang sudah macet di Kaliori,” kata salah satu pengguna jalan, Kolid Asmi.
Untuk menghindari kemacetan, beberapa pengendara pun melewati jalur alternatif. Khoerul Anwar biasanya melewati Jakenan, Pati menuju ke Sumber, Rembang (jalur alternatif, Red). ”lebih hemat 45 menit dari jalan Pantura,” paparnya.
Salah satu pengguna jalan sempat terjebak macet disana, Umar Hanafi pun mengaku, sempat terjebak kemacetan di Desa Raci, Batangan saat mengendarai mobil. Dia terpaksa putar balik demi menghindari kemacetan. Katanya. ”Puter balik masuk Desa Raci. Nanti tembusnya Dresi, Kaliori,”.
Namun, adaya jalur alternatif itu tak bisa dirasakan semua pengguna jalan. Sudaryo, supir truk tlerer muatan kayu mengaku, kesulitan jika melewati jalur alternatif. ”Sulit lewat sana. Jalannya kan sempit. Kalau membawa muatan sebesar ini kan repot,” celotehnya saat berada di tengah kemacetan.
Di sisi lain, rencana kontrak perbaikan jalan ini sepanjang 2,2 kilometer. Sedangkan tahun ini direncanakan perbaikan sepanjang 1 Km di sekitar Desa Raci, Batangan.
Terlihat beberapa jalan beton retak di beberapa titik jalan raya Batangan-Rembang. Tepatnya di sekitar SMAN 1 Batangan. Selain itu, di dekat gapura Desa Raci, Batangan kerusakannya juga sama.
Setidaknya terdapat lebih dari 10 titik kerusakan jalan. Salah satunya, di sebelah barat Gapura Lengkong, Batangan, Pati. Kerusakan berupa beton retak. Sejauh 10-150 meter kerusakan itu. Tak hanya itu, di bahu jalan juga tampak aspal terkikis. Banyak batu kerikil kecil-kecil memenuhi bahu jalan itu.
PPK 1.4 Bina Marga Jateng Amal Ginting mengatakan, sebab kerusakan dikarenakan curah hujan tinggi baru-baru ini. Untuk penanganan jalan tersebut berupa pembongkaran dan pengecoran.
”Tahun ini penanganan sejauh 1 Km dari total 2,2 Km. Itu sepanjang Km 96 sampai Km 97. Sisanya dilaksanakan tahun depan. Meneruskan lokasi yang saat ini dikerjakan,” katanya.
Rencanana perbaikan ini dilaksanakan di satu titik saja. Lanjut Amal, target tahun ini 30 Desember. ”Mulai kontrak pada Juni lalu. Ini kontraknya multiyears namanya. Dua tahun sampai Juni 2023,” jelasnya.
Berdasarkan berita sebelumnya, rencana pembongkaran dan pengecoran beton ini meliputi ruas jalan Kudus, Pati, hingga perbatasan Rembang-Jawa Timur. Di samping itu, proyek perbaikan jalan tersebut mendapat anggaran tender sebesar Rp 228 miliar. Yang mana mencakup tiga kabupaten tersebut. (adr/him) Editor : Saiful Anwar