Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tangis Pecah Eks Pegawi RSUD Soewondo Pati Kena PHK Tanpa Pesangon Usai 20 Tahun Mengabdi

R
BERUBAH SEDIH: Salah satu perwakilan lima eks pegawai kontrak RSUD Soewondo menangis saat rapat pansus hak angket yang digelar di ruang badan anggaran DPRD Kabupaten Pati.
BERUBAH SEDIH: Salah satu perwakilan lima eks pegawai kontrak RSUD Soewondo menangis saat rapat pansus hak angket yang digelar di ruang badan anggaran DPRD Kabupaten Pati.

 


Advertisement

 

PATI – Tangis dari eks pegawai RSUD Suwondo Pati pecah saat Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD, Kamis (14/8).

Mereka diberhentikan dari pekerjaannya atas kebijakan Bupati Sudewo.

Advertisement

Ada lima  eks pegawai RSUD Soewondo yang dihadirkan dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo dari Fraksi PDI Perjuangan itu. 

Agenda hari pertama tim pansus hak angket DPRD Kabupaten Pati (14/8) adalah fokus pembahasan pada kasus pemberhentian sejumlah eks pegawai RSUD RAA Suwondo Pati.

Rapat turut dihadiri lengkap oleh anggota Pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Pati yang berjumlah 14 orang, termasuk jajaran pimpinan.

Advertisement

Selain Ketua Teguh Bandang Waluyo, hadir Wakil Ketua Joni Kurnianto dari Partai Demokrat, serta Sekretaris Muntamah dari Fraksi PKB.

Pembahasan ini menjadi langkah awal Pansus untuk menggali keterangan dan fakta terkait proses pemberhentian pegawai di rumah sakit daerah tersebut, yang dinilai memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu salah satu eks pegawai RSUD Soewondo Pati, Ruha sampai menangis saat menyampaikan aspirasinya kepada tim pansus hak angket.

”Saya mohon bantuan bapak-bapak dewan, aspirasi sudah saya sampaikan semuanya, saya korban,” terang perempuan yang sudah 20 tahun bekerja di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pati itu.

”Saya pakai tes, bener-bener pakai tes, saya lolos tidak pakai uang sepeser pun. Saya tidak mau mengotori, saya pakai untuk nafkah anak – anak saya. Ini semua cerita yang saya pendam. Ya Allah segitunya,” kata Ruha sambil meneteskan air matanya.

Ruha, juga menyampaikan harapannya untuk kembali dipekerjakan. (aua)

 

Advertisement

Artikel Terkait

230 Siswa di Dua Sekolah Pati Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Ini Gejalanya

230 Siswa di Dua Sekolah Pati Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Ini Gejalanya

Ratusan siswa dan sejumlah guru di dua sekolah di Kabupaten Pati dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Usai Operasi, Rumah Sakit Ungkap Kronologi

Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Usai Operasi, Rumah Sakit Ungkap Kronologi

Atlet pencak silat asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat cedera saat bertanding

Diduga Keracunan Es Campur, 140 Orang di Kajoran Magelang Mengalami Gangguan Kesehatan

Diduga Keracunan Es Campur, 140 Orang di Kajoran Magelang Mengalami Gangguan Kesehatan

Hingga Rabu (14/10/2026) siang, jumlah warga yang mengalami gejala setelah mengonsumsi es campur dilaporkan mencapai sekitar 140 orang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer