alexametrics
23.1 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Tarik Kunjungan Wisatawan, Dinas Minta Desa Wisata di Pati Perlu Digelar Even-Even

PATI – Desa-desa wisata yang baru saja mendapatkan SK Bupati tentang desa wisata masih memiliki banyak PR. Khususnya bagi desa wisata dengan klasifikasi rintisan. Dari 12 desa wisata yang ditetapkan hanya 3 desa wisata yang masuk klasifikasi berkembang sisanya desa wisata rintisan.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Rekso Suhartono mengungkapkan, desa-desa wisata yang sudah ditetapkan harus terus berinovasi dan selalu memperbaiki diri.

“Bukan hanya desa wisata dengan klasifikasi rintisan saja, termasuk yang desa wisata berkembang juga harus terus berinovasi agar lebih baik lagi. Khususnya dalam menyambut wisatawan yang datang,” papar Rekso.


Selain itu, untuk memastikan desa wisata agar terus memperbaiki diri, pihaknya bakal melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. “Monitoring dan evaluasi akan kami lakukan setiap 6 bulan sekali. Untuk melihat perkembangan desa wisata. Jadi bukan hanya yang rintisan saja, yang klasifikasi berkembang juga kami monitoring. Bisa saja dengan inovasi dan perbaikan-perbaikan nantinya klasifikasinya akan meningkat,” papar Rekso.

Baca Juga :  Geger! Buaya Lepas, Hebohkan Warga Perumahan Sukoharjo Pati

Untuk diketahui, dalam dunia desa wisata ada 4 klasifikasi yang diberikan. Pertama rintisan, berkembang, maju, dan berkelanjutan. Klasifikasi ini didasarkan penilaian oleh tim tentang desa wisata yang bersangkutan secara menyeluruh.

Sementara itu yang menjadi pekerjaan rumah desa wisata antara lain terkait kecakapan pemandu wisata lokal. Keterlibatan warga setempat menjadi penting, dalam rangka penyediaan homestay maupun atraksi budaya atau kearifan lokal. Sebab yang menjadi unggulan dan keunikan dari desa wisata adalah kearifan lokalnya.

“Jangan lupa juga menambah even-even untuk menarik kunjungan wisatawan di desa wisata. Jangan sampai orang datang ke desa wisata hanya duduk-duduk saja. Termasuk membuat paket-paket wisata. Yang sudah berkembang harus dikembangkan lagi agar lebih bagus. Bisa studi ke daerah-daerah lain. Jangan hanya berpegang pada SK saja,” tegas Bupati Haryanto. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Desa-desa wisata yang baru saja mendapatkan SK Bupati tentang desa wisata masih memiliki banyak PR. Khususnya bagi desa wisata dengan klasifikasi rintisan. Dari 12 desa wisata yang ditetapkan hanya 3 desa wisata yang masuk klasifikasi berkembang sisanya desa wisata rintisan.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Rekso Suhartono mengungkapkan, desa-desa wisata yang sudah ditetapkan harus terus berinovasi dan selalu memperbaiki diri.

“Bukan hanya desa wisata dengan klasifikasi rintisan saja, termasuk yang desa wisata berkembang juga harus terus berinovasi agar lebih baik lagi. Khususnya dalam menyambut wisatawan yang datang,” papar Rekso.

Selain itu, untuk memastikan desa wisata agar terus memperbaiki diri, pihaknya bakal melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. “Monitoring dan evaluasi akan kami lakukan setiap 6 bulan sekali. Untuk melihat perkembangan desa wisata. Jadi bukan hanya yang rintisan saja, yang klasifikasi berkembang juga kami monitoring. Bisa saja dengan inovasi dan perbaikan-perbaikan nantinya klasifikasinya akan meningkat,” papar Rekso.

Baca Juga :  DAK Fisik Tahap II Kabupaten Pati Cair Rp 31 Miliar

Untuk diketahui, dalam dunia desa wisata ada 4 klasifikasi yang diberikan. Pertama rintisan, berkembang, maju, dan berkelanjutan. Klasifikasi ini didasarkan penilaian oleh tim tentang desa wisata yang bersangkutan secara menyeluruh.

Sementara itu yang menjadi pekerjaan rumah desa wisata antara lain terkait kecakapan pemandu wisata lokal. Keterlibatan warga setempat menjadi penting, dalam rangka penyediaan homestay maupun atraksi budaya atau kearifan lokal. Sebab yang menjadi unggulan dan keunikan dari desa wisata adalah kearifan lokalnya.

“Jangan lupa juga menambah even-even untuk menarik kunjungan wisatawan di desa wisata. Jangan sampai orang datang ke desa wisata hanya duduk-duduk saja. Termasuk membuat paket-paket wisata. Yang sudah berkembang harus dikembangkan lagi agar lebih bagus. Bisa studi ke daerah-daerah lain. Jangan hanya berpegang pada SK saja,” tegas Bupati Haryanto. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/