alexametrics
26.3 C
Kudus
Monday, August 8, 2022

Sempat Tertunda, Bupati Pati Haryanto Akhirnya Lantik 208 Pejabat

PATI – Sebanyak 208 pejabat dengan jabatan administrasi disetarakan menjadi jabatan fungsional. Pelantikan yang seharusnya rampung Desember lalu, kemarin baru bisa dilantik. Kekhawatiran perubahan kebijakan menjadi dalih penundaan pelantikan tersebut.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, akhirnya 208 orang mengikuti kebijakan nasional yang sempat tertunda. Karena Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Kementerian dalam negeri (Kemendagri) memberi batas pelantikan paling lambat 30 Mei ini, maka ratusan pejabat itu harus segera dilantik.

”Kami harus menindaklanjuti surat dari kementerian (pelantikan paling lambat 30 Mei). Pejabat yang eselon 4 menjadi pejabat fungsional. Sebelumnya, akhir Desember lalu sebagian sudah dilantik. Karena ada kebijakan nasional, mau tak mau ini dilantik,” papar Haryanto.


Alasan pejabat baru dilantik ini lantaran ada beberapa persoalan. ”Pertama ada pemetaan jabatan yang ternyata beberapa masih kosong. Setelah terisi penuh (kekosongan jabatan), akhirnya kami laporkan untuk dilakukan penyertaan jabatan,” katanya.

Di samping itu, Haryanto mengkhawatirkan adanya perubahan kebijakan pada pelantikan Desember lalu. Sehingga, pihaknya menunda pelantikan tersebut.

Baca Juga :  21 Desa di Kabupaten Pati Dicanangkan Jadi Kampung Pancasila

”Kalau ada perubahan kebijakan jangan sampai nanti tak berpihak kepada aparatur sipil negara (ASN). Barangkali ada kebijakan yang berubah, ternyata tak dievaluasi (kebijakan pelantikan) pemerintah pusat. Sehingga, dari kebijakan nasional itu, saat ini sisa pejabat yang belum dilantik, kami lantik,” tambahnya.

Haryanto berpesan kepada para pejabat yang dilantik supaya loyal. Selain itu, mengemban tugasnya dengan baik.

”Harapannya adanya pelantikan ini, tidak mendapag sanksi dari pemerintah pusat. Untuk itu, para ASN supaya bekerja dengan baik. Soalnya, yang menilai kinerja itu atasan,” terangnya.

Diketahui, ratusan pejabat tersebut dilantik di Pendapa Kabupaten Pati pada Senin (30/5). Dalam sumpah janji jabatan, ratusan pejabat itu memaparkan janjinya.

”Akan setia dan taat pada UUD 1945. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung etika jabatan. Bekerja dengan sebaik-baiknya dan penub rasa tanggung jawab,” ujar ratusan pejabat yang dilantik. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Sebanyak 208 pejabat dengan jabatan administrasi disetarakan menjadi jabatan fungsional. Pelantikan yang seharusnya rampung Desember lalu, kemarin baru bisa dilantik. Kekhawatiran perubahan kebijakan menjadi dalih penundaan pelantikan tersebut.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, akhirnya 208 orang mengikuti kebijakan nasional yang sempat tertunda. Karena Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Kementerian dalam negeri (Kemendagri) memberi batas pelantikan paling lambat 30 Mei ini, maka ratusan pejabat itu harus segera dilantik.

”Kami harus menindaklanjuti surat dari kementerian (pelantikan paling lambat 30 Mei). Pejabat yang eselon 4 menjadi pejabat fungsional. Sebelumnya, akhir Desember lalu sebagian sudah dilantik. Karena ada kebijakan nasional, mau tak mau ini dilantik,” papar Haryanto.

Alasan pejabat baru dilantik ini lantaran ada beberapa persoalan. ”Pertama ada pemetaan jabatan yang ternyata beberapa masih kosong. Setelah terisi penuh (kekosongan jabatan), akhirnya kami laporkan untuk dilakukan penyertaan jabatan,” katanya.

Di samping itu, Haryanto mengkhawatirkan adanya perubahan kebijakan pada pelantikan Desember lalu. Sehingga, pihaknya menunda pelantikan tersebut.

Baca Juga :  PAW, Anggota Dewan Noto Subiyanto yang Meninggal Dunia Diganti Siti Asiyah

”Kalau ada perubahan kebijakan jangan sampai nanti tak berpihak kepada aparatur sipil negara (ASN). Barangkali ada kebijakan yang berubah, ternyata tak dievaluasi (kebijakan pelantikan) pemerintah pusat. Sehingga, dari kebijakan nasional itu, saat ini sisa pejabat yang belum dilantik, kami lantik,” tambahnya.

Haryanto berpesan kepada para pejabat yang dilantik supaya loyal. Selain itu, mengemban tugasnya dengan baik.

”Harapannya adanya pelantikan ini, tidak mendapag sanksi dari pemerintah pusat. Untuk itu, para ASN supaya bekerja dengan baik. Soalnya, yang menilai kinerja itu atasan,” terangnya.

Diketahui, ratusan pejabat tersebut dilantik di Pendapa Kabupaten Pati pada Senin (30/5). Dalam sumpah janji jabatan, ratusan pejabat itu memaparkan janjinya.

”Akan setia dan taat pada UUD 1945. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung etika jabatan. Bekerja dengan sebaik-baiknya dan penub rasa tanggung jawab,” ujar ratusan pejabat yang dilantik. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/