alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Rob Mulai Mereda, Nelayan di Pati Siap Kembali Melaut

PATI – Gelombang tinggi dan banjir rob di kawasan pesisir utara Pati mulai mereda. Kini, para nelayan mulai ancang-ancang untuk melaut. Sebelumnya, ombak tinggi dan banjir rob membuat sejumlah nelayan memutuskan berhenti melaut.

Salah satu nelayan asal Desa Banyutowo, Dukuhseti Ahmad, 41, mengatakan, dirinya berencana berangkat melaut lagi beberapa hari mendatang. Setelah sebelumnya berhenti akibat ada ombak besar yang menerjang daerahnya.

”Paling mulai berangkat melaut beberapa hari lagi. Pekan ini rencananya sudah mulai berangkat. Saya sudah tak melaut sejak pekan lalu. Ombaknya soalnya tinggi. Kisaran 2 meteran tingginya,” ujarnya.


Dia mengatakan, adanya peristiwa itu memang terjadi musiman. Akan tetapi, kali ini ada prediksi ombak lebih besar dari sebelumnya.

”Rencananya, tetap berangkat melaut. Mau cari uang dari mana lagi. Ini mata pencaharian saya,” katanya.

Tak seperti pelaut besar, karena Ahmad ini nelayan kecil, dia melaut sehari sekali. Tak berbulan-bulan mencari ikan. ”Berangkat subuh kemudian pulang siang hari. Untuk hasil tangkapan Ikanmulai dari ikan kebung, tengiri, ikan kecil-kecil lainnya. Tapi semenjak ada ombak besar belum berangkat hingga sekarang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tim Damkar Beberkan Kesulitan Jinakkan Api di PT Starindo Packaging Pati

Dampak tak melaut, hasil tangkapan ikan para nelayan biasanya berkurang. Dia hanya mencari ikan di pinggir pantai saja. ”Jadi tangkapan ikannya tidak pasti. Terkadang 30-50 kilogram (kg). Tapi kalau cuaca tak menentu seperti ini palingan hanya 20 kg,” tandasnya.

Ia juga menceritakan, saat cuaca sedang bagus, perolehan hasil hari tangkap ikan dalam waktu satu hari bisa mencapai Rp 400 ribu. Sedangkan saat cuaca seperti ini hanya dapat setengah dari angka tersebut. “Kadang Rp 100 ribu. Paling bagus saat cuaca buruk ya Rp 150 ribuan saja,” paparnya.

Kabar baik meredanya ombak ini menurutnya, gelombang yang berasal dari arah Timur sudah berbalik arah. Sehingga ketinggian ombak sudah tak setinggi 2 meter lagi.

”Harapannya ada pembangunan penangkal ombak lagi. Soalnya kondisi sekarang sudah rusak. Sedangkan kemarin juga ada rencana. Tapi sekarang belum ada,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Gelombang tinggi dan banjir rob di kawasan pesisir utara Pati mulai mereda. Kini, para nelayan mulai ancang-ancang untuk melaut. Sebelumnya, ombak tinggi dan banjir rob membuat sejumlah nelayan memutuskan berhenti melaut.

Salah satu nelayan asal Desa Banyutowo, Dukuhseti Ahmad, 41, mengatakan, dirinya berencana berangkat melaut lagi beberapa hari mendatang. Setelah sebelumnya berhenti akibat ada ombak besar yang menerjang daerahnya.

”Paling mulai berangkat melaut beberapa hari lagi. Pekan ini rencananya sudah mulai berangkat. Saya sudah tak melaut sejak pekan lalu. Ombaknya soalnya tinggi. Kisaran 2 meteran tingginya,” ujarnya.

Dia mengatakan, adanya peristiwa itu memang terjadi musiman. Akan tetapi, kali ini ada prediksi ombak lebih besar dari sebelumnya.

”Rencananya, tetap berangkat melaut. Mau cari uang dari mana lagi. Ini mata pencaharian saya,” katanya.

Tak seperti pelaut besar, karena Ahmad ini nelayan kecil, dia melaut sehari sekali. Tak berbulan-bulan mencari ikan. ”Berangkat subuh kemudian pulang siang hari. Untuk hasil tangkapan Ikanmulai dari ikan kebung, tengiri, ikan kecil-kecil lainnya. Tapi semenjak ada ombak besar belum berangkat hingga sekarang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Pertanyakan Biaya Parkir Stadion Joyokusumo, Siapa Pengelolanya?

Dampak tak melaut, hasil tangkapan ikan para nelayan biasanya berkurang. Dia hanya mencari ikan di pinggir pantai saja. ”Jadi tangkapan ikannya tidak pasti. Terkadang 30-50 kilogram (kg). Tapi kalau cuaca tak menentu seperti ini palingan hanya 20 kg,” tandasnya.

Ia juga menceritakan, saat cuaca sedang bagus, perolehan hasil hari tangkap ikan dalam waktu satu hari bisa mencapai Rp 400 ribu. Sedangkan saat cuaca seperti ini hanya dapat setengah dari angka tersebut. “Kadang Rp 100 ribu. Paling bagus saat cuaca buruk ya Rp 150 ribuan saja,” paparnya.

Kabar baik meredanya ombak ini menurutnya, gelombang yang berasal dari arah Timur sudah berbalik arah. Sehingga ketinggian ombak sudah tak setinggi 2 meter lagi.

”Harapannya ada pembangunan penangkal ombak lagi. Soalnya kondisi sekarang sudah rusak. Sedangkan kemarin juga ada rencana. Tapi sekarang belum ada,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/