alexametrics
23.8 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Sembako Naik Lima Ribuan, Pemkab Pati Operasi Pasar

PATIMenjelang pergantian tahun, harga bahan pokok di tengkulak mengalami kenaikan. Sembako yang terus mengalami kenaikan di antaranya, harga beras hingga telur.

Masyarakat mengeluhkan terjadinya kenaikan harga sembako menjelang pergantian tahun. Hal ini ditandai dengan meningkatnya harga beli beberapa jenis kebutuhan pokok. Beberapa pedagang pun membenarkan adanya kenaikan beberapa sembako di Pati.

Sejumlah pembeli terlihat sedang menawar di Pasar Puri Baru kemarin. Salah satu pembeli Haryati mengeluhkan adanya kenaikan itu. ”Mulai naik harga sembako. Mau tidak mau ya dibeli. Soalnya kan bahan pokok. Sebagai pembeli pasrah,” katanya.


Berdasarkan data yang dihimpun dari pedagang di Pasar Puri baru, beberapa bahan pokok mulai mengalami kenaikan. naik Rp 200-500 per kilo dan telur ayam naik Rp 5 ribuan per kilo.

Harga minyak goreng curah dari Rp 11.000 menjadi Rp 16.000. Kalau yang kemasan dari Rp14.000 menjadi Rp 18.000. Ada juga yang Rp 20 ribu. Tergantung merk, ”Harganya sejak November naik. Ini tidak kunjung turun. Kayaknya tidak bisa turun,” papar salah satu pedagang Muryati.

Tak hanya itu, harga telur ayam juga meroket hingga Rp 29.000 per kilogram. Bahkan beberapa hari lalu, sempat melonjak hingga Rp 32.000 per kilogram.

”Normalnya dari tengkulak Rp 23 ribuan. Saat ini naik menjadi Rp 29 ribu. Saya jualnya Rp 32 ribu. Untungnya cuman Rp 3 ribu. Itu pun kadang masih ditawar,” keluhnya.

Baca Juga :  Kabupaten Pati Penyumbang Kecelakaan Tertinggi Kelima Se-Jateng

Harga beras pun ikut naik. Kata Muryati, rata-rata naiknya Rp 200 perak. Menurutnya, momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi penyebabnya.

”Beras naik dikit. Tapi itu pun sangat berpengaruh karena bahan pokok. Kalau cabe tidak dua pekan ini tidak naik. Harga ecer lombok setan Rp 85 ribu. Cabe rawit Rp 32-34 ribu. Dulu juga pernah sampai Rp 40 ribu,” ujarnya.

Adanya kenaikan harga bahan pokok tersebut, dirinya tak mengurangi jumlah dagangan. Sebab, dagangannya tetap laku.

”Tetap laku karena mau tidak mau beli. Harga naik pedagang saja kaget apalagi pembeli. Pasrah saja,” imbuhnya.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati mewacanakan operasi pasar di wilayah Kota Mina Tani.

”Sementara ini, catatan kami dalam waktu dekat ini, baru komoditas minyak goreng yang naik. Saat ini belum dilakukan operasi. Rencananya besok pagi. Selain operasoiada pula monitoring. Karena keterbatasan anggaran, kami tidak bisa operasi terus menerus,”jawab Kepala Disdagperin Pati Hati Santosa saat ditanya soal upaya penanganan kenaikan sembako kemarin. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATIMenjelang pergantian tahun, harga bahan pokok di tengkulak mengalami kenaikan. Sembako yang terus mengalami kenaikan di antaranya, harga beras hingga telur.

Masyarakat mengeluhkan terjadinya kenaikan harga sembako menjelang pergantian tahun. Hal ini ditandai dengan meningkatnya harga beli beberapa jenis kebutuhan pokok. Beberapa pedagang pun membenarkan adanya kenaikan beberapa sembako di Pati.

Sejumlah pembeli terlihat sedang menawar di Pasar Puri Baru kemarin. Salah satu pembeli Haryati mengeluhkan adanya kenaikan itu. ”Mulai naik harga sembako. Mau tidak mau ya dibeli. Soalnya kan bahan pokok. Sebagai pembeli pasrah,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pedagang di Pasar Puri baru, beberapa bahan pokok mulai mengalami kenaikan. naik Rp 200-500 per kilo dan telur ayam naik Rp 5 ribuan per kilo.

Harga minyak goreng curah dari Rp 11.000 menjadi Rp 16.000. Kalau yang kemasan dari Rp14.000 menjadi Rp 18.000. Ada juga yang Rp 20 ribu. Tergantung merk, ”Harganya sejak November naik. Ini tidak kunjung turun. Kayaknya tidak bisa turun,” papar salah satu pedagang Muryati.

Tak hanya itu, harga telur ayam juga meroket hingga Rp 29.000 per kilogram. Bahkan beberapa hari lalu, sempat melonjak hingga Rp 32.000 per kilogram.

”Normalnya dari tengkulak Rp 23 ribuan. Saat ini naik menjadi Rp 29 ribu. Saya jualnya Rp 32 ribu. Untungnya cuman Rp 3 ribu. Itu pun kadang masih ditawar,” keluhnya.

Baca Juga :  Polres Pati Gelar Vaksinasi Pengguna Jalan

Harga beras pun ikut naik. Kata Muryati, rata-rata naiknya Rp 200 perak. Menurutnya, momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi penyebabnya.

”Beras naik dikit. Tapi itu pun sangat berpengaruh karena bahan pokok. Kalau cabe tidak dua pekan ini tidak naik. Harga ecer lombok setan Rp 85 ribu. Cabe rawit Rp 32-34 ribu. Dulu juga pernah sampai Rp 40 ribu,” ujarnya.

Adanya kenaikan harga bahan pokok tersebut, dirinya tak mengurangi jumlah dagangan. Sebab, dagangannya tetap laku.

”Tetap laku karena mau tidak mau beli. Harga naik pedagang saja kaget apalagi pembeli. Pasrah saja,” imbuhnya.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati mewacanakan operasi pasar di wilayah Kota Mina Tani.

”Sementara ini, catatan kami dalam waktu dekat ini, baru komoditas minyak goreng yang naik. Saat ini belum dilakukan operasi. Rencananya besok pagi. Selain operasoiada pula monitoring. Karena keterbatasan anggaran, kami tidak bisa operasi terus menerus,”jawab Kepala Disdagperin Pati Hati Santosa saat ditanya soal upaya penanganan kenaikan sembako kemarin. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/