alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Pemkab Pati Ultimatum Sita Lapak jika Ketahuan Diperjualbelikan

PATI – Proyek pembangunan Alun-alun Timur sudah mencapai 70 persen. Target rampung proyek tersebut pada 12 November mendatang. Untuk penempatan pedagang sudah diverifikasi dan siap menempati lapak.

Namun, jika ada oknum yang memperjual-beli lapak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan memberikan sanksi. Hak atas lapak tersebut akan diambil alih.

Bupati Pati Haryanto mengatakan perihal pembangunan alun-alun timur sebagai sentra PKL, kemarin (29/9). Dia menegaskan ke beberapa dinas terkait, lapak tersebut tak untuk diperjualbelikan.


”Ini tidak diperjualbelikan lapaknya. Kalau ada pedagang yang menjual lapaknya nanti akan diambil Pemkab Pati kepemilikannya,” tegasnya kepada beberapa dinas terkait.

Pembagian lapak nanti secara teknis dimusyawarahkan sebelum penempatan. Pihaknya sudah mendapat 300-an pedagang. ”Yang jelas by name sudah ada dan diverifikasi. Jadi tidak ada penempatan baru untuk pedagan selain PKL di perhutani. Nanti kami musyawarahkan teknisnya,” imbuhnya ketika ditanya cara pembagian lapak PKL.

Walaupun proyek ini ditarget rampung November, Haryanto belum bisa menjanjikan bisa ditempati. Soalnya, masih ada beberapa kendala. Mulai kelistrikan hingga saluran air yang baru beberapa titik saja.  ”November belum bisa menjanjikan. Melihat fasilitasnya. Sudah terpenuhi semua apa belum,” paparnya.

Baca Juga :  Truk Tangki Tabrak Mobil Jenazah di Pati, Satu Pengantar Jenazah Meninggal

Menurutnya, pembangunan alun-alun kuliner ini pertama di Jateng. Soalnya, ini memakan anggaran Rp 10 miliaran. ”Ini memperindah kota sekaligus memfasilitasi 300-an PKL. Menurut saya ini terbesar. Di daerah lain ada. Tapi tidak sebesar ini. Jadi bisa dilihat. Pemerintah memikirkan PKL,” katanya.

Jika sudah selesai, Haryanto meminta PKL untuk segera berjualan disana. Karena sudah diupayakan membangun alun-alun baru.”Yang ada ini dimanfaatkan. Pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin. Yang lain direfocusing, ini dipertahankan untuk mengamodir pedagang,” ungkap Bupati.

Dia menilai, laris dan tidak tergantung dari PKL. Harus memperhitungkan pelayanan kepada pelanggan. Masakannya bagaimana, pelayanan, dan menarik pelanggan bagaimana. ”Jadi jangan meyalahkan pemerintah lagi. Gara-gara tidak payu terus dipindah. Harus berusaha untuk menarik pelanggan,” ujarnya. (ali)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Proyek pembangunan Alun-alun Timur sudah mencapai 70 persen. Target rampung proyek tersebut pada 12 November mendatang. Untuk penempatan pedagang sudah diverifikasi dan siap menempati lapak.

Namun, jika ada oknum yang memperjual-beli lapak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan memberikan sanksi. Hak atas lapak tersebut akan diambil alih.

Bupati Pati Haryanto mengatakan perihal pembangunan alun-alun timur sebagai sentra PKL, kemarin (29/9). Dia menegaskan ke beberapa dinas terkait, lapak tersebut tak untuk diperjualbelikan.

”Ini tidak diperjualbelikan lapaknya. Kalau ada pedagang yang menjual lapaknya nanti akan diambil Pemkab Pati kepemilikannya,” tegasnya kepada beberapa dinas terkait.

Pembagian lapak nanti secara teknis dimusyawarahkan sebelum penempatan. Pihaknya sudah mendapat 300-an pedagang. ”Yang jelas by name sudah ada dan diverifikasi. Jadi tidak ada penempatan baru untuk pedagan selain PKL di perhutani. Nanti kami musyawarahkan teknisnya,” imbuhnya ketika ditanya cara pembagian lapak PKL.

Walaupun proyek ini ditarget rampung November, Haryanto belum bisa menjanjikan bisa ditempati. Soalnya, masih ada beberapa kendala. Mulai kelistrikan hingga saluran air yang baru beberapa titik saja.  ”November belum bisa menjanjikan. Melihat fasilitasnya. Sudah terpenuhi semua apa belum,” paparnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Pati Semprit ASN Plesiran

Menurutnya, pembangunan alun-alun kuliner ini pertama di Jateng. Soalnya, ini memakan anggaran Rp 10 miliaran. ”Ini memperindah kota sekaligus memfasilitasi 300-an PKL. Menurut saya ini terbesar. Di daerah lain ada. Tapi tidak sebesar ini. Jadi bisa dilihat. Pemerintah memikirkan PKL,” katanya.

Jika sudah selesai, Haryanto meminta PKL untuk segera berjualan disana. Karena sudah diupayakan membangun alun-alun baru.”Yang ada ini dimanfaatkan. Pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin. Yang lain direfocusing, ini dipertahankan untuk mengamodir pedagang,” ungkap Bupati.

Dia menilai, laris dan tidak tergantung dari PKL. Harus memperhitungkan pelayanan kepada pelanggan. Masakannya bagaimana, pelayanan, dan menarik pelanggan bagaimana. ”Jadi jangan meyalahkan pemerintah lagi. Gara-gara tidak payu terus dipindah. Harus berusaha untuk menarik pelanggan,” ujarnya. (ali)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/