alexametrics
32 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Tak Perlu Khawatir, Dinas Pastikan Stok Hewan Kurban di Pati Surplus

PATI – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, memastikan populasi hewan ternak untuk keperluan ibadah kurban pada Lebaran Haji sangat mencukupi, bahkan surplus. Dan bisa melayani permintaan dari luar daerah.

Populasi hewan ternak untuk kurban sejumlah 115.000, sehingga masyarakat tak perlu khawatir terkait ketersediaan hewan ternak. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan hewan ternak yang terindikasi penyakit kuku dan mulut (PMK).

“Kalau dari segi populasi kita dengan kasus PMK yang muncul, hanya 1 persen. Kalau ketersedian kita masih banyak ternak yang bisa digunakan untuk hewan kurban,” jelas Kepala Dinas Pertanian Pati, Nikentri Meiningrum


Meski begitu, ada syarat khusus bagi ternak yang hendak dijadikan hewan kurban pada hari raya Idul Adha mendatang

“Yang jelas kita ada pemeriksaan kesehatan yang ketat hewan yang digunakan untuk hewan kurban harus sehat, ada pemeriksaan sebelum pemotongan dan setelah pemotongan. Kita ada tim untuk memeriksa itu nantinya. Surat keterangan sehat hewan dikeluarkan dengan catatan hewan benar-benar sehat,” paparnya.

Baca Juga :  Seleksi Akademi Persipa Pati U-17 Banjir Pendaftar

Lantaran banyaknya populasi hewan ternak, lanjut Niken, permintaan hewan kurban dari luar daerah telah banyak yang masuk. Kebanyakan hewan ternak ini dikirim ke provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Kita masih banyak kirim ke luar daerah, karena banyak permintaan dari luar daerah. Karena kita masih surplus (hewan ternak) istilahnya,” imbuhnya.

Diketahui, Kabupaten Pati mendapatkan sebanyak 4.000 vaksin PMK. Mengingat sedikitnya 2.700 hewan ternak di Pati terindikasi PMK. Meski begitu, 900 diantaranya dinyatakan telah sembuh. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, memastikan populasi hewan ternak untuk keperluan ibadah kurban pada Lebaran Haji sangat mencukupi, bahkan surplus. Dan bisa melayani permintaan dari luar daerah.

Populasi hewan ternak untuk kurban sejumlah 115.000, sehingga masyarakat tak perlu khawatir terkait ketersediaan hewan ternak. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan hewan ternak yang terindikasi penyakit kuku dan mulut (PMK).

“Kalau dari segi populasi kita dengan kasus PMK yang muncul, hanya 1 persen. Kalau ketersedian kita masih banyak ternak yang bisa digunakan untuk hewan kurban,” jelas Kepala Dinas Pertanian Pati, Nikentri Meiningrum

Meski begitu, ada syarat khusus bagi ternak yang hendak dijadikan hewan kurban pada hari raya Idul Adha mendatang

“Yang jelas kita ada pemeriksaan kesehatan yang ketat hewan yang digunakan untuk hewan kurban harus sehat, ada pemeriksaan sebelum pemotongan dan setelah pemotongan. Kita ada tim untuk memeriksa itu nantinya. Surat keterangan sehat hewan dikeluarkan dengan catatan hewan benar-benar sehat,” paparnya.

Baca Juga :  Merugi Gegara Pandemi, Agen Travel di Pati Terpaksa Jual Aset

Lantaran banyaknya populasi hewan ternak, lanjut Niken, permintaan hewan kurban dari luar daerah telah banyak yang masuk. Kebanyakan hewan ternak ini dikirim ke provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Kita masih banyak kirim ke luar daerah, karena banyak permintaan dari luar daerah. Karena kita masih surplus (hewan ternak) istilahnya,” imbuhnya.

Diketahui, Kabupaten Pati mendapatkan sebanyak 4.000 vaksin PMK. Mengingat sedikitnya 2.700 hewan ternak di Pati terindikasi PMK. Meski begitu, 900 diantaranya dinyatakan telah sembuh. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/