alexametrics
22.8 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

Sempat Macet Parah, Kepadatan Lalu Lintas di Jalur Pati-Rembang Mulai Terurai

PATI – Kemacetan di jalur pantura Kecamatan Batangan, Pati, terurai kemarin. Antrean kendaraan dari Pati-Rembang atau sebaliknya hanya kisaran 100-200 meter. Kondisi lalu lintas jalan padat merayap.

Diberitakan sebelumnya Minggu (26/6) ekor kemacetan dari arah barat hingga masuk ke Jalan lingkar Pati. Begitu juga sebaliknya, dari arah timur ekor kemacetan hingga ke Kaliori, Rembang. Macet itu mengakibatkan beberapa pengendara lewat jalur alternatif. Pada Selasa (28/6) sekitar pukul 09.30 truk-truk besar memadati ruas sebelah selatan di sekitar gapura batas kota.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, kendaraan mengular hingga area depan SMAN 1 Rembang. Atau sekitar satu kilometer dari gapura. Informasi yang diterima, kemacetan terjadi sejak pagi. Sekitar pukul 04.30 kemacetan sampai wilayah Dresi, Kaliori. Satu jam kemudian antrean kendaraan makin bertambah. Sekitar pukul 05.30, kemacetan sudah wilayah perbatasan Rembang Kota.


Hal itu berbeda dengan kemarin (29/6) pukul 11.30, bus, kendaraan pribadi, dan motor terlihat mengantre di lokasi perbaikan hanya sekitar 100-200 meter. Baik dari arah Rembang maupun pati. Mereka bergantian melintasi area perbaikan jalan itu.

Pengguna jalan terlihat padat merayap di sebelah Utara SPBU Batangan (lokasi perbaikan jalan, Red). Kendaraan mulai antre mulai Gapura Desa Lengkong, Batangan hingga lokasi perbaikan jalan. Titik perbaikan jalur ini lokasinya di bahu jalan sebelah selatan. Kendaraan di lajur ini kecepatannya antara 10-20 kilometer per jam. Di lokasi perbaikan disediakan dua lajur kendaraan.

Namun, jalur sisi kiri (utara) tak beraspal. Hanya bebatuan dan jalan berupa tanah atau belum beraspal. Kondisi jalan ini parah jika hujan melanda. Biasanya, pascahujan kondisi jalan ini berlumpur, berlubang, dan genangan air kerap terlihat. Saat hujan inilah antrean panjang terjadi.

Baca Juga :  Stadion Joyokusumo Pati Masuk Situs Resmi FIFA 

Sebelumnya atau sejak Minggu (26/6) hingga Selasa (28/6) petang, kondisi jalur Pantura Batangan menuju Rembang sempat terjadi kemacetan. Pengguna jalan terlihat terjebak macet di sebelah utara PT HWI Batangan 2 turut Desa Ketitang, Batangan. Bahkan kemacetan hingga ke Pasar Pentungan Rembang.

”Batangan sudah lancar. Kemarin (Minggu (26/6) hingga Selasa (28/6)) macet parah. Saat ini (29/6) padat merayap di titik lokasi perbaikan jalan,” ujar Ali, salah satu pengguna jalan.

Di sisi lain, jalur alternatif Pati-Rembang melewati Jakenan-Jaken tembus Desa Batursari, Batangan, juga tak terjadi kemacetan. Saat ini, di jalur tersebut sudah lancar. Padahal sebelumnya ruas jalan itu dipenuhi kendaraan pribadi hingga bus-bus besar.

”Kemarin saya dari Jakenan ke Pati itu tiga jam. Saya menggunakan mobil tak bisa lewat karena ada bus dan truk yang memenuhi jalan. Namun, saat ini sudah mulai lancar,” papar warga Jakenan Putri.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati Teguh Widyatmoko menambahkan, pengurai kemacetan pihaknya meminta bagian tepi atau bahu jalan untuk dilewati pengendara. Sehingga kemacetan yang terjadi dapat terurai sedikit demi sedikit.

”Adapula pengalihan jalur untuk pengguna jalan. Jalur alternatif khusus kendaraan pribadi. Bisa mulai Batursari, Jaken, Jakenan sampai Sampang,” pungkasnya.

Jawa Pos Radar Kudus mencoba melewati jalan pantura menuju Kaliori. Pada titik-titik macet sebelumnya, kendaraan sudah terpantau lancar. Seperti di wilayah gapura batas kota sekitar SPBU itu. (adr/zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kemacetan di jalur pantura Kecamatan Batangan, Pati, terurai kemarin. Antrean kendaraan dari Pati-Rembang atau sebaliknya hanya kisaran 100-200 meter. Kondisi lalu lintas jalan padat merayap.

Diberitakan sebelumnya Minggu (26/6) ekor kemacetan dari arah barat hingga masuk ke Jalan lingkar Pati. Begitu juga sebaliknya, dari arah timur ekor kemacetan hingga ke Kaliori, Rembang. Macet itu mengakibatkan beberapa pengendara lewat jalur alternatif. Pada Selasa (28/6) sekitar pukul 09.30 truk-truk besar memadati ruas sebelah selatan di sekitar gapura batas kota.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, kendaraan mengular hingga area depan SMAN 1 Rembang. Atau sekitar satu kilometer dari gapura. Informasi yang diterima, kemacetan terjadi sejak pagi. Sekitar pukul 04.30 kemacetan sampai wilayah Dresi, Kaliori. Satu jam kemudian antrean kendaraan makin bertambah. Sekitar pukul 05.30, kemacetan sudah wilayah perbatasan Rembang Kota.

Hal itu berbeda dengan kemarin (29/6) pukul 11.30, bus, kendaraan pribadi, dan motor terlihat mengantre di lokasi perbaikan hanya sekitar 100-200 meter. Baik dari arah Rembang maupun pati. Mereka bergantian melintasi area perbaikan jalan itu.

Pengguna jalan terlihat padat merayap di sebelah Utara SPBU Batangan (lokasi perbaikan jalan, Red). Kendaraan mulai antre mulai Gapura Desa Lengkong, Batangan hingga lokasi perbaikan jalan. Titik perbaikan jalur ini lokasinya di bahu jalan sebelah selatan. Kendaraan di lajur ini kecepatannya antara 10-20 kilometer per jam. Di lokasi perbaikan disediakan dua lajur kendaraan.

Namun, jalur sisi kiri (utara) tak beraspal. Hanya bebatuan dan jalan berupa tanah atau belum beraspal. Kondisi jalan ini parah jika hujan melanda. Biasanya, pascahujan kondisi jalan ini berlumpur, berlubang, dan genangan air kerap terlihat. Saat hujan inilah antrean panjang terjadi.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Pati Sayangkan 2 Perusahaan Besar Tak Sponsori Persipa 

Sebelumnya atau sejak Minggu (26/6) hingga Selasa (28/6) petang, kondisi jalur Pantura Batangan menuju Rembang sempat terjadi kemacetan. Pengguna jalan terlihat terjebak macet di sebelah utara PT HWI Batangan 2 turut Desa Ketitang, Batangan. Bahkan kemacetan hingga ke Pasar Pentungan Rembang.

”Batangan sudah lancar. Kemarin (Minggu (26/6) hingga Selasa (28/6)) macet parah. Saat ini (29/6) padat merayap di titik lokasi perbaikan jalan,” ujar Ali, salah satu pengguna jalan.

Di sisi lain, jalur alternatif Pati-Rembang melewati Jakenan-Jaken tembus Desa Batursari, Batangan, juga tak terjadi kemacetan. Saat ini, di jalur tersebut sudah lancar. Padahal sebelumnya ruas jalan itu dipenuhi kendaraan pribadi hingga bus-bus besar.

”Kemarin saya dari Jakenan ke Pati itu tiga jam. Saya menggunakan mobil tak bisa lewat karena ada bus dan truk yang memenuhi jalan. Namun, saat ini sudah mulai lancar,” papar warga Jakenan Putri.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati Teguh Widyatmoko menambahkan, pengurai kemacetan pihaknya meminta bagian tepi atau bahu jalan untuk dilewati pengendara. Sehingga kemacetan yang terjadi dapat terurai sedikit demi sedikit.

”Adapula pengalihan jalur untuk pengguna jalan. Jalur alternatif khusus kendaraan pribadi. Bisa mulai Batursari, Jaken, Jakenan sampai Sampang,” pungkasnya.

Jawa Pos Radar Kudus mencoba melewati jalan pantura menuju Kaliori. Pada titik-titik macet sebelumnya, kendaraan sudah terpantau lancar. Seperti di wilayah gapura batas kota sekitar SPBU itu. (adr/zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/