alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

PPKM Longgar, Karaoke di Pati Los Dol!

PATI – Pandemi Covid-19 di Pati mulai melandai. Pemberlakuan pembatasan kegaitan masyarakat (PPKM) sudah level I. Banyak tempat karaoke sudah mulai buka terang-terangan. Padahal sebelumnya sembunyi-sembunyi.

Dua hari ini (28-29/6), wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini mencoba menyurvey tempat karaokean legal-ilegal di Pati hingga Juwana.

Pukul 22.00 (28/29) fasilitas karaoke di Hotel New Merdeka sudah mulai buka terang-terangan. Pesan room sudah bisa lewat pintu depan.


Padahal sebelumnya (saat pandemi merebak), lewat pintu belakang. Masuk lorong melewati dapur restoran. Lalu belok kiri (selatan) menuju jalan tikus menuju lokasi karaoke.

Bau harum parfum tercium saat membuka pintu. Kisaran 5-6 pintu berjejer menghadap ke Barat. Dua pintu terlihat terbuka. Di dalam salah satu pintu terlihat tiga orang lady companion (LC) sedang mengaca (berdandan). ”Ini kamar para pemandu karaoke,” tegas salah satu penjaga yang mengantar wartawan ini melewati jalur tikus ini.

Tapi, saat ini sudah bisa lewat pintu depan. Ada 6-7 LC duduk di sebelah Timur resepsionis karaokean. “Ada paketan tidak di sini? Biasanya saya di Semarang ada paketannya. Kalau tak salah Rp 650 ribu per jam. Kalau di sini berapa ?,” tanya wartawan ini ke resepsionis. ”Kalau di sini Rp 1 juta. Dua jam, dua LC, dan satu stel minuman,” jawabnya.

Baca Juga :  Komisi B DPRD Pati Kritik Pembangunan yang Abaikan Lingkungan

Tak hanya ini, bahkan ada acara dangdutan di sana. Harga sewa mejanya Rp 50 ribu. Para LC dan tamu berjogetan diiringi lagu dangdut. Terkadang juga lagu electro dance music (EDM). Itu pukul 00.30 (29/6) para tamu masih berjogetan.

Di sisi lain, karaoke di wilayah Juwana juga buka terang-terangan. Para “calo” terlihat di depan karaoke di ruko arah jembatan Juwana Selatan. “Pandemi melandai, jadi sudah mulai buka. Waktu pandemi ramai-ramainya kan, banyak gerebekan. Sekarang sudah jarang,” terang salah satu calo itu.

Saat pandemi merabak, karaokean di ruko itu tampak depan gelap. Pintunya juga tertutup rapat. Tak ada penjaganya pula. ”Waktu itu, motor/mobil disuruh pindah di belakang ruko ini. Lalu, masuk lewat depan sembunyi-sembunyi,” jelasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pandemi Covid-19 di Pati mulai melandai. Pemberlakuan pembatasan kegaitan masyarakat (PPKM) sudah level I. Banyak tempat karaoke sudah mulai buka terang-terangan. Padahal sebelumnya sembunyi-sembunyi.

Dua hari ini (28-29/6), wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini mencoba menyurvey tempat karaokean legal-ilegal di Pati hingga Juwana.

Pukul 22.00 (28/29) fasilitas karaoke di Hotel New Merdeka sudah mulai buka terang-terangan. Pesan room sudah bisa lewat pintu depan.

Padahal sebelumnya (saat pandemi merebak), lewat pintu belakang. Masuk lorong melewati dapur restoran. Lalu belok kiri (selatan) menuju jalan tikus menuju lokasi karaoke.

Bau harum parfum tercium saat membuka pintu. Kisaran 5-6 pintu berjejer menghadap ke Barat. Dua pintu terlihat terbuka. Di dalam salah satu pintu terlihat tiga orang lady companion (LC) sedang mengaca (berdandan). ”Ini kamar para pemandu karaoke,” tegas salah satu penjaga yang mengantar wartawan ini melewati jalur tikus ini.

Tapi, saat ini sudah bisa lewat pintu depan. Ada 6-7 LC duduk di sebelah Timur resepsionis karaokean. “Ada paketan tidak di sini? Biasanya saya di Semarang ada paketannya. Kalau tak salah Rp 650 ribu per jam. Kalau di sini berapa ?,” tanya wartawan ini ke resepsionis. ”Kalau di sini Rp 1 juta. Dua jam, dua LC, dan satu stel minuman,” jawabnya.

Baca Juga :  BPBD Pati Minta Masyarakat Waspada Bahaya La Lina

Tak hanya ini, bahkan ada acara dangdutan di sana. Harga sewa mejanya Rp 50 ribu. Para LC dan tamu berjogetan diiringi lagu dangdut. Terkadang juga lagu electro dance music (EDM). Itu pukul 00.30 (29/6) para tamu masih berjogetan.

Di sisi lain, karaoke di wilayah Juwana juga buka terang-terangan. Para “calo” terlihat di depan karaoke di ruko arah jembatan Juwana Selatan. “Pandemi melandai, jadi sudah mulai buka. Waktu pandemi ramai-ramainya kan, banyak gerebekan. Sekarang sudah jarang,” terang salah satu calo itu.

Saat pandemi merabak, karaokean di ruko itu tampak depan gelap. Pintunya juga tertutup rapat. Tak ada penjaganya pula. ”Waktu itu, motor/mobil disuruh pindah di belakang ruko ini. Lalu, masuk lewat depan sembunyi-sembunyi,” jelasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/