alexametrics
26.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Tahun Baru 2022, Hanya Empat Wisata di Pati Boleh Buka

PATI – Seluruh tempat wisata di Kabupaten Pati ditutup selama momen libur tahun baru 2022 nanti. Penutupan tempat wisata dilakukan sebagai upaya pencegahan potensi kerumunan tahun baru, sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19. Penutupan dilakukan pada 31 Desember 2021-1 Januari 2022.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati Rekso Suhartono mengungkapkan, penutupan tempat wisata didasarkan atas intruksi bupati (Inbup) dan surat edaran dari dinas terkait.

“Wisata ditutup. Khusus untuk wisata Jollong 1, Jollong 2, Waduk Gunungrowo, dan Gua Pancur dibuka terbatas, dan khusus untuk warga Kabupaten Pati dengan kapasitas 30 persen, ini sesuai dengan Intruksi Bupati tentang PPKM Level 2. Wisata religi juga masih boleh buka khusus untuk warga Kabupaten Pati dengan kapasitas 50 persen,” jelasnya.


Pengelola Gua Pancur, Najib  mengaku berkomitmen menjalankan aturan yang ditetapkan pemerintah dalam penyelenggaraan wisata saat momen libur tahun baru nanti. “Kami masih tetap boleh buka secara terbatas sesuai surat edaran. Nanti pengelola akan melakukan pembatasan pengunjung,” paparnya.

Baca Juga :  Sukseskan Vaksinasi, Ratusan Nakes dan Aparat di Pati Diganjar Penghargaan

“Untuk mengantisipasi melonjaknya pengunjung kami sebisa mungkin akan menerapkan pembatasan waktu kunjung bagi wisatawan. Pemakaian masker dan fasilitas cuci tangan kami prioritaskan,” imbuhnya.

Sementara itu penutupan tempat wisata di momen tahun baru ini disadari sepenuhnya oleh sejumlah pengelola wisata. Hal ini seperti yang diungkapkan Ketua Pokdarwis Jrahi Suparlan. “Ya saya yakin kebijakan pemerintah pasti punya landasan dan juga pertimbangan tersendiri. Kami mendukung saja. Nantinya pada saat penutupan gerbang menuju desa wisata Jrahi akan dijaga agar tidak ada pengunjung,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lebih lanjut, sebagai pengelola Desa wisata Pancasila Jrahi, dengan ditutup selama dua hari nanti bisa memberi manfaat kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat Desa Jrahi. Sebab penutupan tempat wisata ini terkait dengan antisipasi peningkatan kasus Covid-19 saat momen liburan. Apalagi saat ini muncul varian baru. Potensi kerumunan menjadi perhatian tersendiri seperti di lokasi wisata. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Seluruh tempat wisata di Kabupaten Pati ditutup selama momen libur tahun baru 2022 nanti. Penutupan tempat wisata dilakukan sebagai upaya pencegahan potensi kerumunan tahun baru, sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19. Penutupan dilakukan pada 31 Desember 2021-1 Januari 2022.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati Rekso Suhartono mengungkapkan, penutupan tempat wisata didasarkan atas intruksi bupati (Inbup) dan surat edaran dari dinas terkait.

“Wisata ditutup. Khusus untuk wisata Jollong 1, Jollong 2, Waduk Gunungrowo, dan Gua Pancur dibuka terbatas, dan khusus untuk warga Kabupaten Pati dengan kapasitas 30 persen, ini sesuai dengan Intruksi Bupati tentang PPKM Level 2. Wisata religi juga masih boleh buka khusus untuk warga Kabupaten Pati dengan kapasitas 50 persen,” jelasnya.

Pengelola Gua Pancur, Najib  mengaku berkomitmen menjalankan aturan yang ditetapkan pemerintah dalam penyelenggaraan wisata saat momen libur tahun baru nanti. “Kami masih tetap boleh buka secara terbatas sesuai surat edaran. Nanti pengelola akan melakukan pembatasan pengunjung,” paparnya.

Baca Juga :  Sukseskan Vaksinasi, Ratusan Nakes dan Aparat di Pati Diganjar Penghargaan

“Untuk mengantisipasi melonjaknya pengunjung kami sebisa mungkin akan menerapkan pembatasan waktu kunjung bagi wisatawan. Pemakaian masker dan fasilitas cuci tangan kami prioritaskan,” imbuhnya.

Sementara itu penutupan tempat wisata di momen tahun baru ini disadari sepenuhnya oleh sejumlah pengelola wisata. Hal ini seperti yang diungkapkan Ketua Pokdarwis Jrahi Suparlan. “Ya saya yakin kebijakan pemerintah pasti punya landasan dan juga pertimbangan tersendiri. Kami mendukung saja. Nantinya pada saat penutupan gerbang menuju desa wisata Jrahi akan dijaga agar tidak ada pengunjung,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lebih lanjut, sebagai pengelola Desa wisata Pancasila Jrahi, dengan ditutup selama dua hari nanti bisa memberi manfaat kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat Desa Jrahi. Sebab penutupan tempat wisata ini terkait dengan antisipasi peningkatan kasus Covid-19 saat momen liburan. Apalagi saat ini muncul varian baru. Potensi kerumunan menjadi perhatian tersendiri seperti di lokasi wisata. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/