alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

BUMDes di Pati Didorong Bangkitkan Wisata Lokal

PATI – Pengembangan wisata desa berkelanjutan diharapkan mulai digalakkan pemerintah desa. Pengembangan wisata ini untuk menyambut kebangkitan ekonomi baru pasca Covid-19. Peluang ini bisa dimaksimalkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pengembangan wisata diungkapkan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Cluwak, Supardi. Prinsip pengembangan desa wisata berkelanjutan, kata Supardi, harus memberi nilai manfaat secara ekonomi kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat bisa terlibat secara aktif dalam aktivitas di desa wisata dan tetap menjaga nilai-nilai, norma, keseharian dan budaya yang berlaku di masyarakat setempat.

“Pengembangan desa wisata memiliki manfaat dalam meningkatkan hidup masyarakat maju dan budaya. Serta tradisi dapat lestari karena terciptanya lapangan kerja baru hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat perdesaan,” katanya, saat mengunjungi salah satu obyek wisata alam Rimong Indah di Desa Medani, belum lama ini.


Manfaat lainnya, lanjut Supardi, bagi perekonomian masyarakat perdesaan, pengembangan desa sebagai desa wisata yang akan menimbulkan dampak dalam perekononian bagi masyarakat Perdesaan. Dan dampaknya, dapat meningkatkan keberadaan industri rumahan dan menengah dalam hal ini manfaat pengembangan desa.

“Sebagai desa wisata bisa mendorong peningkatan industri kecil menengah yang memanfaatkan produk lokal sebagai bahan bakunya serta bermanfaat sebagai sarana promosi produk lokal. Mengingat, di Medani ini juga sebagai produsen kopi,” tambahnya.

Baca Juga :  Lapas Pati Buka Pelayanan HAKI, Begini Cara Daftarnya

BUMDes berpeluang dalam peningkatan ekonomi desa karena dapat meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat.

“BUMDes sebagai pengelola desa wisata bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa, meningkatkan usaha masyarakat, mengembangkan rencama kerjasama usaha antar desa. Sehingga bisa menciptakan peluang jaringan pasar, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dam meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan desa,” katanya.

Di masa pandemi covid 19, salah satu sektor yang terdampak adalah sektor pariwisata. Sehingga kebijakan dalam pengelolaan desa wisata dimasa pandemi covid 19 menjadi sebuah langkah dalam mengatasi permasalahan sektor pariwisata.

Sementara, pengelola Rimong Indah, Waluyo menyambut baik program desa wisata di daerahnya. Mengingat, selama pandemi obyek wisata yang berada di jalur menuju wisata Tempur Jepara itu kini mati suri. Sehingga dengan dukungan dari desa dan dinas terkait bisa menghidupkan kembali gairah wisata di desanya.

“Tak hanya Rimong Indah, di desa kami juga ada obyek wisata alam yang mempunyai nilai sejarah dan layak digarap dengan optimal. Yaitu obyek Watu Soko dan Watu Tumpuk,” paparnya. (him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Pengembangan wisata desa berkelanjutan diharapkan mulai digalakkan pemerintah desa. Pengembangan wisata ini untuk menyambut kebangkitan ekonomi baru pasca Covid-19. Peluang ini bisa dimaksimalkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pengembangan wisata diungkapkan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Cluwak, Supardi. Prinsip pengembangan desa wisata berkelanjutan, kata Supardi, harus memberi nilai manfaat secara ekonomi kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat bisa terlibat secara aktif dalam aktivitas di desa wisata dan tetap menjaga nilai-nilai, norma, keseharian dan budaya yang berlaku di masyarakat setempat.

“Pengembangan desa wisata memiliki manfaat dalam meningkatkan hidup masyarakat maju dan budaya. Serta tradisi dapat lestari karena terciptanya lapangan kerja baru hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat perdesaan,” katanya, saat mengunjungi salah satu obyek wisata alam Rimong Indah di Desa Medani, belum lama ini.

Manfaat lainnya, lanjut Supardi, bagi perekonomian masyarakat perdesaan, pengembangan desa sebagai desa wisata yang akan menimbulkan dampak dalam perekononian bagi masyarakat Perdesaan. Dan dampaknya, dapat meningkatkan keberadaan industri rumahan dan menengah dalam hal ini manfaat pengembangan desa.

“Sebagai desa wisata bisa mendorong peningkatan industri kecil menengah yang memanfaatkan produk lokal sebagai bahan bakunya serta bermanfaat sebagai sarana promosi produk lokal. Mengingat, di Medani ini juga sebagai produsen kopi,” tambahnya.

Baca Juga :  Hujan dan Angin Kencang Terjang Pati, Puluhan Pohon Tumbang

BUMDes berpeluang dalam peningkatan ekonomi desa karena dapat meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat.

“BUMDes sebagai pengelola desa wisata bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa, meningkatkan usaha masyarakat, mengembangkan rencama kerjasama usaha antar desa. Sehingga bisa menciptakan peluang jaringan pasar, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dam meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan desa,” katanya.

Di masa pandemi covid 19, salah satu sektor yang terdampak adalah sektor pariwisata. Sehingga kebijakan dalam pengelolaan desa wisata dimasa pandemi covid 19 menjadi sebuah langkah dalam mengatasi permasalahan sektor pariwisata.

Sementara, pengelola Rimong Indah, Waluyo menyambut baik program desa wisata di daerahnya. Mengingat, selama pandemi obyek wisata yang berada di jalur menuju wisata Tempur Jepara itu kini mati suri. Sehingga dengan dukungan dari desa dan dinas terkait bisa menghidupkan kembali gairah wisata di desanya.

“Tak hanya Rimong Indah, di desa kami juga ada obyek wisata alam yang mempunyai nilai sejarah dan layak digarap dengan optimal. Yaitu obyek Watu Soko dan Watu Tumpuk,” paparnya. (him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/