alexametrics
27.7 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Izinnya Budidaya Ikan Lele, Ternyata Pabrik Miras Oplosan

PATI  – Kepolisian Resor (Polres) Pati berhasil menggerebek pabrik minuman keras (miras) oplosan di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil, Selasa (28/9). Peralatan produksi minuman dan 750 miras diamankan.

Penggrebegan tersebut dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi tentang keberadaan pabrik miras oplosan. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan dan mendapati keberadaan pabrik itu.

”Saat di lokasi, kami melakukan penyitaan barang bukti (BB) 750 botol siap edar. Terus ada alat produksi oplosan. Termasuk alat penyulingan,” ungkap Kapolres Pati AKBP Christian Tobing dikonfirmasi, Rabu (29/9).


Di lokasi penggerebekan pabrik miras oplosan milik GW itu, polisi menahan seorang perempuan. Dia berinisial RF. Kemudian saat ini dilakukan penyidikan dan pengembangan kasusnya.

Dia menambahkan, minuman oplosan itu  beredar tak hanya di Pati saja. Melainkan, hingga ke Tuban, Jawa Timur.

Baca Juga :  Wujudkan Akuntabilitas, Polres Pati Sosialisasi Anggaran

”Harga jualnya Rp 60 ribu. Kami juga akan cek di warung-warung. Kalau ada akan diamankan,” ucapnya.

Pihaknya akan mengembangkan penyidik. Dimungkinkan adanya keterlibatan orang lainnya. ”Nantinya akan menjerat tersangka dengan Undang-Undang RI tentang Kesehatan maupun Undang-Undang RI tentang Pangan,” tegasnya.

AKBP Christian Tobing mengimbau, masyarakat untuk tidak membeli miras. Apalagi mengkonsumsi minuman beralkohol yang memabukan menurutnya bisa merusak kesehatan.

”Bisa terkena ancaman hukuman.  Itu dibawah lima tahun,” paparnya.

Semantara itu, Kades Tegalharjo, Trangkil Pandoyo mengaku, pihaknya tidak tahu kalau di wilayahnya ada pabrik yang memproduksi Miras oplosan itu. Setahunya izin yang diketahuinya untuk budidaya ikan lele.

”Kami sama sekali tidak tahu jika ada kegiatan tersebut. Izinnya budidaya ikan,” tuturnya.






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI  – Kepolisian Resor (Polres) Pati berhasil menggerebek pabrik minuman keras (miras) oplosan di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil, Selasa (28/9). Peralatan produksi minuman dan 750 miras diamankan.

Penggrebegan tersebut dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi tentang keberadaan pabrik miras oplosan. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan dan mendapati keberadaan pabrik itu.

”Saat di lokasi, kami melakukan penyitaan barang bukti (BB) 750 botol siap edar. Terus ada alat produksi oplosan. Termasuk alat penyulingan,” ungkap Kapolres Pati AKBP Christian Tobing dikonfirmasi, Rabu (29/9).

Di lokasi penggerebekan pabrik miras oplosan milik GW itu, polisi menahan seorang perempuan. Dia berinisial RF. Kemudian saat ini dilakukan penyidikan dan pengembangan kasusnya.

Dia menambahkan, minuman oplosan itu  beredar tak hanya di Pati saja. Melainkan, hingga ke Tuban, Jawa Timur.

Baca Juga :  Uji Kecerdasan, Siswa dan Guru MTsN Pati Jalani Psikotes

”Harga jualnya Rp 60 ribu. Kami juga akan cek di warung-warung. Kalau ada akan diamankan,” ucapnya.

Pihaknya akan mengembangkan penyidik. Dimungkinkan adanya keterlibatan orang lainnya. ”Nantinya akan menjerat tersangka dengan Undang-Undang RI tentang Kesehatan maupun Undang-Undang RI tentang Pangan,” tegasnya.

AKBP Christian Tobing mengimbau, masyarakat untuk tidak membeli miras. Apalagi mengkonsumsi minuman beralkohol yang memabukan menurutnya bisa merusak kesehatan.

”Bisa terkena ancaman hukuman.  Itu dibawah lima tahun,” paparnya.

Semantara itu, Kades Tegalharjo, Trangkil Pandoyo mengaku, pihaknya tidak tahu kalau di wilayahnya ada pabrik yang memproduksi Miras oplosan itu. Setahunya izin yang diketahuinya untuk budidaya ikan lele.

”Kami sama sekali tidak tahu jika ada kegiatan tersebut. Izinnya budidaya ikan,” tuturnya.






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/