alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Banjir Bandang Akibat Tanggul Jebol di Pati, Puluhan Rumah Rusak

PATI – Sekitar 26 rumah di Desa Tunjungrejo, Margoyoso, mengalami kerusakan. Ini akibat dari banjir bandang menerjang desa tersebut pada Senin malam (27/6).

Kemarin (28/6) dua alat berat terlihat membersihkan sisa-sisa banjir di desa itu. Lumpur masih menggenangi jalan dan beberapa rumah.

Terlihat lima rumah mengalami kerusakan berat. Salah satu rumah bangunannya ambrol. Yang tersisa hanya teras depan dan satu kamar saja. Kerusakan rumah tersebut diakibatkan banjir bandang yang melanda Desa Tunjungrejo, Margoyoso. Banjir tersebut disebabkan tanggul desa setempat jebol.


”Tanggul sungai di desa jebol kurang lebih 20 meteran. Kemudian banjir bandang melanda desa kami. Banjir itu melanda RT 2 RW 6. Warga terdampak ada 26 rumah, 5 rumah rusak berat. Kejadiannya, tadi malam sekira pukul 22.30,” terang Kepala Desa Tunjungrejo Mochammad Ali Zudhi diwawancarai kemarin (28/6).

Sebelum banjir melanda, terjadi hujan lebat antara pukul 21.00-22.00 di desa tersebut. Sungai tak mampu menampung derasnya hujan. Sungai juga meluap. Akhirnya, tanggul jebol.

Baca Juga :  Jasa Raharja Pati Salurkan Santunan hingga 46 Miliar

”Aliran sungai dari wilayah hulu di pegunungan daerah Gunungwungkal. Jadi luapan sungai dari atas,” paparnya.

Pihaknya memperkirakan kerugian banjir bandang mencapai Rp 300 jutaan. Lanjut dia, itu belum termasuk kendaraan dan barang elektronik lainnya.

”Kerugian kira-kira Rp 300 juta karena banyak rumah yang rusak. Itu belum termasuk kendaraan dan elektronik. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Soalnya warga sudah evakuasi sebelum tanggul jebol,” imbuhnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengatasi sementara tanggul jebol dengan ratusan sandbag. Karung pasir itu untuk menambal sementara tanggul yang jebol.

”Bantuan saat ini diberikan itu adalah bantuan 100-an sandbag. Nanti itu diisi dengan tanah dan pasir untuk menanggulangi tanggul yang jebol. Kalau hujan lagi paling tidak volume air masuk ke pemukiman terkurangi,” ujar Plh BPBD Pati Martinus Budi Prasetya. (adr/ali)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Sekitar 26 rumah di Desa Tunjungrejo, Margoyoso, mengalami kerusakan. Ini akibat dari banjir bandang menerjang desa tersebut pada Senin malam (27/6).

Kemarin (28/6) dua alat berat terlihat membersihkan sisa-sisa banjir di desa itu. Lumpur masih menggenangi jalan dan beberapa rumah.

Terlihat lima rumah mengalami kerusakan berat. Salah satu rumah bangunannya ambrol. Yang tersisa hanya teras depan dan satu kamar saja. Kerusakan rumah tersebut diakibatkan banjir bandang yang melanda Desa Tunjungrejo, Margoyoso. Banjir tersebut disebabkan tanggul desa setempat jebol.

”Tanggul sungai di desa jebol kurang lebih 20 meteran. Kemudian banjir bandang melanda desa kami. Banjir itu melanda RT 2 RW 6. Warga terdampak ada 26 rumah, 5 rumah rusak berat. Kejadiannya, tadi malam sekira pukul 22.30,” terang Kepala Desa Tunjungrejo Mochammad Ali Zudhi diwawancarai kemarin (28/6).

Sebelum banjir melanda, terjadi hujan lebat antara pukul 21.00-22.00 di desa tersebut. Sungai tak mampu menampung derasnya hujan. Sungai juga meluap. Akhirnya, tanggul jebol.

Baca Juga :  Jasa Raharja Pati Salurkan Santunan hingga 46 Miliar

”Aliran sungai dari wilayah hulu di pegunungan daerah Gunungwungkal. Jadi luapan sungai dari atas,” paparnya.

Pihaknya memperkirakan kerugian banjir bandang mencapai Rp 300 jutaan. Lanjut dia, itu belum termasuk kendaraan dan barang elektronik lainnya.

”Kerugian kira-kira Rp 300 juta karena banyak rumah yang rusak. Itu belum termasuk kendaraan dan elektronik. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Soalnya warga sudah evakuasi sebelum tanggul jebol,” imbuhnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengatasi sementara tanggul jebol dengan ratusan sandbag. Karung pasir itu untuk menambal sementara tanggul yang jebol.

”Bantuan saat ini diberikan itu adalah bantuan 100-an sandbag. Nanti itu diisi dengan tanah dan pasir untuk menanggulangi tanggul yang jebol. Kalau hujan lagi paling tidak volume air masuk ke pemukiman terkurangi,” ujar Plh BPBD Pati Martinus Budi Prasetya. (adr/ali)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/