alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Jatah Vaksin di Pati Hanya Sinovac, Tak Ada Varian Lain

PATI – Jatah vaksin di Kabupaten Pati hanya di-dropping jenis sinovac. Tak ada varian vaksin lain seperti Astrazeneca dan Sinopharm.

Ini berdasarkan data yang diperoleh dari Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati Joko Leksono.

Pihaknya membantah adanya varian vaksin selain sinovac yang beredar di Pati. Kata dia, seluruh Provinsi Jawa Tengah hanya ada jenis vaksin sinovac saja.


“Masih sinovac ini. Untuk astrazeneca kalau tidak salah pada Jawa Barat dan Kalimantan,” bebernya.

Sedangkan jatah vaksin yang sudah diterima di Indonesia ini ada beberapa varian. Meliputi, vaksin sinovac kisaran 3 juta dosis, astrazeneca 6 juta dosis, dan sinopharm 1 juta dosis.

“Anjuran dari Pemprov hanya sinovac. Mungkin saja ada kontra indikasi selain sinovac. Yang jelas Pati ini hanya sinovac,” tegasnya.

Di Pati sendiri masih terkendala stok vial dari provinsi. Soalnya, dropping vaksin juga harus dipetakan. Mana yang membutuhkan dahulu.

“Jatah vaksin turun sebelum lebaran. Hanya 1.700 dosis. Padahal permintaan 10.000,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksinasi ini tidak perlu ada yang ditakutkan. Soalnya pemerintah selalu memastikan faktor keamanan mutu dan khasiat.

Baca Juga :  Vaksin Merah Putih Bakal Mulai Diproduksi Massal Agustus 2022

“Tidak perlu ada keraguan bagi masyarakat dalam menerima vaksin-vaksin yang disediakan di Pati ini. Soalnya dari ketua gugus juga sudah divaksin kan,” ujarnya.

Joko mengaku, pihaknya selalu komunikasi pada Dinkes Provinsi Jateng soal stok vaksin ini. Namun, tetap masih kurang. Jadi, vaksinasi harus efektif sesuai sasaran. ”Tetap sesuai anjuran ketua gugus covid-19. Sasarannya masih lansia. Kemudian baru nanti masyarakat umum,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya sudah siap melakukan vaksinasi. Itupun, kalau dosisnya sudah tersedia.”Vaksinasi sudah berjalan semua, baik lansia dan guru. Jadi, tergantung vaksinnya. Kami siap diminta melakukan percepatan. Tapi, vaksin dari Jateng yang malah belum siap,” ungkapnya.

Dia menambahkan, puskesmas sebagian besar sudah siap melakukan vaksinasi ini. Semoga saja vaksinnya bisa segera datang. Agar vaksinasi lansia ini cepat kelar.

”Vaksin ini kan meningkatkan antibodi. Kalau cepat selesai yang terpapar virus ini dapat diminimalisasi. Selain itu, jangan lengah dan patuhi prokes. Sudah divaksin bukan berarti kita bebas semaunya,” ujarnya. (adr)

PATI – Jatah vaksin di Kabupaten Pati hanya di-dropping jenis sinovac. Tak ada varian vaksin lain seperti Astrazeneca dan Sinopharm.

Ini berdasarkan data yang diperoleh dari Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati Joko Leksono.

Pihaknya membantah adanya varian vaksin selain sinovac yang beredar di Pati. Kata dia, seluruh Provinsi Jawa Tengah hanya ada jenis vaksin sinovac saja.

“Masih sinovac ini. Untuk astrazeneca kalau tidak salah pada Jawa Barat dan Kalimantan,” bebernya.

Sedangkan jatah vaksin yang sudah diterima di Indonesia ini ada beberapa varian. Meliputi, vaksin sinovac kisaran 3 juta dosis, astrazeneca 6 juta dosis, dan sinopharm 1 juta dosis.

“Anjuran dari Pemprov hanya sinovac. Mungkin saja ada kontra indikasi selain sinovac. Yang jelas Pati ini hanya sinovac,” tegasnya.

Di Pati sendiri masih terkendala stok vial dari provinsi. Soalnya, dropping vaksin juga harus dipetakan. Mana yang membutuhkan dahulu.

“Jatah vaksin turun sebelum lebaran. Hanya 1.700 dosis. Padahal permintaan 10.000,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksinasi ini tidak perlu ada yang ditakutkan. Soalnya pemerintah selalu memastikan faktor keamanan mutu dan khasiat.

Baca Juga :  Vaksinasi Door to Door Mulai Dilakukan di Klaten

“Tidak perlu ada keraguan bagi masyarakat dalam menerima vaksin-vaksin yang disediakan di Pati ini. Soalnya dari ketua gugus juga sudah divaksin kan,” ujarnya.

Joko mengaku, pihaknya selalu komunikasi pada Dinkes Provinsi Jateng soal stok vaksin ini. Namun, tetap masih kurang. Jadi, vaksinasi harus efektif sesuai sasaran. ”Tetap sesuai anjuran ketua gugus covid-19. Sasarannya masih lansia. Kemudian baru nanti masyarakat umum,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya sudah siap melakukan vaksinasi. Itupun, kalau dosisnya sudah tersedia.”Vaksinasi sudah berjalan semua, baik lansia dan guru. Jadi, tergantung vaksinnya. Kami siap diminta melakukan percepatan. Tapi, vaksin dari Jateng yang malah belum siap,” ungkapnya.

Dia menambahkan, puskesmas sebagian besar sudah siap melakukan vaksinasi ini. Semoga saja vaksinnya bisa segera datang. Agar vaksinasi lansia ini cepat kelar.

”Vaksin ini kan meningkatkan antibodi. Kalau cepat selesai yang terpapar virus ini dapat diminimalisasi. Selain itu, jangan lengah dan patuhi prokes. Sudah divaksin bukan berarti kita bebas semaunya,” ujarnya. (adr)

Most Read

Artikel Terbaru

/