28 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Komisi D Minta Ada Terobosan Penanggulangan Kasus TBC

PATI – Masih tingginya kasus penyakit tuberculosis (TBC) di Kabupaten Pati menjadi perhatian. Perlu dilakukan terobosan-terobosan dalam penanganan kasus penyakit menular ini. Hal itu diungkapkan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endah Sriwahyuningati belum lama ini.

“Masalah TBC ini perlu penanganan khusus, dan konsisten. Minum obatnya harus dipantau agar tidak terjadi kasus resistensi atau TBC resisten obat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” jelas politikus Partai Golkar ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk diketahui, kasus TBC selama kurun waktu 2 tahun ini masih cukup tinggi. Temuannya kasusnya di atas 1.000 per tahun. Sementara angka kesembuhannya masih rendah dari target. Dimana prosentase kesembuhannya berkisar antara 70-80 persen saja.


Berdasarkan data dari lembaga Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pati, pada tahun 2021 total ditemukan 1.500 suspek, kasus baru 380 orang. TBC resisten obat (RO) sebanyak 20 orang. Kasus TBC anak sebanyak 60.

Baca Juga :  Satu Faskes di Pati Tak Sediakan Obat Bagi Disabilitas, Kenapa?

Sedangkan, lembaga yang konsen dalam membantu pemerintah untuk menanggulangi TBC ini melaporkan, sepanjang Januari – Juni tahun ini ditemukan sebanyak 1.509 suspek TBC, sebanyak 378 kasus baru, investigasi kontak 643 orang, TBC anak 70 kasus, dan TBC resisten obat 24 kasus. Untuk temuan Juli – Agustus yang sudah direkap ditemukan 843 suspek, kasus baru 161 orang, kasus TBC anak 25, investigasi kontak 223 orang.

“Kami berharap dinas terkait bisa melakukan terobosan-terobosan untuk menanggulangi kasus penyakit menular ini. Perlu dukungan agar kasus penyakit menular ini bisa ditekan. Selain itu upaya-upaya penanggulangan perlu sekali dilakukan selain konsisten dalam memantau pengobatan pasien. Kesehatan rumah serta lingkungan sekitar harus menjadi perhatian juga agar bisa menekan kasus penyakit ini,” paparnya. (aua/lid/adv)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Masih tingginya kasus penyakit tuberculosis (TBC) di Kabupaten Pati menjadi perhatian. Perlu dilakukan terobosan-terobosan dalam penanganan kasus penyakit menular ini. Hal itu diungkapkan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endah Sriwahyuningati belum lama ini.

“Masalah TBC ini perlu penanganan khusus, dan konsisten. Minum obatnya harus dipantau agar tidak terjadi kasus resistensi atau TBC resisten obat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” jelas politikus Partai Golkar ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk diketahui, kasus TBC selama kurun waktu 2 tahun ini masih cukup tinggi. Temuannya kasusnya di atas 1.000 per tahun. Sementara angka kesembuhannya masih rendah dari target. Dimana prosentase kesembuhannya berkisar antara 70-80 persen saja.

Berdasarkan data dari lembaga Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pati, pada tahun 2021 total ditemukan 1.500 suspek, kasus baru 380 orang. TBC resisten obat (RO) sebanyak 20 orang. Kasus TBC anak sebanyak 60.

Baca Juga :  Satu Faskes di Pati Tak Sediakan Obat Bagi Disabilitas, Kenapa?

Sedangkan, lembaga yang konsen dalam membantu pemerintah untuk menanggulangi TBC ini melaporkan, sepanjang Januari – Juni tahun ini ditemukan sebanyak 1.509 suspek TBC, sebanyak 378 kasus baru, investigasi kontak 643 orang, TBC anak 70 kasus, dan TBC resisten obat 24 kasus. Untuk temuan Juli – Agustus yang sudah direkap ditemukan 843 suspek, kasus baru 161 orang, kasus TBC anak 25, investigasi kontak 223 orang.

“Kami berharap dinas terkait bisa melakukan terobosan-terobosan untuk menanggulangi kasus penyakit menular ini. Perlu dukungan agar kasus penyakit menular ini bisa ditekan. Selain itu upaya-upaya penanggulangan perlu sekali dilakukan selain konsisten dalam memantau pengobatan pasien. Kesehatan rumah serta lingkungan sekitar harus menjadi perhatian juga agar bisa menekan kasus penyakit ini,” paparnya. (aua/lid/adv)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/