alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Perawat di Pati Diminta Serius Atasi Stunting dan AKI

PATI – Bupati Pati Haryanto menaruh harapan besar kepada para tenaga perawat di Kabupaten Pati dalam pelayanan kesehatan. Hal itu diungkapkan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pati di hall New Merdeka Hotel kemarin pagi.

Menurutnya, perawat harus mampu menjawab tantangan besar persoalan kesehatan. Selain pandemi Covid-19 yang saat ini memang masih merebak. ”Kami tahu dalam mengahadapi pandemi Covid-19 selama sekitar dua tahun ini, perawat menjadi garda terdepan dalam penanganan bersama para bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lain. Namun, saya juga titip agar para perawat ini sama-sama berjuang membantu pemerintah dalam hal mengatasi persoalan kesehatan, seperti kasus stunting serta angka kematian ibu dan bayi,” jelas bupati.

Baca Juga :  Gara-Gara Sengketa Tanah Sekolah, Kepala SD N 2 Dukuhseti Pati Akhirnya Dimutasi

Persoalan kesehatan yang disebutkan tersebut, masih menjadi isu hangat dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat dan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah untuk bisa diatasi dengan baik. Pekerjaan itu tiak bisa teratasi, jika tidak ada peran serta yang aktif dari tenaga kesehatan. Utamanya para perawat ini.


”Oleh karena itu, dalam rangka reorganisasi ini, saya harapkan agar berjalan lancar. Pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun yang lebih penting dan lebih besar adalah membantu tugas pemerintah dalam hal pelayanan kesehatan. Karena itu saya harapkan tetap solid dan kompak untuk melayani kesehatan masyarakat,” harapnya. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Bupati Pati Haryanto menaruh harapan besar kepada para tenaga perawat di Kabupaten Pati dalam pelayanan kesehatan. Hal itu diungkapkan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pati di hall New Merdeka Hotel kemarin pagi.

Menurutnya, perawat harus mampu menjawab tantangan besar persoalan kesehatan. Selain pandemi Covid-19 yang saat ini memang masih merebak. ”Kami tahu dalam mengahadapi pandemi Covid-19 selama sekitar dua tahun ini, perawat menjadi garda terdepan dalam penanganan bersama para bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lain. Namun, saya juga titip agar para perawat ini sama-sama berjuang membantu pemerintah dalam hal mengatasi persoalan kesehatan, seperti kasus stunting serta angka kematian ibu dan bayi,” jelas bupati.

Baca Juga :  Dua Kali disurati, Lokalisasi Lorong Indah Pati Terancam dirobohkan

Persoalan kesehatan yang disebutkan tersebut, masih menjadi isu hangat dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat dan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah untuk bisa diatasi dengan baik. Pekerjaan itu tiak bisa teratasi, jika tidak ada peran serta yang aktif dari tenaga kesehatan. Utamanya para perawat ini.

”Oleh karena itu, dalam rangka reorganisasi ini, saya harapkan agar berjalan lancar. Pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun yang lebih penting dan lebih besar adalah membantu tugas pemerintah dalam hal pelayanan kesehatan. Karena itu saya harapkan tetap solid dan kompak untuk melayani kesehatan masyarakat,” harapnya. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/