25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Komisi D Minta Pemkab Gercep Mitigasi Bencana

PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Roihan meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan mitigasi bencana, khususnya potensi bencana banjir pada musim penghujan. Pihaknya ingin upaya penanggulangan dan kesiapan bencana di Kota Mina Tani dilakukan dengan baik.

“Kalau merujuk prediksi BMKG, tentunya kita semua harus siap. Pemerintah melalui instansi terkait harus mengambil peran supaya upaya mitigasi dapat dilakukan dengan baik. Agar bencana alam yang terjadi tidak parah,” jelas Roihan.

Selain kesiapan menghadapi bencana, lanjutnya, yang juga penting adalah upaya pencegahan. “Seperti banjir biasanya karena luapan sungai, tentunya pemerintah bersama masyarakat harus siap. Harus menjaga lingkungannya. Yang masih menjadi persoalan saat ini adalah budaya buang sampah sembarangan khususnya di sungai yang harus menjadi perhatian,” imbuhnya.


Untuk diketahui potensi bencana banjir di Kabupaten Pati diprediksi lebih tinggi pada musim penghujan tahun ini. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pati, Sukarno mengungkapkan, musim kemarau kali ini lebih pendek dan musim penghujan diprediksi bisa lebih panjang.

Baca Juga :  Komisi D Bantu Selesaikan Sengeketa Lahan di SDN 2 Dukuhseti

”Karena itu diperkirakan potensi hujan di Pati tahun ini bakal lebih besar pada musim penghujan  nanti,” jelas Sukarno. Pihaknya merujuk prediksi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nasional.

Berdasarkan data itu, musim penghujan dimulai pada Oktober 2022. ”Sementara puncak musim penghujan diprediksi pada Desember hingga Februari tahun depan. Ini juga membuat potensi bencana banjir diprediksi tinggi. Karena dipengaruhi adanya curah hujan yang konstan,” imbuhnya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan ada beberapa kecamatan yang berpotensi banjir. Yakni daerah yang dilalui Sungai  Silugonggo. Beberapa kecamatan yang dilalui sungai itu, yakni Sukolilo, Kayen, Gabus, Juwana, Jakenan dan Batangan. Sejumlah wilayah di Kecamatan Pati juga berpotensi banjir juga. Untuk mengurangi dampak bencana banjir itu, pihaknya pun mulai melakukan mitigasi.

Termasuk menyiapkan masyarakat tangguh bencana. ”Kami juga menyiapkan. Oktober nanti ada kegiatan apel siaga. Kami mengundang relawan dan stakeholder. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kami menyiapkan relawan bahwa Oktober cuacanya sudah penghujan,” paparnya. (aua/lid/adv)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Roihan meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan mitigasi bencana, khususnya potensi bencana banjir pada musim penghujan. Pihaknya ingin upaya penanggulangan dan kesiapan bencana di Kota Mina Tani dilakukan dengan baik.

“Kalau merujuk prediksi BMKG, tentunya kita semua harus siap. Pemerintah melalui instansi terkait harus mengambil peran supaya upaya mitigasi dapat dilakukan dengan baik. Agar bencana alam yang terjadi tidak parah,” jelas Roihan.

Selain kesiapan menghadapi bencana, lanjutnya, yang juga penting adalah upaya pencegahan. “Seperti banjir biasanya karena luapan sungai, tentunya pemerintah bersama masyarakat harus siap. Harus menjaga lingkungannya. Yang masih menjadi persoalan saat ini adalah budaya buang sampah sembarangan khususnya di sungai yang harus menjadi perhatian,” imbuhnya.

Untuk diketahui potensi bencana banjir di Kabupaten Pati diprediksi lebih tinggi pada musim penghujan tahun ini. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pati, Sukarno mengungkapkan, musim kemarau kali ini lebih pendek dan musim penghujan diprediksi bisa lebih panjang.

Baca Juga :  Hujan Semalaman, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

”Karena itu diperkirakan potensi hujan di Pati tahun ini bakal lebih besar pada musim penghujan  nanti,” jelas Sukarno. Pihaknya merujuk prediksi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nasional.

Berdasarkan data itu, musim penghujan dimulai pada Oktober 2022. ”Sementara puncak musim penghujan diprediksi pada Desember hingga Februari tahun depan. Ini juga membuat potensi bencana banjir diprediksi tinggi. Karena dipengaruhi adanya curah hujan yang konstan,” imbuhnya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan ada beberapa kecamatan yang berpotensi banjir. Yakni daerah yang dilalui Sungai  Silugonggo. Beberapa kecamatan yang dilalui sungai itu, yakni Sukolilo, Kayen, Gabus, Juwana, Jakenan dan Batangan. Sejumlah wilayah di Kecamatan Pati juga berpotensi banjir juga. Untuk mengurangi dampak bencana banjir itu, pihaknya pun mulai melakukan mitigasi.

Termasuk menyiapkan masyarakat tangguh bencana. ”Kami juga menyiapkan. Oktober nanti ada kegiatan apel siaga. Kami mengundang relawan dan stakeholder. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kami menyiapkan relawan bahwa Oktober cuacanya sudah penghujan,” paparnya. (aua/lid/adv)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/