25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Duka Seorang Ayah di Pati Mengetahui Dua Anaknya Tewas Terbakar saat Ditinggal Bekerja

PATI – Peristiwa nahas yang menimpa dua balita MAA, 1,5, dan AKZ, 3, hingga tewas itu memang benar-benar tak ada yang menyangka. Termasuk dua orang tuanya sendiri, David Jaya Sentosa dan Siti Nurhana. Sebab, hampir tiap hari dua anak itu memang ditinggal di rumah kontrakan, Desa Sidokerto, Pati.

Kamar tempat dua anak kecil itu tidur itu dilalap si jago merah sekitar pukul 07.00 pada Sabtu (24/9). Mereka tak terselamatkan karena orang tua kebetulan sedang tak ada di rumah.

Ibu korban biasanya pergi ke Pasar Puri untuk berbelanja kebutuhan dapur. Dan ayah, David, merupakan karyawan pabrik kertas di Kudus, pada jam-jam segitu belum tiba di rumah. Saat-saat seperti itu biasanya tempat tinggal itu dikunci dari luar. Begitu juga pintu kamar, pun dikunci.


Menurut Kapolsek Iptu Heru Purnomo kebakaran diduga bersumber dari obat nyamuk yang menyulut kasur berbahan kapuk. Jasad korban berada tepat di belakang pintu kamar.

Pertama kali jasad ditemukan warga setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00. Warga menemukannya di belakang pintu kamar. Tetangga sontak kaget, dua balita sudah dalam kondisi hangus.

”Kami tak menyangka terjadi musibah seperti ini. Toh, selama ini tak terjadi apa-apa,” papar David.

Baca Juga :  Apresiasi Ketaatan Bayar Pajak, Pemkab Pati Ganjar Warganya dengan Hadiah

Saat ditanya alasan meninggalkan kedua balitanya itu, ayah korban menahan tangis. Matanya memerah. ”Selama ini ya tak terjadi apa-apa. Istri saya pergi sebentar ngantar anak ke sekolah, lalu pergi ke pasar. Tak tahu, malah terjadi musibah seperti ini,” imbuhnya.

Kerabat korban pun juga tak mengira bakal terjadi musibah seperti itu. Memang biasanya tak masalah. Dan kali ini terjadi kebakaran yang merenggut dua buah hati David. ”Semua kan punya kesibukan sendiri-sendiri. Jadi ditinggal sebentar. Sayangnya kok, ditinggal tapi ada obat nyamuknya,” sambung kerabat korban, Sri.

Sri mengatakan, ibunya pergi sebentar. Biasanya, lanjut dia, tak sampai setengah jam. Toh, tak setiap hari ke pasar. Hanya saja mengantar anak pertamanya itu sekolah SD,” kata paman korban Lukman menambahi.

Kondisi traumatis masih dialami ibu kandung korban, Siti Nurhana. Dia masih histeris bila melihat foto-foto dua buah hatinya yang beredar secara viral di dunia maya.

Tenda biru pengantar kepegian dua balita itu pun masih terpasang, kemarin. Sejumlah warga masih bantu-bantu meringankan beban keluarga korban. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Peristiwa nahas yang menimpa dua balita MAA, 1,5, dan AKZ, 3, hingga tewas itu memang benar-benar tak ada yang menyangka. Termasuk dua orang tuanya sendiri, David Jaya Sentosa dan Siti Nurhana. Sebab, hampir tiap hari dua anak itu memang ditinggal di rumah kontrakan, Desa Sidokerto, Pati.

Kamar tempat dua anak kecil itu tidur itu dilalap si jago merah sekitar pukul 07.00 pada Sabtu (24/9). Mereka tak terselamatkan karena orang tua kebetulan sedang tak ada di rumah.

Ibu korban biasanya pergi ke Pasar Puri untuk berbelanja kebutuhan dapur. Dan ayah, David, merupakan karyawan pabrik kertas di Kudus, pada jam-jam segitu belum tiba di rumah. Saat-saat seperti itu biasanya tempat tinggal itu dikunci dari luar. Begitu juga pintu kamar, pun dikunci.

Menurut Kapolsek Iptu Heru Purnomo kebakaran diduga bersumber dari obat nyamuk yang menyulut kasur berbahan kapuk. Jasad korban berada tepat di belakang pintu kamar.

Pertama kali jasad ditemukan warga setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00. Warga menemukannya di belakang pintu kamar. Tetangga sontak kaget, dua balita sudah dalam kondisi hangus.

”Kami tak menyangka terjadi musibah seperti ini. Toh, selama ini tak terjadi apa-apa,” papar David.

Baca Juga :  Manusia Silver Dirazia Satpol PP, Kebanyakan Berasal Luar Pati

Saat ditanya alasan meninggalkan kedua balitanya itu, ayah korban menahan tangis. Matanya memerah. ”Selama ini ya tak terjadi apa-apa. Istri saya pergi sebentar ngantar anak ke sekolah, lalu pergi ke pasar. Tak tahu, malah terjadi musibah seperti ini,” imbuhnya.

Kerabat korban pun juga tak mengira bakal terjadi musibah seperti itu. Memang biasanya tak masalah. Dan kali ini terjadi kebakaran yang merenggut dua buah hati David. ”Semua kan punya kesibukan sendiri-sendiri. Jadi ditinggal sebentar. Sayangnya kok, ditinggal tapi ada obat nyamuknya,” sambung kerabat korban, Sri.

Sri mengatakan, ibunya pergi sebentar. Biasanya, lanjut dia, tak sampai setengah jam. Toh, tak setiap hari ke pasar. Hanya saja mengantar anak pertamanya itu sekolah SD,” kata paman korban Lukman menambahi.

Kondisi traumatis masih dialami ibu kandung korban, Siti Nurhana. Dia masih histeris bila melihat foto-foto dua buah hatinya yang beredar secara viral di dunia maya.

Tenda biru pengantar kepegian dua balita itu pun masih terpasang, kemarin. Sejumlah warga masih bantu-bantu meringankan beban keluarga korban. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/