alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Ngeri! Kemacetan Pantura Juwana hingga ke Jalan Lingkar Pati

PATI – Kemacetan parah terjadi di Jalur Pantura Pati-Juwana-Batangan pada Senin (27/6) pagi. Bahkan ekor kemacetan yang dari arah barat hingga masuk ke Jalan Lingkar Pati. Begitu juga sebaliknya, dari arah timur ekor kemacetan hingga ke Kaliori, Rembang.

Kemacetan tersebut merupakan efek dari penutupan Jembatan Juwana sisi utara dan perbaikan jalur Pantura Batangan. Sehingga, kendaraan dari arah barat yang biasanya melintasi jembatan sisi utara, dialihkan ke jembatan di sisi selatan.


Dampak dari kemacetan di jalur Pantura itu, tak sedikit kendaraan yang memilih jalur alternatif Jakenan dan Jaken. Hal itu berimbas pada kepadatan di jalur alternatif tersebut.

Bupati Pati Haryanto sebelumnya tak mengizinkan pembongkaran jembatan Juwana sebelum perbaikan jalur alternatif rampung.

“Padahal dulu rekanan janjian dengan saya ini dibeton. Bukan diaspal. Ya, paling tidak diperbaiki. Supaya lancar lajur kendaraannya,” papar Bupati Pati Haryanto.

Baca Juga :  Masih Ditutup, Jembatan Juwana Pati Melengkung Akibat Kebakaran Bangunan Liar

Adanya pekerjaan yang belum rampung itu, Haryanto tak mengizinkan pembongkaran jembatan CH Jateng itu. Padahal, pada 4 Juni lalu rencananya sudah dilakukan persiapan pembongkaran jembatan CH Jateng Juwana.

“Rekanan janji kalau semua pekerjaan di jalur alternatif selesai baru dibongkar. Kalau belum ya tak boleh. Nanti bisa macet. Bayangkan kalau terjadi kemacetan selama 9 bulan selama proses pengerjaannya,” tegas Haryanto.

Sebelumnya, pihaknya juga mengusulkan jembatan darurat agar kendaraan tak menumpuk di jembatan sisi selatan. Karena butuh anggaran besar, sehingga pihak rekanan tak bisa melaksanakannya.

“Waktu itu rekanan menelfon kalau tak bisa mencukupi jembatan gantung. Sehingga alternatif kedua, jalur alternatif itu harus clear. Jadi lintasan alternatif itu diperbaiki, karena kalau tidak bikin kemacetan,” paparnya. (adr/lid)

PATI – Kemacetan parah terjadi di Jalur Pantura Pati-Juwana-Batangan pada Senin (27/6) pagi. Bahkan ekor kemacetan yang dari arah barat hingga masuk ke Jalan Lingkar Pati. Begitu juga sebaliknya, dari arah timur ekor kemacetan hingga ke Kaliori, Rembang.

Kemacetan tersebut merupakan efek dari penutupan Jembatan Juwana sisi utara dan perbaikan jalur Pantura Batangan. Sehingga, kendaraan dari arah barat yang biasanya melintasi jembatan sisi utara, dialihkan ke jembatan di sisi selatan.

Dampak dari kemacetan di jalur Pantura itu, tak sedikit kendaraan yang memilih jalur alternatif Jakenan dan Jaken. Hal itu berimbas pada kepadatan di jalur alternatif tersebut.

Bupati Pati Haryanto sebelumnya tak mengizinkan pembongkaran jembatan Juwana sebelum perbaikan jalur alternatif rampung.

“Padahal dulu rekanan janjian dengan saya ini dibeton. Bukan diaspal. Ya, paling tidak diperbaiki. Supaya lancar lajur kendaraannya,” papar Bupati Pati Haryanto.

Baca Juga :  Bupati Pati Izinkan Jembatan Juwana Dibongkar, Asalkan....

Adanya pekerjaan yang belum rampung itu, Haryanto tak mengizinkan pembongkaran jembatan CH Jateng itu. Padahal, pada 4 Juni lalu rencananya sudah dilakukan persiapan pembongkaran jembatan CH Jateng Juwana.

“Rekanan janji kalau semua pekerjaan di jalur alternatif selesai baru dibongkar. Kalau belum ya tak boleh. Nanti bisa macet. Bayangkan kalau terjadi kemacetan selama 9 bulan selama proses pengerjaannya,” tegas Haryanto.

Sebelumnya, pihaknya juga mengusulkan jembatan darurat agar kendaraan tak menumpuk di jembatan sisi selatan. Karena butuh anggaran besar, sehingga pihak rekanan tak bisa melaksanakannya.

“Waktu itu rekanan menelfon kalau tak bisa mencukupi jembatan gantung. Sehingga alternatif kedua, jalur alternatif itu harus clear. Jadi lintasan alternatif itu diperbaiki, karena kalau tidak bikin kemacetan,” paparnya. (adr/lid)


Most Read

Artikel Terbaru

/