alexametrics
26.8 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Masih Ditemukan 50 Pedagang Belum Pindah ke Alun-alun Kembang Joyo Pati 

PATI – Sekitar 320-an pedagang kaki lima sudah menempati lapak di Alun-alun Kembang Joyo, Pati. Jumlah itu sekitar 80 persen dari total PKL yang seharusnya pindah. Atau sekitar 50-an pedagang belum pindah ke lokasi baru. Jika lapak-lapak tersisa tak segera ditempati hingga akhir Maret, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) akan dirapatkan lagi.

Saat dikonfirmasi, pihak Disdagperin Kabupaten Pati  telah mendata PKL yang akan menempati alun-alun itu. Total pedagangnya sebanyak 390 orang. ”Ini sudah 80 persen. Itu sekitar 320-an PKL,” terang Kepala Disdagperin Pati Hadi Santosa kemarin (26/2).

Pihaknya berencana mendata ulang PKL yang menempati lapak di alun-alun baru tersebut. Ini untuk memastikan jumlah pedagang yang menempati lapak di sana.


”Semua PKL yang akan menempati sudah diundi. Pekan depan kami akan mendata ulang. Kemudian, kami beri batas penempatan pada akhir Maret,” katanya.

Baca Juga :  Terganjal Izin, Ratusan Kapal Eks Cantrang di Pati Mangkrak di Pelabuhan

Mengenai alasan kenapa belum menempati lapak, lanjut Hadi, dimungkinkan karena ada beberapa persoalan diinternal PKL. Salah satunya karena modal. ”Alasan utama masih mencari modal untuk membuka kembali dagangannya. Melihat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 juga. Kami akan segera mencari tahu alasan yang sebenarnya,” tandasnya.

Kemarin (26/2) beberapa PKL terlihat menempati lapak dengan ukuran 3×3 meter persegi di alun-alun itu. Mereka berjualan ayam goreng, sate, makanan ringan, hingga jualan aksesori. Akan tetapi, masih ada 70-an pedagang belum menempati lapak baru itu.

Saat wartawan koran ini menanyakan beberapa blok yang belum ditempati, pedagang di lokasi itu tak tahu pasti. ”Sudah diundi. Ndak tahu kenapa belum ditempati. Saya juga baru menempati soalnya,”kata pedagang bakso ini, Sartini. (zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Sekitar 320-an pedagang kaki lima sudah menempati lapak di Alun-alun Kembang Joyo, Pati. Jumlah itu sekitar 80 persen dari total PKL yang seharusnya pindah. Atau sekitar 50-an pedagang belum pindah ke lokasi baru. Jika lapak-lapak tersisa tak segera ditempati hingga akhir Maret, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) akan dirapatkan lagi.

Saat dikonfirmasi, pihak Disdagperin Kabupaten Pati  telah mendata PKL yang akan menempati alun-alun itu. Total pedagangnya sebanyak 390 orang. ”Ini sudah 80 persen. Itu sekitar 320-an PKL,” terang Kepala Disdagperin Pati Hadi Santosa kemarin (26/2).

Pihaknya berencana mendata ulang PKL yang menempati lapak di alun-alun baru tersebut. Ini untuk memastikan jumlah pedagang yang menempati lapak di sana.

”Semua PKL yang akan menempati sudah diundi. Pekan depan kami akan mendata ulang. Kemudian, kami beri batas penempatan pada akhir Maret,” katanya.

Baca Juga :  Sambangi Kodim Pati, Danrem Makutarama Beri Semangat Babinsa

Mengenai alasan kenapa belum menempati lapak, lanjut Hadi, dimungkinkan karena ada beberapa persoalan diinternal PKL. Salah satunya karena modal. ”Alasan utama masih mencari modal untuk membuka kembali dagangannya. Melihat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 juga. Kami akan segera mencari tahu alasan yang sebenarnya,” tandasnya.

Kemarin (26/2) beberapa PKL terlihat menempati lapak dengan ukuran 3×3 meter persegi di alun-alun itu. Mereka berjualan ayam goreng, sate, makanan ringan, hingga jualan aksesori. Akan tetapi, masih ada 70-an pedagang belum menempati lapak baru itu.

Saat wartawan koran ini menanyakan beberapa blok yang belum ditempati, pedagang di lokasi itu tak tahu pasti. ”Sudah diundi. Ndak tahu kenapa belum ditempati. Saya juga baru menempati soalnya,”kata pedagang bakso ini, Sartini. (zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/