Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sudewo dan Camat Jaken Diperiksa KPK, 2 Koper Jadi Bukti

Z
Penulis: Zakarias Fariury❯
TERPARKIR: Dua Unit mobil bernomor polisi daerah Pati terparkir
TERPARKIR: Dua Unit mobil bernomor polisi daerah Pati terparkir

RADAR KUDUS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati terkait dugaan praktik jual beli jabatan.


Advertisement

Proses penyelidikan ini difokuskan pada pengisian perangkat desa di wilayah Kecamatan Jaken, yang diduga diwarnai praktik "mahar" politik bernilai miliaran rupiah.

Pemeriksaan maraton tersebut dilangsungkan di Mapolsek Sumber, Kabupaten Rembang, pada Senin (19/1).

Advertisement

Langkah ini menyusul adanya informasi mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut pada dini hari di awal pekan ini.

Penyelidikan Maraton di Mapolsek Sumber

Berdasarkan pantauan di lapangan, tim penyidik KPK mulai melakukan aktivitas pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB.

Selain memeriksa Camat Jaken, penyidik juga memanggil Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Hariyama.

Sedikitnya terdapat 10 saksi yang dihadirkan untuk dimintai keterangan. Mereka terdiri dari jajaran staf kecamatan, bendahara, hingga sejumlah perangkat wilayah dari Kecamatan Jaken.

Advertisement

Pemeriksaan ini dilaporkan berlangsung hingga siang hari untuk mendalami mekanisme pengisian jabatan yang diduga bermasalah.

Barang Bukti Dua Koper dan Uang Rp 3 Miliar

Isu mengenai penindakan ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tokoh politik di "Bumi Mina Tani" Pati.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut, KPK diduga mengamankan barang bukti berupa dua koper.

"Informasi yang beredar, ada dua koper yang diamankan. Salah satunya dibawa oleh Camat Jaken," ungkap sumber tersebut.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa koper tersebut diduga berisi uang tunai sebesar Rp 3 miliar yang diperuntukkan bagi pengkondisian seleksi perangkat desa.

"Informasinya senilai Rp 3 miliar, namun itu kemungkinan baru uang muka (DP). Jika melihat skala pengisian jabatan secara keseluruhan, nilainya bisa mencapai angka yang sangat fantastis," tambahnya.

Pemisahan Lokasi Pemeriksaan

Dalam operasi yang sama, terdapat informasi mengenai keterlibatan pihak lain. Namun, lokasi pemeriksaan dilaporkan terbagi di dua tempat berbeda.

Sementara Camat Jaken dan jajaran perangkat desa diperiksa di Mapolsek Sumber, Rembang, pihak lain berinisial S dikabarkan dibawa menuju wilayah Kudus untuk menjalani proses serupa.

"Camat dan calon perangkat desa lainnya dibawa ke Polsek Sumber, pemeriksaan masih berlanjut sejak pagi tadi," tegas sumber di lokasi.

Baca Juga: KPK Bawa 2 Koper, Segini Nominal Uang Saat Pemeriksaan Bupati Sudewo

Akses Informasi Tertutup Rapat

Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian setempat belum bersedia memberikan rincian lebih lanjut mengenai aktivitas penyidik KPK di wilayah hukum mereka.

Kapolsek Sumber, AKP Pujiono, saat dikonfirmasi menyatakan belum bisa memberikan keterangan resmi terkait peminjaman ruang fasilitas untuk pemeriksaan tersebut.

Ketegangan sempat terjadi di lingkungan Mapolsek Sumber ketika sejumlah awak media mencoba melakukan verifikasi.

Dilaporkan terdapat oknum petugas yang mencoba menghalangi tugas jurnalistik dengan meminta wartawan meninggalkan lokasi pemeriksaan.

Secara terpisah, juru bicara KPK belum merilis pernyataan tertulis mengenai status hukum dari pihak-pihak yang diperiksa maupun rincian konstruksi perkara yang sedang didalami.

Publik kini menunggu pengumuman resmi terkait hasil penyelidikan ini dalam waktu 1x24 jam sesuai prosedur hukum yang berlaku. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Sempat Mangkir 2 Kali, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mendadak Sambangi KPK Soal Suap HGB Summarecon

Sempat Mangkir 2 Kali, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mendadak Sambangi KPK Soal Suap HGB Summarecon

Sempat Dua Kali Mangkir, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mendadak Sambangi KPK Terkait Kasus Suap HGB PT Summarecon

Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Kini Boyamin Soroti Rencana Perjalanan Nusron ke Jepang

Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Kini Boyamin Soroti Rencana Perjalanan Nusron ke Jepang

oordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkap informasi mengenai rencana perjalanan dinas Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ke Jepang.

KPK Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Pegawai Tetap Bekerja dan Salat Zuhur Berjamaah

KPK Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Pegawai Tetap Bekerja dan Salat Zuhur Berjamaah

Penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Bea Cukai Kudus pada Rabu (28/10/2026) siang tidak menghentikan aktivitas pegawai.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer