alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Pati Pemandu Karaoke dan Mucikari di Pati Dipulangkan ke Daerah Asal

PATI – 14 lady escort (LC) atau pemandu karaoke dan dua mucikari tempat karaoke terselubung di Gajahkumpul Desa Batursari, Batangan, Pati, dipulangkan ke asal atau tempat tinggalnya kemarin (25/10). Mereka akan diantar ke terminal Kembang Joyo Pati. Kemudian diantar sampai mereka benar-benar naik bus.

Dari data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati usia pemandu karaoke tersebut mulai 17 hingga 25 tahun. Mereka tak ada yang berasal dari Pati. Semuanya dari luar daerah. Di antaranya Jepara, Palembang, Lampung, Magelang, dan Bandung.

Bupati Pati Haryanto menambahkan biaya kepulangan mereka akan ditanggung. Pihaknya sudah menyiapkan tiket kepulangannya.


”Tiket ini sebatas untuk perjalanan sampai ke rumah. Khususnya untuk Lampung, Palembang nanti staf Dinas Perhubungan (Dishub) Pati akan mengawal sampai sana. Kemudian untuk alamat Jepara akan diantar pihak Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pati. Soalnya, saya khawatir kalau turun di tengah jalan. Jadi perlu dikawal,” tambah Haryanto.

Bupati Pari Haryanto bersama-sama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) berkomitmen mencegah dan menangani Covid-19. Sekaligus munculnya aturan Mendagri soal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

”Indikator penyebarannya adalah tempat kerumunan juga tempat-tempat hiburan malam. Soalnya di sana rawan kerumunan. Sebagian besar juga tak bermasker saat karaoke,” paparnya.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! Jembatan Juwana Terbakar, Imbas Kebakaran Lima Rumah di Bawah Jembatan

Di sisi lain, pihaknya juga tak memberikan izin bagi tempat hiburan malam untuk beroperasi. Kata Haryanto, terlebih karaoke ilegal. ”Mohon maaf karena telah memulangkan ke rumah asal. Kami terpaksa melakukan ini. Utamanya untuk menangani korona. Mohon cari pekerjaan yang betul-betul halal. Tidak bekerja yang menjadi larangan pemerintah. Sebenarnya, mbak-mbak ini produktif,” ucap Haryanto.

Haryanto berpesan, supaya para LC/PK ini setelah sampai di rumah berintropeksi diri. Harapannya, tidak kembali lagi. Juga mencari pekerjaan lain.

”Buka warung kopi disana (rumah asal LC, Red) tidak apa-apa. Dari pada bekerja seperti ini,” paparnya.

Sementara itu, Kasapol PP Pati Sugiyono menemukan PK beroperasi pada 22 Oktober. Pada saat itu, dia menjaring beberapa LC. Setelah itu, direncanakan untuk memulangkan mereka. Soalnya, mereka tak beralamat Pati.

”Ini upaya Pemkab Pati untuk menangani dan mencegah penularan virus korona. Mereka dikarantina di Ruang Wijaya Kusuma RSUD Pati sejak Jumat (22/10). Selain itu, kami juga telah tes swab antigen. Hasil tesnya negatif. Mereka diberikan tiket dan uang saku untuk pulang,” jelasnya. (zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – 14 lady escort (LC) atau pemandu karaoke dan dua mucikari tempat karaoke terselubung di Gajahkumpul Desa Batursari, Batangan, Pati, dipulangkan ke asal atau tempat tinggalnya kemarin (25/10). Mereka akan diantar ke terminal Kembang Joyo Pati. Kemudian diantar sampai mereka benar-benar naik bus.

Dari data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati usia pemandu karaoke tersebut mulai 17 hingga 25 tahun. Mereka tak ada yang berasal dari Pati. Semuanya dari luar daerah. Di antaranya Jepara, Palembang, Lampung, Magelang, dan Bandung.

Bupati Pati Haryanto menambahkan biaya kepulangan mereka akan ditanggung. Pihaknya sudah menyiapkan tiket kepulangannya.

”Tiket ini sebatas untuk perjalanan sampai ke rumah. Khususnya untuk Lampung, Palembang nanti staf Dinas Perhubungan (Dishub) Pati akan mengawal sampai sana. Kemudian untuk alamat Jepara akan diantar pihak Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pati. Soalnya, saya khawatir kalau turun di tengah jalan. Jadi perlu dikawal,” tambah Haryanto.

Bupati Pari Haryanto bersama-sama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) berkomitmen mencegah dan menangani Covid-19. Sekaligus munculnya aturan Mendagri soal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

”Indikator penyebarannya adalah tempat kerumunan juga tempat-tempat hiburan malam. Soalnya di sana rawan kerumunan. Sebagian besar juga tak bermasker saat karaoke,” paparnya.

Baca Juga :  Pendangkalan Sungai Jadi 'Biang Kerok' Pati Sering Dilanda Banjir

Di sisi lain, pihaknya juga tak memberikan izin bagi tempat hiburan malam untuk beroperasi. Kata Haryanto, terlebih karaoke ilegal. ”Mohon maaf karena telah memulangkan ke rumah asal. Kami terpaksa melakukan ini. Utamanya untuk menangani korona. Mohon cari pekerjaan yang betul-betul halal. Tidak bekerja yang menjadi larangan pemerintah. Sebenarnya, mbak-mbak ini produktif,” ucap Haryanto.

Haryanto berpesan, supaya para LC/PK ini setelah sampai di rumah berintropeksi diri. Harapannya, tidak kembali lagi. Juga mencari pekerjaan lain.

”Buka warung kopi disana (rumah asal LC, Red) tidak apa-apa. Dari pada bekerja seperti ini,” paparnya.

Sementara itu, Kasapol PP Pati Sugiyono menemukan PK beroperasi pada 22 Oktober. Pada saat itu, dia menjaring beberapa LC. Setelah itu, direncanakan untuk memulangkan mereka. Soalnya, mereka tak beralamat Pati.

”Ini upaya Pemkab Pati untuk menangani dan mencegah penularan virus korona. Mereka dikarantina di Ruang Wijaya Kusuma RSUD Pati sejak Jumat (22/10). Selain itu, kami juga telah tes swab antigen. Hasil tesnya negatif. Mereka diberikan tiket dan uang saku untuk pulang,” jelasnya. (zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/