alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Desa Tawangharjo di Pati Produksi Dua Varietas Padi

PATI – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-41 yang jatuh pada 16 Oktober lalu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati menggelar panen padi di Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa kemarin (25/10).

Acara ini merupakan satu dari 41 acara di berbagai daerah di Indonesia. Acara utama diselenggarakan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat yang dihadiri Menteri Pertanian dan diikuti secara virtual oleh berbagai daerah.

Kepala Dispertan Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum mengatakan, di momen Hari Pangan Sedunia menjadi momentum memperkuat ketahanan pangan. Mengingat di masa pendemi Covid-19 ini, sektor pertanian tidak terlalu terdampak daripada sektor lainnya.


”Sesuai dari tema hari pangan sedunia yang diperingati oleh seluruh dunia termasuk kita di tanah air, Ketahanan pangan adalah yang utama. Jadi ketahanan pangan ini semakin tahun semakin meningkat. Bagaimana kita menyediakan bahan-bahan pangan kebutuhan untuk manusia,” ujarnya.

Terlebih, beberapa negara besar mulai melirik sektor pertanian untuk menciptakan ketahanan pangan. Negara semacam Amerika Serikat, Jepang hingga Korea Selatan menganggarkan dana yang besar untuk sektor ini.

Baca Juga :  Diduga Tersambar Petir, Petani di Solo Ditemukan Tewas di Sawah

Niken menambahkan, di Desa Tawangharjo ada dua varietas. Yang pertama varietas inbrida padi sawah irigasi (inpari) 42. ”Dengan hasil produksi 9,536 ton gabah kering panen (GKP) atau kalau untuk gabah kering giling (GKG) itu 8,2 ton,” tutur Niken.

Lalu, varietas inpari 32 hasil produksi 10,7 GKP atau 9,2 ton gabah giling kering. Desa Tawangharjo, ungkap Niken, mempunyai luas lahan tabanan padi sebesar 105 hektar. Secara bertahap dilakukan panan yang lain ada komuditas lain. Ada tebu, bawang merah, dan cabai. Setiap hektar 8,5 ton per hektar.

Dia menuturkan, para petani milineal ini juga sangat berpotensi lantaran lebih menguasai teknologi daripada petani yang sudah tua.

”Peluang-peluang kita berikan kepada mereka. Potensi-potensi mana yang bisa dibantu. Akses pasar mereka teknologi informasi lebih menguasai,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-41 yang jatuh pada 16 Oktober lalu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati menggelar panen padi di Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa kemarin (25/10).

Acara ini merupakan satu dari 41 acara di berbagai daerah di Indonesia. Acara utama diselenggarakan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat yang dihadiri Menteri Pertanian dan diikuti secara virtual oleh berbagai daerah.

Kepala Dispertan Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum mengatakan, di momen Hari Pangan Sedunia menjadi momentum memperkuat ketahanan pangan. Mengingat di masa pendemi Covid-19 ini, sektor pertanian tidak terlalu terdampak daripada sektor lainnya.

”Sesuai dari tema hari pangan sedunia yang diperingati oleh seluruh dunia termasuk kita di tanah air, Ketahanan pangan adalah yang utama. Jadi ketahanan pangan ini semakin tahun semakin meningkat. Bagaimana kita menyediakan bahan-bahan pangan kebutuhan untuk manusia,” ujarnya.

Terlebih, beberapa negara besar mulai melirik sektor pertanian untuk menciptakan ketahanan pangan. Negara semacam Amerika Serikat, Jepang hingga Korea Selatan menganggarkan dana yang besar untuk sektor ini.

Baca Juga :  Lulus Harus Jago Kitab Kuning dan Bahasa Inggris

Niken menambahkan, di Desa Tawangharjo ada dua varietas. Yang pertama varietas inbrida padi sawah irigasi (inpari) 42. ”Dengan hasil produksi 9,536 ton gabah kering panen (GKP) atau kalau untuk gabah kering giling (GKG) itu 8,2 ton,” tutur Niken.

Lalu, varietas inpari 32 hasil produksi 10,7 GKP atau 9,2 ton gabah giling kering. Desa Tawangharjo, ungkap Niken, mempunyai luas lahan tabanan padi sebesar 105 hektar. Secara bertahap dilakukan panan yang lain ada komuditas lain. Ada tebu, bawang merah, dan cabai. Setiap hektar 8,5 ton per hektar.

Dia menuturkan, para petani milineal ini juga sangat berpotensi lantaran lebih menguasai teknologi daripada petani yang sudah tua.

”Peluang-peluang kita berikan kepada mereka. Potensi-potensi mana yang bisa dibantu. Akses pasar mereka teknologi informasi lebih menguasai,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/