alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Kelola Bisnis Desa dari Sampah hingga Jaringan Internet

PENGALAMAN sebagai fasilitator PNPM dan aktif di organisasi karang taruna menjadi modal berharga bagi Agus Susanto untuk menjabat kepala desa. Modal itu pun diterapkan untuk program kerja dan mengatasi persoalan yang ada di tanah kelahirannya.

Agus Susanto terpilih menjadi kepala desa untuk periode pertama tahun ini. Dia mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin Desa Kedungbulus lebih makmur dan sejahtera. Pria kelahiran Pati, 25 Februari 1982 ini sebelumnya bekerja sebagai supervisor di PT Astra.

Dorongan kuat untuk mengabdi dan membangun desa, yang membuatnya meninggalkan pekerjaan tersebut. Lalu mengikuti kontestasi pemilihan kepala desa.

INOVASI: Kepala Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong, Pati, Agus Susanto

Gebrakan demi gebrakan langsung dilakukan Agus setelah resmi menjabat sebagai kepala desa. Dia langsung menghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sebelumnya tidak maksimal. Perubahan nama BUMDes juga dilakukan, saat ini nama barunya adalah “Cipta Karya Abadi”.

“BUMDes kita perbaiki. Usaha-usaha yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga langsung kita bentuk,” kata Agus.

Saat ini telah berjalan dua unit usaha. Yang pertama usaha pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui BUMDes, sampah-sampah di desa ini dikelola. BUMDes menyediakan armada pengangkut sampah. Dipilah yang bisa didaur ulang dan yang bisa dijadikan pupuk.

Baca Juga :  Dalam Sehari Terjadi Dua Kebakaran di Kabupaten Pati, Apa Penyebabnya?

“Usaha pengelolaan sampah sudah jalan hampir satu bulan. Modelnya warga dipungut biaya pengangkutan sampah Rp 20 ribu sebulan, sampah diambil dua hari sekali. Sambutan masyarakat dengan program ini cukup baik. Karena ini sangat membantu bagi masyarakat yang tidak punya lahan untuk membuang sampah. Saat ini sudah terdaftar 120 pelanggan,” paparnya.

Selain itu, lini usaha yang sedang dibangun adalah pemasangan Wifi. Saat ini telah ada 25 pelanggan. Sementara pendaftaran pelanggan ditutup. Untuk dilakukan evaluasi. Usaha Wifi masuk desa ini bekerjasama dengan Telkom. “Saat ini pelanggan dibatasi dulu. kami akan evaluasi. Usaha ini nanti akan dikelola sepenuhnya oleh BUMDes,” jelasnya.

Selain menggerakkan bisnis di desa, Agus juga menaruh perhatian pada infrastruktur di desanya. Seperti lampu penerangan jalan yang masih minim, dan juga sarana olahraga yang belum maksimal. “Lapangan desa pelan-pelan akan kami benahi. Hal ini untuk menunjang kegiatan olahraga prestasi di desa ini. Sebab kami juga punya SSB. Ini harus kami dukung sepenuhnya. Selain itu sarana olahraga lain akan kami bangun seperti lapangan bulutangkis, untuk mewadahi anak-anak muda di desa. Sekaligus menjadi wahana rekreasi dengan olahraga,” pungkasnya. (ali)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PENGALAMAN sebagai fasilitator PNPM dan aktif di organisasi karang taruna menjadi modal berharga bagi Agus Susanto untuk menjabat kepala desa. Modal itu pun diterapkan untuk program kerja dan mengatasi persoalan yang ada di tanah kelahirannya.

Agus Susanto terpilih menjadi kepala desa untuk periode pertama tahun ini. Dia mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin Desa Kedungbulus lebih makmur dan sejahtera. Pria kelahiran Pati, 25 Februari 1982 ini sebelumnya bekerja sebagai supervisor di PT Astra.

Dorongan kuat untuk mengabdi dan membangun desa, yang membuatnya meninggalkan pekerjaan tersebut. Lalu mengikuti kontestasi pemilihan kepala desa.

INOVASI: Kepala Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong, Pati, Agus Susanto

Gebrakan demi gebrakan langsung dilakukan Agus setelah resmi menjabat sebagai kepala desa. Dia langsung menghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sebelumnya tidak maksimal. Perubahan nama BUMDes juga dilakukan, saat ini nama barunya adalah “Cipta Karya Abadi”.

“BUMDes kita perbaiki. Usaha-usaha yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga langsung kita bentuk,” kata Agus.

Saat ini telah berjalan dua unit usaha. Yang pertama usaha pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui BUMDes, sampah-sampah di desa ini dikelola. BUMDes menyediakan armada pengangkut sampah. Dipilah yang bisa didaur ulang dan yang bisa dijadikan pupuk.

Baca Juga :  Sepekan Lagi Jalan Pertanian di Tambakromo Pati Rampung

“Usaha pengelolaan sampah sudah jalan hampir satu bulan. Modelnya warga dipungut biaya pengangkutan sampah Rp 20 ribu sebulan, sampah diambil dua hari sekali. Sambutan masyarakat dengan program ini cukup baik. Karena ini sangat membantu bagi masyarakat yang tidak punya lahan untuk membuang sampah. Saat ini sudah terdaftar 120 pelanggan,” paparnya.

Selain itu, lini usaha yang sedang dibangun adalah pemasangan Wifi. Saat ini telah ada 25 pelanggan. Sementara pendaftaran pelanggan ditutup. Untuk dilakukan evaluasi. Usaha Wifi masuk desa ini bekerjasama dengan Telkom. “Saat ini pelanggan dibatasi dulu. kami akan evaluasi. Usaha ini nanti akan dikelola sepenuhnya oleh BUMDes,” jelasnya.

Selain menggerakkan bisnis di desa, Agus juga menaruh perhatian pada infrastruktur di desanya. Seperti lampu penerangan jalan yang masih minim, dan juga sarana olahraga yang belum maksimal. “Lapangan desa pelan-pelan akan kami benahi. Hal ini untuk menunjang kegiatan olahraga prestasi di desa ini. Sebab kami juga punya SSB. Ini harus kami dukung sepenuhnya. Selain itu sarana olahraga lain akan kami bangun seperti lapangan bulutangkis, untuk mewadahi anak-anak muda di desa. Sekaligus menjadi wahana rekreasi dengan olahraga,” pungkasnya. (ali)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/