alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Silaturahmi PKS Ke Sejumlah Tokoh di Pati, Salim Segaf: NKRI dan Pancasila Sudah Final

PATI – Ketua Majelis Syuro PKS Dr Salim Segaf Al Jufri menjawab berbagai tudingan yang menyebut partainya identik dengan wahabi dan Ikhwanul Muslimin (IM). Mantan Menteri Sosial di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menegaskan, PKS sama dengan umat Islam seperti NU, dan Muhammadiyah.

“Wajah kami ini ahlusunah waljamaah itu sudah final. Sedangkan dalam konsep bernegara NKRI dan ideologi Pancasila PKS juga sudah final dan tidak bertentangan,” paparnya dalam kunjungannya di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan Pangeran Diponegoro Pati pada Jumat (24/6) pagi.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan forum silaturahmi dengan berbagai pihak seperti NU dan Muhammadiyah. Turut hadir pula Ketua DPW PKS Jawa Tengah Muhammad Haris, dan Ketua DPD PKS Pati Narso. Kegiatan itu juga dihadiri tokoh ulama sekaligus pengurus PCNU Pati KH. Ahmad Choiron.


Kegiatan ini sendiri merupakan agenda Ketua Majelis Syuro PKS menyapa Indonesia. Sekaligus menegaskan bahwa PKS adalah milik masyarakat Indonesia juga masyarakat Kabupaten Pati.

“Kami datang tidak untuk meminta dukungan. Tetapi kami ingin menyapa masyarakat untuk merawat persatuan bersama-sama,” imbuhnya.

Dalam kunjungannya Habib Salim juga ditemani Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. Pihaknya juga membeberkan peran PKS dalam mengawal isu-isu nasional dalam kapasitas pembentukan undang-undang.

Baca Juga :  Difasilitasi Kejari Pati, Desa Panjunan Punya Rumah Restorative Justice

“Selama ini PKS bersikap berbeda bukan semata-mata beda. Tetapi ada dasarnya. Menjadi oposisi ini sebagai penyeimbang dalam sistem demokrasi, untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Kami menjadi yang paling keras dalam isu-isu seperti LGBT maupun Omnibus Law yang memang tidak sesuai. Bukannya kami menentang pemerintah,” paparnya.

Sementara itu tokoh budayawan Habib Anis Sholeh Baasyin dalam kesempatan itu juga menegaskan jika dirinya yakin PKS bukan Wahabi. Keyakinan itu berdasarkan pengalamannya. “Kiai saya dekat dengan PKS, memang itu tidak ditampilkan,” paparnya.

Selain itu pengasuh Suluk Maleman ini juga mengapresiasi kegiatan silaturahmi yang dilakukan Majelis Syuro PKS bersama sejumlah anggota Fraksi DPR RI hingga DPRD.

“Ini penting untuk meredam isu di bawah yang selama ini ada, poin pentingnya adalah meredam gelombang yang mau memecah umat Islam. Selama ini PKS menjadi salah satu yang selalu diserang. Saya pastikan PKS ini bukan Wahabi,” tegasnya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Ketua Majelis Syuro PKS Dr Salim Segaf Al Jufri menjawab berbagai tudingan yang menyebut partainya identik dengan wahabi dan Ikhwanul Muslimin (IM). Mantan Menteri Sosial di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menegaskan, PKS sama dengan umat Islam seperti NU, dan Muhammadiyah.

“Wajah kami ini ahlusunah waljamaah itu sudah final. Sedangkan dalam konsep bernegara NKRI dan ideologi Pancasila PKS juga sudah final dan tidak bertentangan,” paparnya dalam kunjungannya di Rumah Adab Indonesia Mulia Jalan Pangeran Diponegoro Pati pada Jumat (24/6) pagi.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan forum silaturahmi dengan berbagai pihak seperti NU dan Muhammadiyah. Turut hadir pula Ketua DPW PKS Jawa Tengah Muhammad Haris, dan Ketua DPD PKS Pati Narso. Kegiatan itu juga dihadiri tokoh ulama sekaligus pengurus PCNU Pati KH. Ahmad Choiron.

Kegiatan ini sendiri merupakan agenda Ketua Majelis Syuro PKS menyapa Indonesia. Sekaligus menegaskan bahwa PKS adalah milik masyarakat Indonesia juga masyarakat Kabupaten Pati.

“Kami datang tidak untuk meminta dukungan. Tetapi kami ingin menyapa masyarakat untuk merawat persatuan bersama-sama,” imbuhnya.

Dalam kunjungannya Habib Salim juga ditemani Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. Pihaknya juga membeberkan peran PKS dalam mengawal isu-isu nasional dalam kapasitas pembentukan undang-undang.

Baca Juga :  Penambahan Sekolah di Pati yang Mengikuti PTM Dimulai Pekan Depan

“Selama ini PKS bersikap berbeda bukan semata-mata beda. Tetapi ada dasarnya. Menjadi oposisi ini sebagai penyeimbang dalam sistem demokrasi, untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Kami menjadi yang paling keras dalam isu-isu seperti LGBT maupun Omnibus Law yang memang tidak sesuai. Bukannya kami menentang pemerintah,” paparnya.

Sementara itu tokoh budayawan Habib Anis Sholeh Baasyin dalam kesempatan itu juga menegaskan jika dirinya yakin PKS bukan Wahabi. Keyakinan itu berdasarkan pengalamannya. “Kiai saya dekat dengan PKS, memang itu tidak ditampilkan,” paparnya.

Selain itu pengasuh Suluk Maleman ini juga mengapresiasi kegiatan silaturahmi yang dilakukan Majelis Syuro PKS bersama sejumlah anggota Fraksi DPR RI hingga DPRD.

“Ini penting untuk meredam isu di bawah yang selama ini ada, poin pentingnya adalah meredam gelombang yang mau memecah umat Islam. Selama ini PKS menjadi salah satu yang selalu diserang. Saya pastikan PKS ini bukan Wahabi,” tegasnya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/