Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unik, Pohon Natal 7 Meter dari Tali Rafia Jadi Simbol Kerukunan di GITJ Gembong Pati

A
BERKUMPUL: Jemaat GITJ Gembong foto bareng di depan pohon natal dari rafia di halaman gereja setempat belum lama ini.
BERKUMPUL: Jemaat GITJ Gembong foto bareng di depan pohon natal dari rafia di halaman gereja setempat belum lama ini.

 


Advertisement

PATI – Jemaat Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Gembong memiliki cara unik dalam menyambut perayaan Natal tahun ini.

Sebuah pohon Natal setinggi tujuh meter dibuat dari rangkaian tali rafia, hasil kerja bersama jemaat selama lebih dari dua bulan.

Puluhan jemaat terlibat dalam proses pembuatan pohon Natal tersebut. Tali rafia dipotong-potong menjadi ukuran kecil, dilipat, lalu diikat satu per satu.

Advertisement

Proses perangkaiannya dilakukan di rumah masing-masing jemaat sejak dua hingga tiga bulan terakhir.

“Selama dua bulan jemaat merangkai rafia. Merangkainya di rumah masing-masing,” terang Pendeta GITJ Gembong, Stevanus Siswanto.

Dalam prosesnya, perakitan tali rafia tidak hanya dilakukan oleh jemaat gereja.

Advertisement

Warga sekitar, termasuk tetangga yang mayoritas beragama Islam, turut membantu sebagai bentuk kerukunan antarumat beragama.

“Ngikat tali rafianya di rumah masing-masing. Kadang ada tetangga lihat ya dibantu mengikat talinya,” paparnya.

Untuk membuat satu pohon Natal tersebut, setidaknya dibutuhkan sekitar 100 gulung tali rafia.

Proses perakitan pohon Natal di gereja sendiri memakan waktu lebih dari sepekan karena masih menunggu kiriman tali rafia dari jemaat yang belum selesai merangkai.

“Masih kurang talinya, jadi terus menunggu jemaat,” ujarnya.

Desain pohon Natal tersebut sepenuhnya merupakan hasil karya panitia dan jemaat GITJ Gembong.

Tema Natal tahun ini mengusung pesan rohani yang mendalam, yakni “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga”, yang diambil dari Matius 1:21-24.

“Ada filosofinya. Tema Natal ini menyelamatkan keluarga,” ucap Stevanus.

Ia menjelaskan, tali rafia yang dipotong pendek lalu diikat satu sama lain melambangkan anggota keluarga yang dipersatukan oleh kasih.

Ikatan kasih itu kemudian dirangkai menjadi sebuah pohon Natal, sebagai simbol keluarga yang diselamatkan agar dapat menjadi berkat bagi sesama.

“Tujuannya keluarga yang diselamatkan supaya menjadi berkat bagi sesama,” imbuhnya.

Saat ini, jumlah jemaat GITJ Gembong mencapai sekitar 400 orang.

Jemaat yang terlibat dalam perangkaiannya berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga dewasa.

Pohon Natal dari tali rafia tersebut menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, sekaligus kerukunan antarwarga di Desa Gembong. (adr)

Advertisement

Artikel Terkait

Dikira Bom, Polisi Beberkan Sosok Pengirim Paket yang Sempat Gegerkan Warga Kudus

Dikira Bom, Polisi Beberkan Sosok Pengirim Paket yang Sempat Gegerkan Warga Kudus

Polisi memastikan paket mencurigakan yang sempat menghebohkan warga di sekitar rumah dinas pendeta Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, ternyata tidak berbahaya.

Geger Kudus! Paket Mencurigakan di Gereja Disangka Bom, Saat Dibuka Isinya Sayuran dan Jajan Pasar

Geger Kudus! Paket Mencurigakan di Gereja Disangka Bom, Saat Dibuka Isinya Sayuran dan Jajan Pasar

Warga Desa Ploso, Kecamatan Kudus, digemparkan dengan penemuan sebuah paket mencurigakan yang dikirim ke area sekitar Rumah Dinas GITJ Ploso pada Rabu (20/5) pagi.

Bikin Geger, Paket Misterius Dikirim di GITJ Ploso Kudus

Bikin Geger, Paket Misterius Dikirim di GITJ Ploso Kudus

Warga Desa Ploso digegerkan adanya pengiriman paket misterius, Rabu (20/5) pagi. Paket misterius tersebut ditemukan di sekitar rumah dinas GITJ Ploso. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer