alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Waspada Varian Baru Covid-19, Pemkab Pati Gerakkan Posko Desa

PATI – Mencegah penyebaran virus Covid-19, Pemkab Pati mewacanakan menggalakkan lagi posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ditingkat desa. Dikhawatirkan para pemudik menjadi klaster Covid-19 di Kota Mina Tani.

Berdasarkan keterangan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati belum ada varian baru Covid-19 bernama Omicron. Meski demikian, pihaknya tak bisa lega. Masih ada kekhawatiran pemudik yang datang dari Jakarta yang harus diwaspadai.

Pihak Dinkes setempat akan mengkhususkan para pemudik dari Jakarta untuk dianjurkan melakukan karantina dulu. Pasalnya varian Omicron yang ada di Indonesia saat ini baru ditemukan di Jakarta.


“Biasa Nataru pada pulang kampung apalagi orang yang masuk dari Jakarta. Kalau di lingkungan kita yang dari Jakarta harus karantina,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) pada Dinkes Kabupaten Pati Joko Leksono.

Di samping itu, Satgas Covid-19 baru-baru ini telah mengumpulkan berbagai stakeholeder dari 29 puskesmas dan 10 rumah sakit se-Kabupaten Pati untuk bersiaga jelang musim mudik Nataru.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing menambahkan, untuk mencegah penyebaran korona, pihaknya menggelar posko PPKM mikro ditingkat desa. Ini untuk memantau warga yang datang dan pergi di Pati.

Baca Juga :  Hadapi Porprov, Pemkab Pati Benahi Sarpras Olahraga

“Nanti pendatang akan mendaftarkan dirinya. Ini kontrol warga yang keluar-masuk Pati saat Nataru. Bilamana ada yang belum vaksin nanti akan kami fasilitasi. Ini juga pesan dari Kapolda Jateng untuk pengecekan vaksinasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati Pati Haryanto menyebut, untuk pantauan kedatangan pemudik, pihaknya menilai tidak terlalu dikhawatirkan. Sebab berdasarkan data yang selama ini diterima bahwa jumlah pemudik yang tiba tak sebanyak bila dibandingkan dengan pemudik saat Hari Raya Idul Fitri.

“Namun, saya tetap memberi instruksi pada Dinas Perhubungan agar senantiasa ikut memonitor dan melakukan checklist di posko-posko Ops Lilin Candi yang ada. Jadi kita tetap waspada meskipun tidak banyak pemudik”, tegasnya.

Saat disinggung terkait kepulangan rombongan TKI maupun imigran, pihaknya mengaku belum mendapat adanya laporan. Diakuinya, memang pernah terdapat sejumlah TKI yang pulang ke Pati dan ketika di swab PCR hasilnya positif langsung diharuskan isolasi. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Mencegah penyebaran virus Covid-19, Pemkab Pati mewacanakan menggalakkan lagi posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ditingkat desa. Dikhawatirkan para pemudik menjadi klaster Covid-19 di Kota Mina Tani.

Berdasarkan keterangan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati belum ada varian baru Covid-19 bernama Omicron. Meski demikian, pihaknya tak bisa lega. Masih ada kekhawatiran pemudik yang datang dari Jakarta yang harus diwaspadai.

Pihak Dinkes setempat akan mengkhususkan para pemudik dari Jakarta untuk dianjurkan melakukan karantina dulu. Pasalnya varian Omicron yang ada di Indonesia saat ini baru ditemukan di Jakarta.

“Biasa Nataru pada pulang kampung apalagi orang yang masuk dari Jakarta. Kalau di lingkungan kita yang dari Jakarta harus karantina,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) pada Dinkes Kabupaten Pati Joko Leksono.

Di samping itu, Satgas Covid-19 baru-baru ini telah mengumpulkan berbagai stakeholeder dari 29 puskesmas dan 10 rumah sakit se-Kabupaten Pati untuk bersiaga jelang musim mudik Nataru.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing menambahkan, untuk mencegah penyebaran korona, pihaknya menggelar posko PPKM mikro ditingkat desa. Ini untuk memantau warga yang datang dan pergi di Pati.

Baca Juga :  Puting Beliung Terjang Toko dan Rumah di Jakenan Pati, Begini Kondisinya

“Nanti pendatang akan mendaftarkan dirinya. Ini kontrol warga yang keluar-masuk Pati saat Nataru. Bilamana ada yang belum vaksin nanti akan kami fasilitasi. Ini juga pesan dari Kapolda Jateng untuk pengecekan vaksinasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati Pati Haryanto menyebut, untuk pantauan kedatangan pemudik, pihaknya menilai tidak terlalu dikhawatirkan. Sebab berdasarkan data yang selama ini diterima bahwa jumlah pemudik yang tiba tak sebanyak bila dibandingkan dengan pemudik saat Hari Raya Idul Fitri.

“Namun, saya tetap memberi instruksi pada Dinas Perhubungan agar senantiasa ikut memonitor dan melakukan checklist di posko-posko Ops Lilin Candi yang ada. Jadi kita tetap waspada meskipun tidak banyak pemudik”, tegasnya.

Saat disinggung terkait kepulangan rombongan TKI maupun imigran, pihaknya mengaku belum mendapat adanya laporan. Diakuinya, memang pernah terdapat sejumlah TKI yang pulang ke Pati dan ketika di swab PCR hasilnya positif langsung diharuskan isolasi. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/