alexametrics
23.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Perbaiki Jalan Rusak, Pemkab Pati Anggarkan Rp 7 Miliar

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menganggarkan Rp 7 Miliar untuk pemeliharaan jalan tahun ini. Tambal sulam itu dijalankan sembari menunggu perbaikan jalan yang belum selesai. Karena ada beberapa perubahan anggaran. Yang memaksa perbaikan jalan ditunda.

Untuk kemantapan jalan sudah 1.100-an kilometer (km). Itu dari total aset jalan sejauh 1.500 km. Jika dipresentasikan sebanyak 76 persen.

Masih 24 persen yang kurang. Di antaranya, jalan Beketel-Maitan, Kayen-Tambakromo, Gabus-Tambakromo, dan Poh Gading-Jolong.


”Tambal sulam selama 1 tahun dengan anggaran Rp 7 miliar. Ini untuk seluruh wilayah Kabupaten Pati. Sambil menunggu proyek perbaikan yang belum kelar,” terang Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Jalan DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo.

Untuk perbaikan tambal sulam menggunakan Latasir. Yang merupakan campuran panas pasir dengan aspal. Campuran Latasir ini digunakan sebagai lapis permukaan perkerasan pada jalan-jalan dengan lalu lintas ringan.

Dia menambahkan, sebenarnya pada 2021 pengerjaan jalan telah selesai semua. Namun, ini tersisa beberapa proyek. Karena ada perubahan anggaran. Perubahan anggaran terjadi pada Bulan Oktober sampai Desember.

Baca Juga :  Diam-diam Beroperasi, Dinporapar Pati Ancam Cabut Izin Usaha Karaoke

”Biasanya kan ada kegiatan, karena ada pandemi ini di-refocusing. Anggarannya dipakai untuk Vaksinasi. Nanti kita lebih fokuskan ke 2022,” pungkasnya.

Paket tersebut yaitu, membangun talut di Sukoharjo-Gembong dan membuat jalan di Tawangharjo-Sinoman. Dengan anggaran Rp 150 juta. Selain itu, ruas jalan Beketel-Maitan dan Pohgading-Jolong juga ditunda.

”Ini kan ada perubahan anggaran. Cuman tidak ada kegiatan. Dimurni 2021 sudah semua. Belum terealisasi itu ada perubahan judul dan perubahan anggaran. Jadi terdapat paket proyek yang belum dibangun untuk membuat jalan. Sedangkan yang lain sudah terealisasi semua,” katanya.

Kemudian yang memakai APBD murni sudah semua. Seperti di ruas jalan Jaken-Jakenan, Winong-Puncakwangi, dan Tambakromo batas Grobogan. Perubahan anggaran terjadi pada Bulan Oktober sampai Desember.

”Biasanya kan ada kegiatan, karena ada pandemi ini di refocusing. Anggarannya dipakai untuk Vaksinasi. Nanti kita lebih fokuskan ke 2022,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menganggarkan Rp 7 Miliar untuk pemeliharaan jalan tahun ini. Tambal sulam itu dijalankan sembari menunggu perbaikan jalan yang belum selesai. Karena ada beberapa perubahan anggaran. Yang memaksa perbaikan jalan ditunda.

Untuk kemantapan jalan sudah 1.100-an kilometer (km). Itu dari total aset jalan sejauh 1.500 km. Jika dipresentasikan sebanyak 76 persen.

Masih 24 persen yang kurang. Di antaranya, jalan Beketel-Maitan, Kayen-Tambakromo, Gabus-Tambakromo, dan Poh Gading-Jolong.

”Tambal sulam selama 1 tahun dengan anggaran Rp 7 miliar. Ini untuk seluruh wilayah Kabupaten Pati. Sambil menunggu proyek perbaikan yang belum kelar,” terang Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Jalan DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo.

Untuk perbaikan tambal sulam menggunakan Latasir. Yang merupakan campuran panas pasir dengan aspal. Campuran Latasir ini digunakan sebagai lapis permukaan perkerasan pada jalan-jalan dengan lalu lintas ringan.

Dia menambahkan, sebenarnya pada 2021 pengerjaan jalan telah selesai semua. Namun, ini tersisa beberapa proyek. Karena ada perubahan anggaran. Perubahan anggaran terjadi pada Bulan Oktober sampai Desember.

Baca Juga :  Bupati Haryanto: Pengusaha Bantu Pemda Ciptakan Lapangan Kerja

”Biasanya kan ada kegiatan, karena ada pandemi ini di-refocusing. Anggarannya dipakai untuk Vaksinasi. Nanti kita lebih fokuskan ke 2022,” pungkasnya.

Paket tersebut yaitu, membangun talut di Sukoharjo-Gembong dan membuat jalan di Tawangharjo-Sinoman. Dengan anggaran Rp 150 juta. Selain itu, ruas jalan Beketel-Maitan dan Pohgading-Jolong juga ditunda.

”Ini kan ada perubahan anggaran. Cuman tidak ada kegiatan. Dimurni 2021 sudah semua. Belum terealisasi itu ada perubahan judul dan perubahan anggaran. Jadi terdapat paket proyek yang belum dibangun untuk membuat jalan. Sedangkan yang lain sudah terealisasi semua,” katanya.

Kemudian yang memakai APBD murni sudah semua. Seperti di ruas jalan Jaken-Jakenan, Winong-Puncakwangi, dan Tambakromo batas Grobogan. Perubahan anggaran terjadi pada Bulan Oktober sampai Desember.

”Biasanya kan ada kegiatan, karena ada pandemi ini di refocusing. Anggarannya dipakai untuk Vaksinasi. Nanti kita lebih fokuskan ke 2022,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/