alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Target Pendapatan Kabupaten Pati Dipredikasi Turun 2,7 Persen, Ini Penyebabnya

PATI – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati pada 2023 diprediksi menurun sebanyak 2,7 persen. Soalnya, banyak pendapatan daerah mengalami penurunan.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, PAD dari sektor bunga deposito, jasa giro, dan BLUD Puskesmas mengalami penurunan. Dengan melakukan perubahan tarif perluasan objek dan subjek pajak dalam rancangan KUA PPAS ini direncanakan PAD mengalami penurunan sebesar 2,7 persen.

“Disebabkan karena penurunan dari beberapa pendapatan. Itu mulai dari bunga deposit, jasa giro maupun pendapatan BLUD Puskesmas,” katanya.


Haryanto menjelaskan, PAD ialah cermin kemandirian fiskal suatu daerah. Serta perlu diupayakan peningkatan dengan melakukan optimalisasi. Ini dalam rangka peningkatan penerimaan pajak daerah maupun retribusi daerah serta ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah.

Kemudian pendapatan transfer juga belum sepenuhnya dicantumkan pada rancangan kebijakan umum APBD dan PPAS 2023. Sehingga pendapatan dana transfer masih mengalami penurunan dari APBD murni pada 2022 yaitu 4,2 persen.

Baca Juga :  Dinas Perikanan dan Kelautan Sebut Potensi Budidaya Ikan di Pati Tinggi

“Pendapatan transfer belum sepenuhnya dicantumkan pada rancangan kebijakan umum APBD dan PPAS 2023. Soalnya menunggu informasi resmi dari Kementerian Keuangan RI dan informasi dari Pemprov Jateng. Sehingga pendapatan dana transfer masih mengalami penurunan dari APBD murni tahun 2022 yaitu 4,2 persen,” tuturnya.

Dalam targetnya, Bupati Pati menargetkan Perencanaan Pendapatan Daerah pada 2023 sebesar Rp 2,5 triliun.

“Angka tersebut merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai dalam kurun waktu satu tahun. Selain itu, memiliki kepastian serta dasar hukum penerimaan,” imbuhnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati pada 2023 diprediksi menurun sebanyak 2,7 persen. Soalnya, banyak pendapatan daerah mengalami penurunan.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, PAD dari sektor bunga deposito, jasa giro, dan BLUD Puskesmas mengalami penurunan. Dengan melakukan perubahan tarif perluasan objek dan subjek pajak dalam rancangan KUA PPAS ini direncanakan PAD mengalami penurunan sebesar 2,7 persen.

“Disebabkan karena penurunan dari beberapa pendapatan. Itu mulai dari bunga deposit, jasa giro maupun pendapatan BLUD Puskesmas,” katanya.

Haryanto menjelaskan, PAD ialah cermin kemandirian fiskal suatu daerah. Serta perlu diupayakan peningkatan dengan melakukan optimalisasi. Ini dalam rangka peningkatan penerimaan pajak daerah maupun retribusi daerah serta ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah.

Kemudian pendapatan transfer juga belum sepenuhnya dicantumkan pada rancangan kebijakan umum APBD dan PPAS 2023. Sehingga pendapatan dana transfer masih mengalami penurunan dari APBD murni pada 2022 yaitu 4,2 persen.

Baca Juga :  Bupati Haryanto: Pengusaha Bantu Pemda Ciptakan Lapangan Kerja

“Pendapatan transfer belum sepenuhnya dicantumkan pada rancangan kebijakan umum APBD dan PPAS 2023. Soalnya menunggu informasi resmi dari Kementerian Keuangan RI dan informasi dari Pemprov Jateng. Sehingga pendapatan dana transfer masih mengalami penurunan dari APBD murni tahun 2022 yaitu 4,2 persen,” tuturnya.

Dalam targetnya, Bupati Pati menargetkan Perencanaan Pendapatan Daerah pada 2023 sebesar Rp 2,5 triliun.

“Angka tersebut merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai dalam kurun waktu satu tahun. Selain itu, memiliki kepastian serta dasar hukum penerimaan,” imbuhnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru