alexametrics
25.6 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Digelar di Pendapa Pati, Radar Kudus Award 2022 Berlangsung Meriah

PATI – Radar Kudus Award 2022 digelar di Pendapa Kabupaten Pati tadi malam. Ada 24 penghargaan yang diberikan kepada para bupati, wakil bupati, ketua DPRD, instansi pemerintah dan swasta, serta tokoh masyarakat.

Meliputi enam bupati dan 18 nonbupati. Mereka mendapat apresiasi dan penghargaan Jawa Pos Radar Kudus Award 2022. Lantaran berhasil berinovasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam acara ini, dihadiri bupati se-Pati Raya serta Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiya, Direktur Jawa Pos Eddy Nugroho, dan Direktur Jawa Pos Radar Marsudi Nurwahid.


Acara dibuka dengan tari mliwis. Tari ini mengisahkan Angling Darmo di Kabupaten Pati. Di samping itu, turut memeriahkan acara ini, penampilan Disket Band.

Dalam sambutannya, Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi mengatakan, penghargaan diberikan kepada orang-orang yang telah bekerja keras mencurahkan pikiran dan tenaga, melahirkan inovasi, kreasi, langkah-langkah, terbosan, konsep, dan program untuk memajukan negeri ini.

Penghargaan ini kesembilan kalinya digelar. Diberikan kepada perseorangan maupun lembaga, pemerintah maupun swasta. Tidak lain untuk menyemangati, agar terus konsisten menggalang kemajuan bangsa ini. Juga memberikan inspirasi kepada orang lain, agar melakukan tindakan serupa.

”Dulu sebelum masa pandemi, penghargaan ini digelar dari hotel ke hotel yang representatif. Kemudian saat pandemi kami mendatangi satu per satu penerimanya di tempat masing-masing daerah. Sekarang digelar di Pendapa Kabupaten Pati. Terima kasih Bupati Pati Pak Haryanto yang telah memfasilitasi,” ujar Baehaqi.

Penerima Radar Kudus Award nonbupati yang terdiri dari wakil bupati, ketua DPRD, instansi pemerintah, serta perusahaan negara dan swasta. (M. ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Menurutnya, menggelar acara seperti ini tidak mudah. Tetapi berkat kerja keras seluruh tim, acara ini bisa berlangsung seperti sekarang. ”Bagi kami ini juga pelajaran bagaimana kami terus istiqomah menghargai pihak-pihak yang sudah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk membangun negeri ini. Kami mengakui berkarya itu berat. Untuk itu, kami memberi penghargaan kepada orang yang telah berjasa untuk kemajuan negeri ini,” paparnya.

Baca Juga :  Belum Punya Izin, Kantor ACT Pati Raya Ditutup

Penganugerahan ini ada yang spesial. Yaitu, orang yang konsisten dan berjasa melestarikan batik khas Pati, batik Bakaran. Special achievement itu, diberikan kepada Bukhari Wiryo Satmoko. Salah satu karyanya, Batik Mina Tani yang secara resmi sebagai seragam Pemkab Pati dan seluruh ASN serta non-ASN, mulai tingkat kabupaten, kecamatan, sampai desa. ”Batik itu juga telah dipakai seragam karyawan Jawa Pos Radar Kudus pada 2020-2021,” jelas Baehaqi. Ika Rahayu, karyawan Radar Kudus saat Baehaqi sambutan memeragakan busana itu bak model di atas catwalk.

Sementara itu, Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiya dalam sambutannya, mengatakan, spirit Jawa Pos memberi apresiasi komunitas dan abdi negara. Mereka bekerja keras menuangkan ide dan segala pimikirannya untuk masyarakat.

Leak juga menegaskan tiga poin penting dalam sambutannya itu. Yakni, eskposure, respect, dan estetika. Dia menjelaskan, eksprosur berarti, perlu adanya ekspos positif yang sepadan yang pihaknya lakukan untuk mengimbangi akses informasi yang membeludak, agar prestasi yang dicapai tokoh-tokoh tak tenggelam.

Kemudian respect, pihaknya akan lebih banyak mendengar daripada mencecar. Jadi, Jawa Pos group bukan penceramah. Melainkan tempat menampung inspiratif yang positif. Lalu estetika, media diikat satu aturan baku. Etika namanya. ”Misalnya, sopan santun dan tata krama,” jelasnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Radar Kudus Award 2022 digelar di Pendapa Kabupaten Pati tadi malam. Ada 24 penghargaan yang diberikan kepada para bupati, wakil bupati, ketua DPRD, instansi pemerintah dan swasta, serta tokoh masyarakat.

Meliputi enam bupati dan 18 nonbupati. Mereka mendapat apresiasi dan penghargaan Jawa Pos Radar Kudus Award 2022. Lantaran berhasil berinovasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam acara ini, dihadiri bupati se-Pati Raya serta Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiya, Direktur Jawa Pos Eddy Nugroho, dan Direktur Jawa Pos Radar Marsudi Nurwahid.

Acara dibuka dengan tari mliwis. Tari ini mengisahkan Angling Darmo di Kabupaten Pati. Di samping itu, turut memeriahkan acara ini, penampilan Disket Band.

Dalam sambutannya, Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi mengatakan, penghargaan diberikan kepada orang-orang yang telah bekerja keras mencurahkan pikiran dan tenaga, melahirkan inovasi, kreasi, langkah-langkah, terbosan, konsep, dan program untuk memajukan negeri ini.

Penghargaan ini kesembilan kalinya digelar. Diberikan kepada perseorangan maupun lembaga, pemerintah maupun swasta. Tidak lain untuk menyemangati, agar terus konsisten menggalang kemajuan bangsa ini. Juga memberikan inspirasi kepada orang lain, agar melakukan tindakan serupa.

”Dulu sebelum masa pandemi, penghargaan ini digelar dari hotel ke hotel yang representatif. Kemudian saat pandemi kami mendatangi satu per satu penerimanya di tempat masing-masing daerah. Sekarang digelar di Pendapa Kabupaten Pati. Terima kasih Bupati Pati Pak Haryanto yang telah memfasilitasi,” ujar Baehaqi.

Penerima Radar Kudus Award nonbupati yang terdiri dari wakil bupati, ketua DPRD, instansi pemerintah, serta perusahaan negara dan swasta. (M. ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Menurutnya, menggelar acara seperti ini tidak mudah. Tetapi berkat kerja keras seluruh tim, acara ini bisa berlangsung seperti sekarang. ”Bagi kami ini juga pelajaran bagaimana kami terus istiqomah menghargai pihak-pihak yang sudah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk membangun negeri ini. Kami mengakui berkarya itu berat. Untuk itu, kami memberi penghargaan kepada orang yang telah berjasa untuk kemajuan negeri ini,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Pati Wacanakan Pembelajaran Tatap Muka di Semua Sekolah, Asalkan….

Penganugerahan ini ada yang spesial. Yaitu, orang yang konsisten dan berjasa melestarikan batik khas Pati, batik Bakaran. Special achievement itu, diberikan kepada Bukhari Wiryo Satmoko. Salah satu karyanya, Batik Mina Tani yang secara resmi sebagai seragam Pemkab Pati dan seluruh ASN serta non-ASN, mulai tingkat kabupaten, kecamatan, sampai desa. ”Batik itu juga telah dipakai seragam karyawan Jawa Pos Radar Kudus pada 2020-2021,” jelas Baehaqi. Ika Rahayu, karyawan Radar Kudus saat Baehaqi sambutan memeragakan busana itu bak model di atas catwalk.

Sementara itu, Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiya dalam sambutannya, mengatakan, spirit Jawa Pos memberi apresiasi komunitas dan abdi negara. Mereka bekerja keras menuangkan ide dan segala pimikirannya untuk masyarakat.

Leak juga menegaskan tiga poin penting dalam sambutannya itu. Yakni, eskposure, respect, dan estetika. Dia menjelaskan, eksprosur berarti, perlu adanya ekspos positif yang sepadan yang pihaknya lakukan untuk mengimbangi akses informasi yang membeludak, agar prestasi yang dicapai tokoh-tokoh tak tenggelam.

Kemudian respect, pihaknya akan lebih banyak mendengar daripada mencecar. Jadi, Jawa Pos group bukan penceramah. Melainkan tempat menampung inspiratif yang positif. Lalu estetika, media diikat satu aturan baku. Etika namanya. ”Misalnya, sopan santun dan tata krama,” jelasnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/