25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Mulai Dipondasi, Jembatan Juwana Pati Dipastikan Bisa Dilalui Paska Lebaran

PATI – Pembangunan Jembatan Callender Hamilton (CH) Jateng Juwana masih pembongkaran dan pemasangan pondasi jembatan. Rencananya, jembatan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan pada April 2023, paska lebaran.

Sepekan ini terlihat tumpukan besi di tengah jembatan itu. Satu escavator nampak menata sisa-sisa bangunan jembatan. Tiga pekerja proyek mengarahkan alat berat itu dan menata tumpukan besi tersebut.

Direktur Pembangunan Jembatan pada Kementerian PUPR Yudha Handita mengatakan, Jembatan yang digarapnya (37 Jembatan CH) dijadwalkan paling lama selesai dalam 2 tahun ini. Akan tetapi, pihaknya menargetkan paling tidak setahun sudah rampung.


”Fiknya secepatnya digarap. Paling tidak 31 Mei ini sudah mulai persiapan. Rencananya awal Juni baru dilakukan pembongkaran jembatan. Paling tidak dua tahun ini (2022-2023) proyeknya berlangsung,” tandasnya.

Sementara itu, Contruction Manager PT Bukaka Teknik Utama Tbk Jateng Fathoni menambahkan, pihaknya akan segera menyelesaikan pembangunan jembatan itu. Rencananya lebaran tahun depan sudah rampung.

”Paket pekerjaan kami ini multiyears. Kami targetkan lebaran 2023 sudah selesai. Paling tidak April mendatang. Jadi jembatan sudah fungsional bisa dilalui kendaraan,” tambahnya saat dihubungi kemarin.

Soal pengerjaannya, lanjut Fathoni, saat ini pihaknya menyelesaikan pembongkaran dan pembuatan pondasi jembatan.

Baca Juga :  Ungkap Penyelewengan 25 Ton Solar Bersubsidi di Pati, Polisi Tetapkan 12 Tersangka

”Metode kami membuat pondasi dulu tanpa membongkar rangka. Begitu pondasi sudah selesai, kerangka jembatan kami bongkar. Jadi pararel namanya,” katanya.

”Pembongkaran kerangka jembatan sudah mulai. Jadi metode kami membuat dua pondasi dulu tanpa membongkar. Setelah pondasi terpasang, kami bongkar kerangka jembatannya. Pondasinya kurang dua titik ini yang di tengah jembatan. Kerangkanya dibongkar ini untuk membuat pondasi,” lanjutnya.

Anggota Komisi B DPRD Pati Sukarno mengakatan, setidaknya pembangunan jembatan di kali Juwana itu bisa dipercepat. Ini agar lalu lintas dapat lancar kembali. “Pembangunan jembatan di Karang Tengah Demak saja penutupannya baru 5 bulan. Seminggu sudah dibuka meskipun separuh jalan. Sehingga tidak terjadi kemacetan,” terangnya.

Menurutnya, Pemkab Pati ini harus proaktif ke Kemen PUTR supaya ada perhatian terhadap pembangunan jembatan itu. Sebab dampak pembangunan ini berpotensi merugikan banyak pihak. ”Misalnya, pengiriman barang dan Jasa mejadi semakin lama dan biaya membengkak. Belum lagi sektor yang lain. Semoga secepatnya ada perhatian dan pembangunan jembatan segera selesai dengan kualitas baik,” tandasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pembangunan Jembatan Callender Hamilton (CH) Jateng Juwana masih pembongkaran dan pemasangan pondasi jembatan. Rencananya, jembatan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan pada April 2023, paska lebaran.

Sepekan ini terlihat tumpukan besi di tengah jembatan itu. Satu escavator nampak menata sisa-sisa bangunan jembatan. Tiga pekerja proyek mengarahkan alat berat itu dan menata tumpukan besi tersebut.

Direktur Pembangunan Jembatan pada Kementerian PUPR Yudha Handita mengatakan, Jembatan yang digarapnya (37 Jembatan CH) dijadwalkan paling lama selesai dalam 2 tahun ini. Akan tetapi, pihaknya menargetkan paling tidak setahun sudah rampung.

”Fiknya secepatnya digarap. Paling tidak 31 Mei ini sudah mulai persiapan. Rencananya awal Juni baru dilakukan pembongkaran jembatan. Paling tidak dua tahun ini (2022-2023) proyeknya berlangsung,” tandasnya.

Sementara itu, Contruction Manager PT Bukaka Teknik Utama Tbk Jateng Fathoni menambahkan, pihaknya akan segera menyelesaikan pembangunan jembatan itu. Rencananya lebaran tahun depan sudah rampung.

”Paket pekerjaan kami ini multiyears. Kami targetkan lebaran 2023 sudah selesai. Paling tidak April mendatang. Jadi jembatan sudah fungsional bisa dilalui kendaraan,” tambahnya saat dihubungi kemarin.

Soal pengerjaannya, lanjut Fathoni, saat ini pihaknya menyelesaikan pembongkaran dan pembuatan pondasi jembatan.

Baca Juga :  BP Jamsostek Pati Serahkan Santunan Kecelakaan Kerja Senilai Rp 191 Juta

”Metode kami membuat pondasi dulu tanpa membongkar rangka. Begitu pondasi sudah selesai, kerangka jembatan kami bongkar. Jadi pararel namanya,” katanya.

”Pembongkaran kerangka jembatan sudah mulai. Jadi metode kami membuat dua pondasi dulu tanpa membongkar. Setelah pondasi terpasang, kami bongkar kerangka jembatannya. Pondasinya kurang dua titik ini yang di tengah jembatan. Kerangkanya dibongkar ini untuk membuat pondasi,” lanjutnya.

Anggota Komisi B DPRD Pati Sukarno mengakatan, setidaknya pembangunan jembatan di kali Juwana itu bisa dipercepat. Ini agar lalu lintas dapat lancar kembali. “Pembangunan jembatan di Karang Tengah Demak saja penutupannya baru 5 bulan. Seminggu sudah dibuka meskipun separuh jalan. Sehingga tidak terjadi kemacetan,” terangnya.

Menurutnya, Pemkab Pati ini harus proaktif ke Kemen PUTR supaya ada perhatian terhadap pembangunan jembatan itu. Sebab dampak pembangunan ini berpotensi merugikan banyak pihak. ”Misalnya, pengiriman barang dan Jasa mejadi semakin lama dan biaya membengkak. Belum lagi sektor yang lain. Semoga secepatnya ada perhatian dan pembangunan jembatan segera selesai dengan kualitas baik,” tandasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/