25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Angka Stunting Balita di Kabupaten Pati Sentuh 4.281 Kasus

PATI – Kasus stunting pada balita pada 2021 sebanyak 4.281. Presentasenya 6,10 persen dari total balita 70.150. Sedangkan untuk tahun ini Pemkab Pati baru mendata kasus stunting tersebut.

Kasus stunting pada balita di Kabupaten Pati ini mulai naik mulai 2019. Pada 2018 sebanyak 4.308 dari 76.116 balita. Lalu pada 2019 kasusnya 3.134 balita dari 74.599. Kemudian pada 2020 sebanyak 3.997 dari total 70.388. Sedangkan pada 2021 4.281 dari 70.150 balita.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pati Muhtar mengatakan, data kasus stunting itu bersumber dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Juga bersumber dari Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM).


”Jadi misal untuk prioritas penanganan stunting pada 2022 ini sudah ditetapkan di awal/pertengahan 2021. Tahun ini ada 18 desa lokasi fokus (Lokus). Lalu pada 2023 24 desa,” katanya.

Dia menambahkan, data itu diketahui dari prevalensi kasus stunting per desa. Dimana tiap desa ini ada penimbangan serentak dari posyandu. Biasanya tiap bulan ada.

”Jadi penimbangan serentak ini didampingi instansi terkait dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Biasanya setahun dua kali (Maret dan Agustus). Itu sebagai dasar evaluasi,” terangnya.

Secara keseluruhan angka stunting di Kabupaten Pati masih tinggi. Angkanya mencapai 20,6 persen. Pemkab setempat masih berupaya kasus stunting ini.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Cairkan Insentif Pengajar Agama Jelang Lebaran

Angka stunting di Kabupaten Pati menurut angka Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) di tahun 2021 ini di angka 20,6 persen. Sedangkan stunting di Provinsi Jawa Tengah di angka 20,9 persen.

Dari 35 Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah, Kabupaten Pati masuk urutan ke-17 daerah yang memiliki angka stunting tinggi. Bahkan pada tahun 2019, Kabupaten Pati masuk tiga besar kasus stunting tertinggi.

Adanya kasus stunting ini, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengajak semua pihak ikut andil untuk menekan angka stunting di Kabupaten Pati. Menurutnya, semua ini tidak mudah dilakukan. Jadi semua pihak harus berupaya dan bersinergi menekan angka stunting ini.

Target ke depannya diharapkan angka stunting di Kabupaten Pati bisa turun. Pasalnya, angka stunting di Bumi Mina Tani ini, lanjut dia, terbilang cukup tinggi.

”Menekan angka stunting ini tak mudah. Butuh kebersamaan untuk mengatasinya. Butuh integritas juga,” katanya.

Sebelum di Pati, Henggar juga mendapatkan amanat dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk bisa menurunkan angka stunting. Selain itu, ia juga harus menurunkan angka kemiskinan. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kasus stunting pada balita pada 2021 sebanyak 4.281. Presentasenya 6,10 persen dari total balita 70.150. Sedangkan untuk tahun ini Pemkab Pati baru mendata kasus stunting tersebut.

Kasus stunting pada balita di Kabupaten Pati ini mulai naik mulai 2019. Pada 2018 sebanyak 4.308 dari 76.116 balita. Lalu pada 2019 kasusnya 3.134 balita dari 74.599. Kemudian pada 2020 sebanyak 3.997 dari total 70.388. Sedangkan pada 2021 4.281 dari 70.150 balita.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pati Muhtar mengatakan, data kasus stunting itu bersumber dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Juga bersumber dari Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM).

”Jadi misal untuk prioritas penanganan stunting pada 2022 ini sudah ditetapkan di awal/pertengahan 2021. Tahun ini ada 18 desa lokasi fokus (Lokus). Lalu pada 2023 24 desa,” katanya.

Dia menambahkan, data itu diketahui dari prevalensi kasus stunting per desa. Dimana tiap desa ini ada penimbangan serentak dari posyandu. Biasanya tiap bulan ada.

”Jadi penimbangan serentak ini didampingi instansi terkait dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Biasanya setahun dua kali (Maret dan Agustus). Itu sebagai dasar evaluasi,” terangnya.

Secara keseluruhan angka stunting di Kabupaten Pati masih tinggi. Angkanya mencapai 20,6 persen. Pemkab setempat masih berupaya kasus stunting ini.

Baca Juga :  Diam-diam Beroperasi, Dinporapar Pati Ancam Cabut Izin Usaha Karaoke

Angka stunting di Kabupaten Pati menurut angka Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) di tahun 2021 ini di angka 20,6 persen. Sedangkan stunting di Provinsi Jawa Tengah di angka 20,9 persen.

Dari 35 Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah, Kabupaten Pati masuk urutan ke-17 daerah yang memiliki angka stunting tinggi. Bahkan pada tahun 2019, Kabupaten Pati masuk tiga besar kasus stunting tertinggi.

Adanya kasus stunting ini, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengajak semua pihak ikut andil untuk menekan angka stunting di Kabupaten Pati. Menurutnya, semua ini tidak mudah dilakukan. Jadi semua pihak harus berupaya dan bersinergi menekan angka stunting ini.

Target ke depannya diharapkan angka stunting di Kabupaten Pati bisa turun. Pasalnya, angka stunting di Bumi Mina Tani ini, lanjut dia, terbilang cukup tinggi.

”Menekan angka stunting ini tak mudah. Butuh kebersamaan untuk mengatasinya. Butuh integritas juga,” katanya.

Sebelum di Pati, Henggar juga mendapatkan amanat dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk bisa menurunkan angka stunting. Selain itu, ia juga harus menurunkan angka kemiskinan. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/