alexametrics
25.9 C
Kudus
Sunday, November 28, 2021

Kebakaran di PT Dua Kelinci Pati, Kerugian Ditaksir Sekitar Rp 2 Miliar

PATI – Dari jarak seratusan meter asap hitam mengepul di siang bolong kemarin. Tidak berselang lama, sirine mobil pemadam kebakaran meraung-raung memecah jalanan Kota Pati. Mobil-mobil damkar itu, melesat ke arah barat dari arah Pati Kota.

Benar saja, ada kebakaran hebat. Ternyata, melanda area pabrik makanan ringan PT Dua Kelinci di Jalan Raya Pati-Kudus Dukuh Lumpur, Desa Bumirejo, Margorejo, Pati. Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00. Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya si jago merah itu.

Sekitar 20 mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Di antaranya delapan dari Satpol PP, juga dibantu pemadam dari sejumlah perusahaan seperti tiga dari Djarum, PT Garudafood, dan PG Trangkil. Armada pemadam kebakaran disuplai air dari mobil tangki PMI dan juga BPBD Pati. ”Alhamdulillah banyak dibantu armada (damkar). Bahkan sampai daerah tetangga, Kudus,” terang Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Sugiyono.

GOTONG ROYONG: Prose pemadaman oleh tim damkar di area pabrik Dua Kelinci Selasa (23/11) siang. (RELAWAN FOR RADAR KUDUS)

Sejumlah petugas pemadam kebakaran dari berbagai instansi menerobos asap di sela-sela gedung pabrik PT Dua Kelinci. Berbungkus-bungkus deterjen dimasukkan ke dalam tangki air lalu disemprotkan ke titik-titik api.

Satu armada datang, satu armada lain menyusul. Meskipun hydrant di area pabrik berfungsi dengan baik, armada damkar tetap dibantu suplai air dari sejumlah mobil tangki. Seperti dari PMI dan BPBD. Bahkan, truk tangki air BPBD Kudus ikut diperbantukan dalam upaya pemadaman api dan pendinginan.

Api diketahui bersumber dari oven kacang. Pemadaman cukup sulit karena bagian oven sulit ditembus air dari armada pemadam kebakaran. Karena materialnya yang berlapis. ”Jadi nunggu sampai kacangnya habis. Karena bagian yang jadi sumber api itu sulit dipadamkan,” terangnya.

Baca Juga :  Siswa Pati Raih Dua Medali Internasional

Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 13.00. Namun pendinginan masih dilakukan sampai sore hari. Bahkan, diperkirakan pendinginan sampai malam hari. Mengingat luasnya area yang terbakar. Dalam musibah ini, si jago merah melalap tempat produksi, tempat pengepakan barang, sampai sebagian bangunan kantor pabrik tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, api setidaknya melalap sekitar 20 persen area pabrik salah perusahaan makanan ringan terbesar di tanah air tersebut. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Dalam peristiwa ini juga tidak ada korban jiwa. Hanya memang pada awal ada satu karyawan yang sempat pingsan dan alergi asap. Namun, semuanya langsung mendapat penanganan oleh tim medis. Sehingga tidak ada kejadian fatal dalam peristiwa tersebut.

”Saat ini masih berlanjut proses pendinginan. Untuk perkembangan selanjutnya menunguu identifikasi dari labfor kepolisan,” imbuhnya.

Senior HRD PT Dua Kelinci Tofan Rudiyanto mengungkapkan, saat ini pihaknya masih fokus pada pemadaman dan pendinginan bangunan yang terbakar. Belum melakukan inventarisasi secara keseluruhan.

”Api tiba-tiba saja muncul di bagian atas ruang oven. Dan menyambar ke bagian lain, seperti gudang dan sebagian kantor. Saat ini kami masih fokus pemadaman dan pendinginan,” jelasnya singkat.

 






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Dari jarak seratusan meter asap hitam mengepul di siang bolong kemarin. Tidak berselang lama, sirine mobil pemadam kebakaran meraung-raung memecah jalanan Kota Pati. Mobil-mobil damkar itu, melesat ke arah barat dari arah Pati Kota.

Benar saja, ada kebakaran hebat. Ternyata, melanda area pabrik makanan ringan PT Dua Kelinci di Jalan Raya Pati-Kudus Dukuh Lumpur, Desa Bumirejo, Margorejo, Pati. Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00. Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya si jago merah itu.

Sekitar 20 mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Di antaranya delapan dari Satpol PP, juga dibantu pemadam dari sejumlah perusahaan seperti tiga dari Djarum, PT Garudafood, dan PG Trangkil. Armada pemadam kebakaran disuplai air dari mobil tangki PMI dan juga BPBD Pati. ”Alhamdulillah banyak dibantu armada (damkar). Bahkan sampai daerah tetangga, Kudus,” terang Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Sugiyono.

GOTONG ROYONG: Prose pemadaman oleh tim damkar di area pabrik Dua Kelinci Selasa (23/11) siang. (RELAWAN FOR RADAR KUDUS)

Sejumlah petugas pemadam kebakaran dari berbagai instansi menerobos asap di sela-sela gedung pabrik PT Dua Kelinci. Berbungkus-bungkus deterjen dimasukkan ke dalam tangki air lalu disemprotkan ke titik-titik api.

Satu armada datang, satu armada lain menyusul. Meskipun hydrant di area pabrik berfungsi dengan baik, armada damkar tetap dibantu suplai air dari sejumlah mobil tangki. Seperti dari PMI dan BPBD. Bahkan, truk tangki air BPBD Kudus ikut diperbantukan dalam upaya pemadaman api dan pendinginan.

Api diketahui bersumber dari oven kacang. Pemadaman cukup sulit karena bagian oven sulit ditembus air dari armada pemadam kebakaran. Karena materialnya yang berlapis. ”Jadi nunggu sampai kacangnya habis. Karena bagian yang jadi sumber api itu sulit dipadamkan,” terangnya.

Baca Juga :  Beragam Kesenian Kabupaten Pati ditampilkan di KCF, Ini Jadwalnya

Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 13.00. Namun pendinginan masih dilakukan sampai sore hari. Bahkan, diperkirakan pendinginan sampai malam hari. Mengingat luasnya area yang terbakar. Dalam musibah ini, si jago merah melalap tempat produksi, tempat pengepakan barang, sampai sebagian bangunan kantor pabrik tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, api setidaknya melalap sekitar 20 persen area pabrik salah perusahaan makanan ringan terbesar di tanah air tersebut. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Dalam peristiwa ini juga tidak ada korban jiwa. Hanya memang pada awal ada satu karyawan yang sempat pingsan dan alergi asap. Namun, semuanya langsung mendapat penanganan oleh tim medis. Sehingga tidak ada kejadian fatal dalam peristiwa tersebut.

”Saat ini masih berlanjut proses pendinginan. Untuk perkembangan selanjutnya menunguu identifikasi dari labfor kepolisan,” imbuhnya.

Senior HRD PT Dua Kelinci Tofan Rudiyanto mengungkapkan, saat ini pihaknya masih fokus pada pemadaman dan pendinginan bangunan yang terbakar. Belum melakukan inventarisasi secara keseluruhan.

”Api tiba-tiba saja muncul di bagian atas ruang oven. Dan menyambar ke bagian lain, seperti gudang dan sebagian kantor. Saat ini kami masih fokus pemadaman dan pendinginan,” jelasnya singkat.

 






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru