alexametrics
26.2 C
Kudus
Friday, June 24, 2022

Gempur Rokok Ilegal, Diskominfo Pati Sosialisasi Berdayakan Kesenian Lokal

PATI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati mengadakan sosialisasi gempur rokok illegal. Acara tersebut dalam rangka publikasi dan sosialisasi penegakan hukum pemberantasan rokok dan pita cukai ilegal. Berbeda dengan daerah lain, kesenian lokal turut dilibatkan untuk sosialisasi.

Kepala Diskominfo Pati Ratri Wijayanto mengatakan, adanya rokok ilegal ini potensi pendapatan negara bisa hilang. Padahal pendapatan negara ini bisa untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.

Sosialisasi gempur rokok ilegal ini menggandeng teman-teman seniman agar lebih mengena ke masyarakat. Di samping itu, dapat membantu teman seniman yang sudah “puasa” dua tahun agar bisa sedikit membantu perekonomian mereka.


Biasanya, sosialisasi ini hanya sekedar turun ke desa untuk edukasi rokok ilegal. Tapi, di Pati menggandeng kesenian lokal khas Kota Mina Tani. Yaitu, ketoprak, campursari, dan wayang.

”Ini salah satu bentuk keprihatinan Bupati Pati Haryanto dalam menyikapi pandemi Covid-19. Soalnya, 2 tahun ini pekerja seni di Pati bisa dikatakan sepi job, paceklik, mungkin dibawah garis limit taraf hidup. Oleh sebab itu, Diskominfo Pati mendapat amanah, dana bagi hasil cukai dan tembakau untuk mensosialisasikan bahayanya rokok ilegal. Yang mana kami menggandeng para seniman lokal,” ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesejahteraan Petambak Garam, DKP Pati Gelar Sosialisasi PUGAR

Belum lama ini, hadir perwakilan Bea Cukai Kudus Didit Ghofar dan Sudiran saat sosialisasi gempur rokok ilegal di Kantor Diskominfo Pati.

Sudiran mengatakan, ada sanksi administrasi dan pidana bagi yang menjual dan memproduksi rokok ilegal. Apabila ada info terkait rokok ilegal agar menghubungi Kantor Bea Cukai Kudus. Pihaknya akan membantu perizinan bagi masyarakat yang ingin berbisnis lewat rokok dan semua proses perizinannya tidak dipungut biaya.

Didit Ghofar menjelaskan mengapa rokok ilegal harus ditindak. Ini karena bisa merugikan negara, menimbulkan persaingan yang tidak sehat, dan merugikan dari segi kesehatan. Untuk Pati tercatat ada dua SBP (sales) yang diperoleh dari hasil operasi pasar. Dari hasil operasi, dilakukan penyitaan sebanyak 3.230 batang dengan potensi kerugian sebesar Rp 2.688.000.

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Diskominfo Pati Endah Murwaningrum mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi acara yang diinisiasi lewat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini. Karena bisa mengedukasi warga untuk tidak mengkonsumsi rokok ilegal. ”Harapannya, peredaran rokok illegal ini bisa turun, bahkan bisa hilang. Untuk itu semua unsur harus bersinergi,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati mengadakan sosialisasi gempur rokok illegal. Acara tersebut dalam rangka publikasi dan sosialisasi penegakan hukum pemberantasan rokok dan pita cukai ilegal. Berbeda dengan daerah lain, kesenian lokal turut dilibatkan untuk sosialisasi.

Kepala Diskominfo Pati Ratri Wijayanto mengatakan, adanya rokok ilegal ini potensi pendapatan negara bisa hilang. Padahal pendapatan negara ini bisa untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.

Sosialisasi gempur rokok ilegal ini menggandeng teman-teman seniman agar lebih mengena ke masyarakat. Di samping itu, dapat membantu teman seniman yang sudah “puasa” dua tahun agar bisa sedikit membantu perekonomian mereka.

Biasanya, sosialisasi ini hanya sekedar turun ke desa untuk edukasi rokok ilegal. Tapi, di Pati menggandeng kesenian lokal khas Kota Mina Tani. Yaitu, ketoprak, campursari, dan wayang.

”Ini salah satu bentuk keprihatinan Bupati Pati Haryanto dalam menyikapi pandemi Covid-19. Soalnya, 2 tahun ini pekerja seni di Pati bisa dikatakan sepi job, paceklik, mungkin dibawah garis limit taraf hidup. Oleh sebab itu, Diskominfo Pati mendapat amanah, dana bagi hasil cukai dan tembakau untuk mensosialisasikan bahayanya rokok ilegal. Yang mana kami menggandeng para seniman lokal,” ujarnya.

Baca Juga :  Tutup Lokalisasi LI, Bupati Pati Diganjar Radar Kudus Award

Belum lama ini, hadir perwakilan Bea Cukai Kudus Didit Ghofar dan Sudiran saat sosialisasi gempur rokok ilegal di Kantor Diskominfo Pati.

Sudiran mengatakan, ada sanksi administrasi dan pidana bagi yang menjual dan memproduksi rokok ilegal. Apabila ada info terkait rokok ilegal agar menghubungi Kantor Bea Cukai Kudus. Pihaknya akan membantu perizinan bagi masyarakat yang ingin berbisnis lewat rokok dan semua proses perizinannya tidak dipungut biaya.

Didit Ghofar menjelaskan mengapa rokok ilegal harus ditindak. Ini karena bisa merugikan negara, menimbulkan persaingan yang tidak sehat, dan merugikan dari segi kesehatan. Untuk Pati tercatat ada dua SBP (sales) yang diperoleh dari hasil operasi pasar. Dari hasil operasi, dilakukan penyitaan sebanyak 3.230 batang dengan potensi kerugian sebesar Rp 2.688.000.

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Diskominfo Pati Endah Murwaningrum mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi acara yang diinisiasi lewat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini. Karena bisa mengedukasi warga untuk tidak mengkonsumsi rokok ilegal. ”Harapannya, peredaran rokok illegal ini bisa turun, bahkan bisa hilang. Untuk itu semua unsur harus bersinergi,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/